dydy's posts with tag: serius
Link: http://www.timesonline.co.uk/tol/news/world/us_and_americas/article418..."WHEN a 15-year-old girl at Gloucester high school in Massachusetts discovered she was pregnant earlier this year, she displayed no trace of fear or concern. Shown the results of her pregnancy test, she responded: “Sweet!” She then rushed off to tell her friends.
The girl was among a group of up to 18 Gloucester teenagers who may have made an apparent “pregnancy pact” that has stunned this decaying fishing community and sparked a renewed national debate about sex education in American schools. The notion that girls as young as 14 might deliberately try to become pregnant has embarrassed school and health officials. It has also ignited a row about what exactly the girls were up to, and to what extent the religious beliefs of this predominantly white and Catholic corner of New England may have encouraged an unprecedented spike in teenage sexual activity. "
.....
ah bingung mau komentar apa... what has happened to the world? 
Agama lain punya hak hidup. Memang saling menghargai itu susah ya? Berusahalah sedikit.
muslim, tunjukkanlah kalau Islam itu rahmat bagi seluruh alam semesta. berlakulah mencerminkan itu.
 Baca postingan harley (sebelumnya juga mbak mia, teh uci) tentang perjalanan berhijab, tertarik nulis juga. Saya dibesarkan di keluarga yang Islamnya biasa-biasa aja. Selain yang wajib-wajib seperti sholat (belang bentong pula) dan puasa dan belajar baca Quran, lainnya nggak begitu diperhatikan. Memang dulu sekolahnya juga di sekolah Katolik, yang menurut ortu saya punya nilai plus dari segi kedisiplinan, fasilitas sekolah dan kualitas pengajar pada waktu itu. Jadi nggak aneh kalo waktu SMA saya sama sekali nggak tertarik ikutan DKM, bahkan kadang-kadang saya pikir yang pada pake jilbab itu ekstrimis, serius, tertutup, anti sosial, terbelenggu, nggak cool (gitulah pemikiran orang tidak berpengetahuan...seperti saya waktu itu). Di angkatan saya semasa SMA, satu-satunya cewek berjilbab yang menurut saya (mengacu ciri di atas) anomali, adalah Devi yang ngocol dan tukang heureuy. Memang tak kenal maka tak sayang, tak kenal maka....kenalanlah! Saya baru agak tertarik belajar Islam lebih sungguh-sungguh setelah kuliah, karena sahabat, teman-teman kuliahnya banyak yang aktif di mesjid, kadang suka diskusi santai tapi kritis soal agama, juga karena program mentoring dari Salman. Kalo ketertarikan berhijabnya sendiri, mungkin sejak sobat saya Ana dan kemudian Dyo berkerudung taun berapa ya...Ana 94, Dyo 94 juga apa 95 gitu. Saya jadi terpengaruh, tapi juga nggak ingin kalo akhirnya saya 'pake', sekedar karena ikut-ikutan. Musti jelas alasannya, musti yakin. Saat itu saya mikirnya masih : belom pantes, belom lancar baca Quran, pengetahuan Islam masih minim, dll. Eniwei enihaw, suatu hari minggu Februari 96, saya bertiga Ana dan Dyo jalan-jalan ke BIP. Sempet ketemu beberapa temen kuliah yg juga lagi JJS. Pulangnya saya maen ke rumah Ana, terus iseng coba-coba kerudungnya. Seneng kali si Ana, saya coba-coba kerudungnya, dikasihlah 2 biji. Saya pulang ke rumah, matut-matut lagi di depan cermin. Semaleman mikir, "Pake ga ya, pake ga ya. Kenapa pake, kenapa enggak?" Pada akhirnya yang menang ternyata "Kenapa enggak". Besoknya adalah hari pertama kuliah setelah libur lebaran. Saya berangkat dari rumah udah berkerudung, warna krem, baju sweater ijo pupus bermotif, celana slack warna khaki. Ibu saya cuma pesen "Pakenya jangan sekedar ikut-ikutan ya". OK. Di kampus, di kelas tepatnya, pada heboh. Soalnya saya dikenal 'preman', makhluk malam penunggu studio, dengan penampilan tomboy abis, dengan jeans bolong dan kadang sepatu bolong atau cukup nyendal ke kampus. Ada dua reaksi temen yang saya inget : Dupi langsung terbahak-bahak liat saya pake kerudung, dan komentar Maya "Kok bisa kamu duluan yang pake?". Temen-temen saya emang lucu... Eniwei enihaw lagi, pertengahan 96 karena sesuatu hal saya mengalami mental breakdown, serasa kehilangan pegangan. Pada saat itulah saya membaca iklan Pesantren Liburan Mahasiswa-nya Unpad. Wah, sepertinya ini nih solusinya. Ikutan deh. Dan betul, ini ternyata jawabannya. Pengetahuan Islam saya yang nol besar tiba-tiba bertambah menuju ke arah satu. Dalam waktu dua minggu aja luar biasa banyaknya yang saya dapet. Agak-agak shock therapy juga sebetulnya, tapi betul-betul ngefek. Dan efeknya sangat terasa, dan terlihat. Lepas dari PLM, hijab saya berubah. Dari sekedar baju panjang dan kerudung standar, berganti dengan jubah dan kerudung panjang. Why? Karena dalam pikiran saya, hijab seperti inilah yang disuruh untuk dipakai dalam Quran. Karena jilbab adalah baju terusan panjang (jubah/gamis) yang menutup dari leher hingga mata kaki. Sementara kerudung itu 'hanya sekedar' khimar, bukan jilbab. Padahal yang disuruh kan berjilbab. Begitulah logika pemikiran saya saat itu. Gaya berhijab saya bertahan seiring keaktifan di mesjid Unpad (meskipun bukan anak Unpad). Tapi lama-lama banyak yang membuat nggak sreg, juga karena kesibukan di kampus, gayanya bergeser...bergeser...yang lebih pendek, lebih praktis, balik lagi ke gaya semula. Ada yang beranggapan saya buka jilbab. Ya mungkin betul juga, saya nggak berjilbab lagi, tapi apakah saya jadi nggak berhijab? Belum tentu. Hijab adalah salah satu topik yang menarik buat saya, jadi saya banyak baca dan tanya tentang itu. Tafsir dan pendapat begitu beragam, kata buku ini begini, kata buku itu begitu. Sampai saya pusing dan sempat nanya sama pak Aam Amirudin di acara Percikan Iman "Pak, yang bener yang mana sih?" begitu kira-kira pertanyaan saya. Pak Aam bilang, masing-masing punya nilai kebenarannya, punya landasannya, jadi keputusan kembali ke tangan Anda. Saya waktu itu nggak puas, karena saya pikir jawabannya harus satu. Padahal enggak. Saya nggak berhenti nyari, baca, dan tanya tentang ini. Setelah membaca banyak referensi, Quran itu menyuruh berhijab tapi tidak pernah menyebut batas aurat, dan hadis yang sering dipake untuk menentukan batas aurat (hadis dari Aisyah yang mengisyaratkan harus menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan) ternyata dinyatakan dha'if oleh perawinya sendiri. Akhirnya saya memutuskan untuk diri saya sendiri, bahwa dalam hal berhijab, saya setuju sama tulisannya pak Quraish Shihab di buku Wawasan al Quran, bahwa berjilbab itu baik sebagai usaha menutup aurat sebaik-baiknya, tapi kita juga tidak bisa mengatakan kalo wanita yang tidak berjilbab itu telah secara pasti melanggar ajaran agama Islam, soalnya ya itu tadi, Quran tidak pernah menyebutkan batas aurat secara jelas. (yang mau mendebat soal ini, langsung ke pak Quraish aja ya...) Sekarang, gaya berhijab saya ya begini, sekedar baju yang sopan tertutup, tidak mempertontonkan yang enggak-enggak, plus kerudung yang tujuan utamanya adalah supaya saya dikenal sebagai muslim. Itu sajalah. Karena luar tidak selalu mencerminkan dalam. Apa artinya sehari-hari berjilbab/kerudung tapi masih membentak orang tua, atau memukul anak, atau korupsi, dan atau-atau yang lainnya. Bisakah kita bilang yang tidak berjilbab/kerudung itu masih kurang iman atau tidak diberi petunjuk? Menurut saya nggak bisa. Karena ukuran iman dan takwa hanya Allah yang punya otoritas. Siapalah kita ini... Ngomong-ngomong luar tidak mencerminkan dalam, saya jadi ingin cerita tentang seseorang. Sebut saja si M (kenapa M? karena saya suka huruf M). Dari luar dia tidak tampak seperti 'orang alim'. Penampilan biasa aja, jeans, kemeja. Ke mesjid nggak sering, pengajian jarang ikut. Bicara agama, lebih sering mendengarkan, apalagi kalau sama orang yang nggak deket banget. Gara-gara itu pula jadi cenderung disepelekan, dianggap orang nggak tahu tentang Islam. Padahal kalau saja orang lain tau, wah pemahamannya tentang Islam daleeeeemmmm. Dan cintanya sama Allah itu...ya ampun...cinta mati. Betul-betul cinta mati. Suatu saat saya pernah dapat ilham, mendapat gambaran rasa rindu si M kepada Allah. Ya ampun, gambaran rasa rindu itu bikin dada saya sakit, sesak, air mata saya keluar. Sebegitu rindunya dia setiap saat sama Allah. Kita sudah selevel itu belom? Saya jelas belom. menutup tulisan ini, saya ingin mengutip tulisan rambling saya 4 tahun yang lalu "... Banyak kejadian, orang-orang yang berbeda pendapat itu, bukannya sharing pendapat dan kemudian saling menghargai pendapat tersebut, tapi malah "saya benar kamu salah" tanpa argumen jelas dan berujung memberi gelar2 buruk. Munafik lah, fasik, kafir, dll. Hmmm...yang paling benar kan cuma Allah. Dalam ilmu tafsir aja ada kriteria bahwa si penafsir [mufassir] tidak boleh menganggap tafsirnya itu yang paling benar. Apalagi yang cuma ikut katanya mufassir.." ....saling menghargai itu lebih enak... dan lagi-lagi, ukuran iman dan takwa hanya Allah yang punya otoritas. Siapalah kita ini...
..hari ini gubernur New York state Elliot Spitzer resign. Dalam waktu dua hari setelah diberitakan terkait dengan jaringan pelacuran --> sesuatu yang jadi obyek pembasmian semasa dia jadi Attorney General...
kasian istrinya sama anak2nya ya..
Tadi sambil nonton CNN, ada berita pembakaran rumah-rumah mewah di Seattle yang diperkirakan dilakukan oleh kelompok environmentalis radikal. Lalu saya nanya sama suami, "Kenapa sih orang bisa jadi radikal gitu?". Jawabannya diplomatis, "Musuh manusia itu ada tiga : ketidaktahuan/kebodohan, ketidakpedulian, dan kemiskinan". Hmmmm...sepertinya saya disuruh mikir sendiri berdasarkan jawaban ini.
Katanya sih rumah-rumah mewah itu dibakar karena dianggap tidak ramah lingkungan. Padahal katanya lagi rumah-rumah itu dibangun dengan recyclable materials. Kalo si kelompok itu tau, apakah masih dibakar? Atau dia tidak peduli dengan fakta itu, dan stubbornly menganggap dia yang paling benar sehingga sah-sah saja membakar properti orang lain? Atau karena rumah-rumah itu mewah, menimbulkan kecemburuan sosial si pelaku pembakaran?
Mungkin kalau radikalisme dan ekstremisme dalam berbagai bidang dianalisis, ketiga musuh itu muncul sebagai penyebabnya. What can we do? Belajar. Semakin kita tahu semakin tahu kita bahwa kita tidak tahu. Peduli, toleransi, open mind. Beramal, santuni yang miskin sekemampuan kita, hidup tidak berlebihan, tidak bermewah-mewah.
Ah...berlebihan memang tidak baik kan?
...setelah barusan menemukan sebuah link yang mendedikasikan isinya untuk berita-berita terorisme yang menurutnya mewakili ideologi Islam...
Saya jadi mikir, sebetulnya bisakah kita menyalahkan Islamophobia?
Bayangkan seperti ini, di tempat di mana suatu ideologi masih asing, hanya pernah mendengar namanya saja, karena bukan merupakan sesuatu yang penting yang bersentuhan dengan hidup mereka. Lalu tiba-tiba ada sekelompok orang menyakiti sebagian dari mereka dengan cara yang sangat buruk dan brutal, dengan mengatasnamakan ideologi tersebut. What's your reaction? Saya bayangkan, saya mungkin akan marah, benci, dendam kesumat kepada pelakunya dan ideologi yang mendasari aksinya tersebut. Saya tidak mau tahu apalagi mencari tahu apakah ideologi yang bersangkutan itu memang seperti yang dikatakan si pelaku atau sebetulnya tidak begitu. Mungkin saya saja yang kurang bijak sehingga reaksinya seperti itu. Mungkin juga saya hanya berlaku wajar mengikuti pemikiran : mereka berlaku jahat pada saya, pada keluarga saya, pada teman saya. Pikiran mereka pasti juga jahat. Saya marah, saya tidak suka, saya benci.
Tidak, sepertinya saya tidak bisa menyalahkan Islamophobia. Wajah Islam di mata dunia memang sedang carut marut. Perlu kearifan dan jiwa besar dari dunia di luar Islam untuk melihat apa yang ada di baliknya. Dan kita pasti tahu kalau menjadi arif dan berjiwa besar itu tidak mudah. Tugas kita untuk memberitakan bahwa Islam yang sebenarnya itu indah dan damai.
Saya pikir analogi ini berlaku juga untuk ideologi-phobia lainnya. Tak kenal maka tak sayang. Janganlah terburu membenci tanpa tahu yang sebenarnya.
"Imagination is more important than knowledge. For knowledge is limited to all we now know and understand, while imagination embraces the entire world, and all there ever will be to know and understand." - Albert Einstein
Knowledge is power, but imagination is more (a twist from SMA 3 Bandung's slogan)
Siang tadi saya diajak mbak Dian ke MoMA, Museum of Modern Art. Ga nolak dong nemenin turis West Haven jalan-jalan, apalagi saya juga lagi butuh refreshing keluar rumah. Lagian seumur-umur di New York belom pernah jalan-jalan ke museum. Bloon? Maybe. Tapi saya ga ambil pusing dianggap menyia-nyiakan kesempatan menjelajahi tempat-tempat yang hanya ada di New York. So what...life's more than that. Ga merasa rugi ah. Eniwei, dari 6 lantai yang tersedia, kita cuma menjelajahi lantai 1, 2, 3, dan 5. Lantai 1, lobby, sculpture garden, museum store dan restoran. Kita cuma lewat aja. Lantai 2, seni kontemporer, prints and illustrated books, media, cafe. Sempet keliling. Lantai 3, arsitektur, desain, drawings, fotografi. Keliling juga. Lantai 5, lukisan dan patung. Keliling juga deh. Terus terang saya cuma bisa menikmati saat keliling lantai 3. Di lantai 2, saya tidak tau bagaimana harus menikmati karya seni kontemporer dan media yang dipajang. Bagaimana saya harus menikmati kanvas besar segi lima berwarna oker dengan sebuah lingkaran abu-abu di dalamnya. Atau instalasi berupa kertas-kertas karton yang tergeletak. Atau sebuah kotak yang menurut saya sih seperti kandang ayam. Atau film tiga menit tentang dua orang bergulat. Seni ala seniman-seniman ini bukan jenis seni yang bisa saya mengerti. Di lantai 5, lukisan-lukisan Pablo Picasso, Henri Matisse, Piet Mondrian, Van Gogh, Monet, Cezanne, Seurat, dan lain-lain lupa lagi nama-namanya. Tetep....nggak menikmati. Beberapa lukisan Van Gogh, Monet, Cezanne dan Seurat agak-agak kena di hati, tapi yang lain....nggak tuh. "Nggak nyeni luh! Mereka kan pelukis-pelukis besar". Terserah mau dianggap nggak nyeni juga. Kalo ga selera ya ga nikmat mau makan baso Akung juga. Masa hanya karena nama besar lalu semua harus suka.  Cuma di lantai 3 hati ini agak-agak berdesir. Maklum mantan mahasiswa arsitektur. Rasanya gimanaaaa gitu bisa ngeliat langsung coretan tangan arsitek-arsitek besar yang dulu cuma tau dari buku dan kuliah Arsitektur Modern-nya pak Eko. Sketsa-sketsa Le Corbusier, Mies van der Rohe, Louis Kahn, Buckminster Fuller, gambar-gambar perspektif Frank Lloyd Wright, maket asli Villa Savoye dll. Di galeri desain juga saya sangat menikmati kursi-kursi keren yang dipajang di sana. Foto-fotonya tunggu dari mbak Dian aja ya...batere kamera saya abis. Dan saya cape ngegendong Aliefya yang nggak mau disuruh jalan. Haha. Eniwei, menurut saya menikmati seni jangan disamaratakan karena sangat subyektif, tergantung selera, latar belakang pengetahuan dan pemahaman masing-masing tentang objek yang akan dinikmati. Saya, lebih bisa menikmati gereja-gereja gotik dibanding Villa Savoye. Lebih suka bangunan-bangunannya Gaudi daripada Salk Institute-nya Louis Kahn. Saya, biasanya tidak bisa menikmati puisi, kecuali sangat sedikit diantaranya. Saya tidak suka rumah yang bagian depannya terlalu simetris, sangat berbeda dengan suami yang sebagai orang matematika sangat menjunjung simetri sebagai syarat keindahan. Bagaimanapun, begitulah cara saya menikmati seni. Uniquely my way. laporan lengkap di http://pecintamuseum.multiply.com/photos/album/3/Melongok_Hasil_Karya_Seni_Modern_di_MOMA_I#foto-foto oleh Dian Yustisiana
because words and ideas are powerful
=============================
It was a creed written into the founding documents that declared the destiny of a nation. Yes we can. It was whispered by slaves and abolitionists as they blazed a trail toward freedom. Yes we can. Yes we can. It was sung by immigrants as they struck out from distant shores and pioneers who pushed westward against an unforgiving wilderness. Yes we can. Yes we can. It was the call of workers who organized; women who reached for the ballots; a President who chose the moon as our new frontier; and a King who took us to the mountain-top and pointed the way to the Promised Land. Yes we can to justice and equality. (yes we can, yes we can, yes we can, yes we can...)
Yes we can to opportunity and prosperity. Yes we can to opportunity and prosperity. Yes we can heal this nation. Yes we can repair this world. Yes we can. Si Se Puede (yes we can, yes we can, yes we can, yes we can...)
We know the battle ahead will be long, but always remember that no matter what obstacles stand in our way, nothing can stand in the way of the power of millions of voices calling for change. We want change! (We want change! We want change! We want change...)
We have been told we cannot do this by a chorus of cynics who will only grow louder and more dissonant. We've been asked to pause for a reality check. We've been warned against offering the people of this nation false hope. But in the unlikely story that is America, there has never been anything false about hope. We want change! (We want change! I want change! We want change! I want change...)
The hopes of the little girl who goes to a crumbling school in Dillon are the same as the dreams of the boy who learns on the streets of LA; we will remember that there is something happening in America; that we are not as divided as our politics suggests; that we are one people; we are one nation; and together, we will begin the next great chapter in America's story with three words that will ring from coast to coast; from sea to shining sea - Yes. We. Can. (yes we can, yes we can, yes we can, yes we can, yes we can, yes we can, yes we can, yes we can...)
Import.flv (7.5 MB)
|  | habis baca postingan Jhajha yang k-d-r-t jadi pengen posting foto2 ini. "Andai dia istri anda, masih nekat menghajarnya?" "Andai dia pacar anda, masih nekat memukulnya?" "Andai dia anak anda, masih nekat menamparnya?"
iklan keren |
Barusan baca tulisannya kucingkembar tentang berita di New York Times berjudul "Clarification of Torah Doctrine" (Klarifikasi Doktrin Taurat) tentang penolakan sebagian Yahudi Ortodoks atas zionisme Israel. Linkintinya, mereka tidak mau kalo agama mereka diidentikkan dengan Israel dan zionisme : Therefore, we declare that the Zionist state of Israel is not the legitimate representative of our people. Our position on the ceding of land is quite simple: Any Jewish sovereignty over the Holy Land before the Messianic Epoch is sinful and sure to lead to tragedy. And it is certainly absurd to sacrifice even one human life for this illegitimate state.Saya tulis di sini karena teringat sebuah reply email yang isinya super anti segala yang berbau Yahudi *semoga Anda membacanya*
Membaca diskusi tentang bahasa Indonesia di Goodreads-nya Femmy, saya jadi mikir, sebenarnya cinta nggak sih kita dengan bahasa Indonesia? Atau lebih cinta bahasa asing? Banyak yang berpendapat bahwa bahasa Indonesia itu miskin kosa katanya, banyak kondisi atau rasa yang lebih mudah diungkapkan dengan bahasa asing. Padahal mungkin ada istilahnya dalam bahasa Indonesia, hanya kitanya saja yang kurang familiar..eh..mengenal kedalaman dan kekayaan kosa kata bahasa kita sendiri, sehingga akhirnya dipakailah bahasa asing. Kalau nggak salah ada buku yang judulnya "9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing"? Kalau iya, dan isinya seperti yang saya bayangkan berdasarkan judulnya, berarti bahasa Indonesia sedang dalam krisis identitas dong. Atau jangan-jangan bahasa asing di sini maksudnya sansekerta? Kalo itu, ya...agak maklum lah... Membaca tulisannya Fitri yang kebingungan dengan 'arti' baru kata 'secara' juga, saya jadi mikir, apakah bahasa Indonesia 'dikorupsi' oleh orang Indonesia sendiri? Saya tidak menunjuk siapa-siapa, bahkan menunjuk hidung sendiri. Ngaku deh, saya juga seringkali campur-campur bahasa Inggris, bahasa Sunda, dll untuk sesuatu yang sapa pikir lebih 'pas' diungkapkan dalam bahasa itu. Sekedar bahasa ngobrol, saya pikir sah-sah saja. Pernah juga mengobrol soal bahasa ini ketika berencana membuat buku merajut [ya Fit]. Saya pikir, setiap negara punya istilah merajut sendiri-sendiri, jadi kenapa juga kita tidak membuat istilah-istilah merajut dalam bahasa Indonesia, menjadi sesuatu yang mandiri, tidak ikut-ikut pakai knit-purl istilah bahasa Inggris. Ada protes-protes pastinya, menyatakan bahwa komunitas merajut di Indonesia sudah terbiasa dengan knit-purl, kalau membuat istilah baru malah pusing. Saya pikir semua yang baru perlu adaptasi, dan karena kita berbahasa Indonesia, kenapa tidak mencoba menggunakannya? Hhh...postingnya agustusan sekali ya?
Baru tau ada 'kehebohan' tentang lirik lagu Indonesia Raya setelah mbak Me posting link YouTube di milis WRM. Yang pertama terlintas adalah "watdehel?!!" Kenapa sih harus heboh segala. Seakan-akan ada konspirasi penghilangan 2 stanza Indonesia Raya. Padahal ya sodara-sodara, dua stanza itu engga pernah hilang atau disembunyikan. Di buku kumpulan Lagu Wajib yang ada di rumah saya sejak jaman SD, lagu Indonesia Raya memang ada 3 stanza itu. Cuma yang selalu dinyanyikan yang pertama aja. Dan itu kan nggak apa-apa...ya kan? Masalahnya apa...gitu loh. ...nggak perlu heboh lah pak Roy Suryo.... Pak Wapres nggak tau soal itu? Mungkin beliau nggak punya buku kumpulan Lagu Wajib. Kalo saya dan sodara-sodara saya, tau. Tau juga kalo ada lagu perjuangan judulnya Butsi. Nah...pak wapres nggak tau kan? Roy Suryo juga..?
Habis baca postingannya mbak Mamiek tentang keluhan seorang remaja putri yang ingin pakai jilbab tapi "mana mungkin karena berkecimpung dengan pekerjaan macho". Kesannya pekerjaan macho seperti nebang pohon [eh..nebang pohon macho ya?] tidak akan bisa dilakukan oleh perempuan-perempuan berjilbab. Aneh juga jalan pikirannya. Selama punya kemampuan untuk melakukannya, kenapa tidak? Berjilbab atau tidak, perempuan dan pekerjaan macho menurutku tidak perlu menjadi 'dunia yang berbeda'. Di masyarakat kita dikotomi seperti ini sudah mendarah daging. Paku, palu, cangkul, gergaji, cat = pekerjaan laki-laki, bukan pekerjaan perempuan. Ah, memangnya ada aturannya? Kalau memang perempuan yang bersangkutan mampu melakukannya sendiri, kenapa harus menunggu laki-laki? Untukku pribadi, itu seperti merendahkan kemampuan sendiri. Di rumah, haruskah menunggu suami pulang untuk mengganti showerhead yang bocor? Padahal belum tentu si suami juga ngerti soal pasang-memasang perpipaan. Atau mencangkul lubang baru di kebun untuk menanam pohon, atau untuk tempat sampah kompos. Atau memasang [assemble] furniture kiriman hasil belanja online. Siapa tahu malah kitanya yang lebih mengerti bagaimana caranya daripada si laki-laki yang ditunggu-tunggu untuk mengerjakannya itu. Yang penting kan soal bisa/ngerti atau tidaknya, bukan laki-laki atau perempuannya, atau juga bukan jilbab atau tidaknya. Makanya, aku suka nonton HGTV. Di sana tidak terlihat perbedaan laki-laki atau perempuan dalam "pekerjaan macho" seputar rumah dan kebun. Memaku, memalu, membor, angkut-angkut furniture, mengecat, cangkul-cangkul, tebang-tebang. Selama perempuannya itu bisa, dia kerjakan sendiri. I myself am a do-it-yourselfer. Kalo bisa dikerjakan sendiri ya sendiri aja. Apalagi di sini bayar tukang mahal toh. Besides, I like working with tools. Semua furniture di rumah yang perlu assembly, aku kerjain sendiri. Waktu pindahan dan furniturenya harus dibongkar, aku bongkar sendiri. Alat pertukangan di rumah, semuanya punyaku. Kalo jalan-jalan ke supermarket, selain liat-liat baju, mesin jait atau benang, juga lirik-lirik power drill. Jadi inget waktu beli platform bed bulan lalu. Si penjualnya bilang "Assembly fee is $40", 'wah mahal amat' jadi kita bilang aja "You have the written instruction, right? We'll assemble it ourselves". Si penjualnya kayaknya heran, terus liat kita berdua yang kurus-kurus kecil ini [dibandingin sama bawahan2nya yang berpotongan Schwarzenegger], terus bilang ke masbudi "You need tools, good tools to assemble this. Where do you work?" [mungkin maksudnya kalo masbudi kerjanya sebagai tukang -- which is impossible -- dia bisa ngerti lah kalo kita mau masang sendiri]. Yah kita bilang aja "We have tools" dan pergi meninggalkan mister Leo van Polandia itu berwajah ngga yakin. Dan ternyata, gampang-gampang aja tuh masangnya, . Pake power tools memang lebih cepet dan gampang, tapi pake obeng kembang biasa juga bisa, tapi dengan penuh perjuangan di tempat-tempat tertentu karena si sekrup rada susah masuknya. Sebetulnya bukan bisa atau enggaknya, tapi mau atau enggaknya. Kalo soal ini mah, banyak juga kerjaan yang aku serahin ke masbudi...karena males ga mau ngurusnya, bukan karena 'itu pekerjaan laki-laki'...heheheh..
Belajar Bahasa Spanyol VI : Important Verbs Tener [To Have and To Have To]
corresponds to descriptions of experience. Dalam bentukannya yg paling dasar, berarti "memiliki" / to have. Tengo un coche rojo[I have a red car] Mariela tiene un paraguas azul [Mariela has a blue umbrella] Konjugasi kata kerja tener
1.present tense [yo] tengo [tú] tienes [él,ella,usted] tiene [nosotros,nosotras] tenemos [ellos,ellas,ustedes] tienen
2. preterite tense [yo] tuve [tú] tuviste [él,ella,usted] tuvo [nosotros,nosotras] tuvimos [ellos,ellas,ustedes] tuvieron
3. imperfect tense ---> mengikuti pola konjugasi regular verb berakhiran - er [yo] tenia [tú] tenias [él,ella,usted] tenia [nosotros,nosotras] teniamos [ellos,ellas,ustedes] tenian
4. present perfect ---> mengikuti pola konjugasi regular verb berakhiran - er[yo] he tenido [tú] has tenido [él,ella,usted] ha tenido [nosotros,nosotras] habemos tenido [ellos,ellas,ustedes] han tenido
5. future tense ---> mengikuti pola konjugasi regular, dengan dasar diganti tendr-, bukan ten-[yo] tendré [tú] tendrás [él,ella,usted] tendrá [nosotros,nosotras] tendremos [ellos,ellas,ustedes] tendrán notes :1. Untuk menyatakan umur, bahasa spanyol menggunakan verba tener [seperti avoir dlm bhs prancis] : ¿Cuántos años tiene usted? [How old are you?] Tengo ___ años [I am ___ years old] 2. Tener juga digunakan sebagai "being with", menyatakan keadaan yg dirasakan oleh pembicara. misal : tengo calor --> I am [experiencing] heat --> I am hot tengo hambre --> I am [experiencing] hunger --> I am hungry 3. Konstruksi infinitif --> tener+que = "have to" + infinitive misal : Tengo que ir a casa [I have to go home] Ellos tienen que practicar cada dia [They have to practice every day] Latihan I have to drive the car. Tengo que conducir el coche.
You [formal] will have to go at four. Usted tendra que ir a las cuatros. They had to read the book [and did]. Ellos tuvieron que leer la libro. I have to dance with Fabian. Tengo que bailar con Fabian. You [informal] have to attend the wedding. Tienes que asistir la boda. Haber [To Have or To Be?]
it's the auxiliary verb "to have" that appears in the present perfect tense, remember? He sido, he cantado, has estado, han tenido...etc.. Salah satu penggunaan haber yg paling umum adalah dalam bentuk "impersonal 3rd person" present-tense form hay. Bisa digunakan u/singular maupun plural --> there is/are = ada. Penggunaan hay : 1. Ask questions characterized by existence : ¿Hay alguien aqui? [Is there someone here?] ¿Hay mucha gente en la entrada? [Are there many people at the door?] 2. State the existence of something Hay pan fresco en la cocina [The's fresh bread in the kitchen] Hay buenas escuelas publicas [There are good public schools] 3. State a broad "impersonal" obligation [lacking a specific subject, sometimes translated into English as "one"] in the form of hay + que + infinitive Hay que luchar por la vida [One must fight for one's life] Konjugasi kata kerja haber --> merupakan auxiliary verb, selalu membentuk perfect tenses. 1.present perfect tense + -ado/-ido [yo] ha [tú] has [él,ella,usted] ha [nosotros,nosotras] habemos [ellos,ellas,ustedes] han
Yo he terminado el trabajo [I have finished the work] 2. past perfect tense + -ado/-ido, haber is conjugated in the imperfect tense [yo] habia [tú] habias [él,ella,usted] habia [nosotros,nosotras] habiamos [ellos,ellas,ustedes] habian
Yo habia terminado el trabajo antes que salimos [I had finished the work before we went out] 3. future perfect tense + -ado/-ido [yo] habré [tú] habrás [él,ella,usted] habrá [nosotros,nosotras] habremos [ellos,ellas,ustedes] habrán
digunakan dalam situasi berikut : - to describe an action as something that "will have" occurred by a deadline of sorts. Yo habre terminado el trabajo para las dos [I will have finished the work by two] - to describe an action as something that "must have" occurred, though there is avery slight chance that it hasn't. Me habre equivocado [I must've been mistaken] Se habran olvidado la direccion, porque ya debian estar aqui [They must have forgotten the address, because they should have been here already] 4. conditional perfect + -ado/-ido [yo] habria [tú] habrias [él,ella,usted] habria [nosotros,nosotras] habriamos [ellos,ellas,ustedes] habrian
digunakan dalam situasi berikut : - expressing a future action sandwiched between two events. Usted me aseguro que habria pintado la casa antes de entregarmela.
You assured me that you would have painted the house before giving it to me. - expressing an action that failed because of some hindrance Yo habria terminado el trabajo, pero no tenia las herramientas adequadas.
I would have finished the work, but I did not have the appropriate tools. - expressing an expansive past probability, allowing for conjecture of approximation. Se habria enfermado [He must have been ill] notes :
untuk menerangkan keadaan "finished", selain menggunakan haber + terminado, juga dapat menggunakan kata kerja acabar [to finish] Ir [To Go]
| | present | preterite | imperfect | future | | [yo] | voy | fui | iba | iré | | [tu] | vas | fuiste | ibas | irás | | [el,ella,usted] | va | fue | iba | irá | | [nosotros, nosotras] | vamos | fuimos | ibamos | iremos | | [ellos,ellas,ustedes] | van | fueron | iban | irán | notes : - untuk present perfect menggunakan : haber + ido. He ido a varios conciertos [I have gone to various concerts] - pola ir + a + infinitif = to be going to. Voy a comprar una bicicleta [I am going to buy a bicycle] Iban a visitar el museo [They were going to visit the museum] Ire a ver los planes mañana [I intend on going to see the plans tomorrow] Saber vs Conocer [To Know] | | saber | conocer | | Yo | se | conozco | | Tu | sabes | conoces | | el, ella, usted | sabe | conoce | | nosotros, nosotras | sabemos | conocemos | | ellos, ellas, ustedes | saben | conocen | menggunakan saber untuk menyatakan fact or skill : - to know that ... - to know facts - to know information
menggunakan conocer untuk menyatakan familiarity : - to be acquainted with, or well versed in... - to know people [remember to include the personal a] - to be familiar with places and things
contoh : Yo se como llegar a tu casa. Yo conozco la ruta. I know how to arrive at your house. I am familiar with the way. Ella no sabe quien llamo [She doesn't know who called -- she doesn't have that information] Ella no conoce a la persona que llamo [She doesn't acquainted with the person who called -- she has never met that person]
Belajar Bahasa Spanyol V : Angka dan Waktu Cardinal numbers 1-15 | 0 | cero | 8 | ocho | | 1 | uno | 9 | nueve | | 2 | dos | 10 | diez | | 3 | tres | 11 | once | | 4 | cuatro | 12 | doce | | 5 | cinco | 13 | trece | | 6 | seis | 14 | catorce | | 7 | siete | 15 | quince | notes : - any number above uno requires the use of the plural form of the item - the actual numeral employed will not be in the plural form for quantities less than 200 misal : un sacerdote [one priest] una bebida [one drink] cinco dedos [five fingers]
angka sepuluhan | 10 | diez | 60 | sesenta | | 20 | veinte | 70 | setenta | | 30 | treinta | 80 | ochenta | | 40 | cuarenta | 90 | noventa | | 50 | cincuenta | | 16-29bisa dinyatakan dengan dua cara : | 16 | diez y seis = dieciséis | 23 | veinte y tres = veintitres | | 17 | diez y siete = diecisiete | 24 | veinte y cuatro = veinticuatro | | 18 | diez y ocho = dieciocho | 25 | veinte y cinco = veinticinco | | 19 | diez y nueve = diecinueve | 26 | veinte y seis = veintiséis | | 20 | veinte | 27 | veinte y siete = veintisiete | | 21 | veinte y uno = veintiuno | 28 | veinte y ocho = veintiocho | | 22 | veinte y dos = veintidós | 29 | veinte y nueve = veintinueve | 30-99
hanya bisa dinyatakan dengan cara "angka puluhan" + y + "angka satuan" misal : 36 = treinta y seis 48 = cuarenta y ocho 59 = cincuenta y nueve 81 = ochenta y uno Angka ratusan100 = cien 101-199 : ciento + angka puluhan [yg sudah dijelaskan di atas] misal : 116 = ciento dieciséis 131 = ciento treinta y uno 177 = ciento setenta y siete
Multiples of 100 are cientos --> combine the number of 100s with cientos 200 = dos + cientos = doscientos 300 = tres + cientos = trescientos 400 = cuatro + cientos = cuatrocientos 500 = cinco + cientos = quinientos 600 = seis + cientos = seiscientos 700 = siete + cientos = setecientos 800 = ocho + cientos = ochocientos 900 = nueve + cientos = novecientos Angka ratusan berikutnya, mengikuti pola : ratusan + puluhan + y + satuan. Huruf sambung "y" digunakan jika dan hanya jika ada puluhan dan satuan. misal : 447 = cuatrocientos cuarenta y siete
sementara 407 = cuatrocientos siete 440 = cuatrocientos cuarenta Hundreds/ratusan [tanpa jumlah yang spesifik] disebut centares[+de].misal : centares de personas [hundreds of people] Ribuan= mil. Bentuk mil ini tidak ada pluralnya. Meskipun lebih dari 1000, tidak ditambah akhiran -s. misal : 1.216 = mil doscientos dieciséis 2.331 = dos mil trescientos treinta y uno Seperti di Indonesia, angka ribuan dalam bahasa Spanyol dipisahkan dengan "titik", bukan "koma" seperti di Amerika atau Eropa lainnya. Koma digunakan untuk angka desimal. Juta dstmillón [million] mil millones [one billion] billón [one trillion] Ordinal Numbers | primer, primero | first | octavo | eighth | | segondo | second | noveno | ninth | | tercer, tercero | third | décimo | tenth | | quarto | fourth | undécimo | eleventh | | quinto | fifth | duodécimo | twelfth | | sexto | sixth | decimotercero | thirteenth | | séptimo | seventh | decimocuarto | fourteenth | uno menghadapi kata benda maskulin menjadi unmisal : un cocheprimero dan tercero juga begitu misal : el primer coche , el decimotercer coche Nama hari | el lunes | Monday | | el martes | Tuesday | | el miércoles | Wednesday | | el jueves | Thursday | | el viernes | Friday | | el sábado | Saturday | | el domingo | Sunday | kosa kata penunjuk waktu
| el año pasado | last year | hoy | today | | la semana pasada | last week | mañana | tomorrow | | anteayer | day before yesterday | el dia pasado manana | day after tomorrow | | ayer | yesterday | la semana próxima | next week | | este año | this year | el año próximo | next year | | esta semana | this week | | | Menanyakan hari/tanggal ¿Qué dia es hoy? [What day is it today?] Hoy es lunes [Today is Monday] ¿Cuál es la fecha de hoy? [Which is the date today?] Hoy es lunes, el catorce de junio [Today is Monday, June 14] De hoy en ocho es martes, el vientidos de junio [Eight days from today, it is Tuesday, June 22] Bulan dan Musim | enero | January | | | febrero | February | | | marzo | March | | | abril | April | | | mayo | May | [dibaca meo] | | junio | June | [dibaca hunyo] | | julio | July | [dibaca hulyo] | | agosto | August | | | septiembre | September | | | octubre | October | | | noviembre | November | | | diciembre | December | | | invierno | winter | | primavera | spring | | verano | summer | | otoño | autumn, fall | Menanyakan dan menyatakan jam
¿Qué hora es? ¿Qué hora son? [Jangan menanyakan el tiempo --> = weather] Es la una [It's one o'clock] Son las once [It's eleven o'clock] Son las doce en punto [It's twelve o'clock on the dot] bagian waktu dalam sehari : de la madrugada [of the early morning, until dawn] de la mañana [of the morning, until noon] de la tarde [of the afternoon/of the evening, before sunset] de la noche [of night, after sunset until midnight] Untuk menyatakan jam yang tidak pas/tepat [o'clock] : 1. menit 1 - 30 : ditambahkan ke jam yg dimaksud dengan "y" misal : 13:23 = la una y veintitres de la tarde [1.23 in the afternoon] 2. menit 31 - 59 dikurangi dari jam sesudahnya dengan " menos" [minus] misal : 5:49 = las seis menos once de la mañana [eleven before six in the morning] 3. menggunakan " media" [half] dan " cuartos" [quarter] misal : 13:15 = la una y cuarto de la tarde
1:30 = la una y media de la madrugada
13:45 = las dos menos cuarto de la tarde notes : - bahasa Spanyol menggunakan siklus 24 jam, bukan 12 jam. - untuk membedakan mañana [tomorrow] dengan mañana [morning], biasanya mañana yang artinya morning didahului kata sandang, yang tomorrow tidak.
Belajar Bahasa Spanyol IV : Berbagai Tenses Preterite Tensemengacu kepada satu kejadian di masa lalu --> simple past tense. Waktu yang dimaksud dalam preterite tense : - satu waktu atau tanggal tertentu Naci el 12 de junio de 1966 [I was born on June 12, 1966] - beberapa waktu yang terpisah dalam melakukan satu pekerjaan yang sama. Llamé cinco veces [I called five times] - durasi peristiwa tersebut En aquel año trabajé en el Cuerpo de Paz [In that year, I worked in the Peace Corps] Konjugasi 1. kata kerja berakhiran - ar [yo] -é [tú] -aste [él,ella,usted] -ó [nosotros,nosotras] -amos [ellos,ellas,ustedes] -aron
2. kata kerja berakhiran - er dan -ir [yo] -í [tú] -iste [él,ella,usted] -ió [nosotros,nosotras] -imos [ellos,ellas,ustedes] -ieron
3. kata kerja ser [yo] fui [tú] fuiste [él,ella,usted] fue [nosotros,nosotras] fuimos [ellos,ellas,ustedes] fueron
4. kata kerja estar[yo] estuve [tú] estuviste [él,ella,usted] estuve [nosotros,nosotras] estuvimos [ellos,ellas,ustedes] estuvieron
misal : [yo] canté ; [ella] aprendió ; [nosotros] vivimos Imperfect Tensejuga mengacu kepada simple past tense, tetapi waktu/durasi terjadinya tidak spesifik. Waktu yang dimaksud : - periode terjadinya tidak spesifik De niño, queria un caballo [As a boy, I wanted a horse] - peristiwa yang tidak tentu berapa kali terjadinya, misalnya suatu kebiasaan Cada vez que la veia, me sentia feliz [Each time I saw her, I felt happy] Konjugasi 1. kata kerja berakhiran - ar [yo] -aba [tú] -abas [él,ella,usted] -aba [nosotros,nosotras] -ábamos [ellos,ellas,ustedes] -aban
2. kata kerja berakhiran - er dan -ir [yo] -ía [tú] -ías [él,ella,usted] -ía [nosotros,nosotras] -íamos [ellos,ellas,ustedes] -ían
3. kata kerja ser [yo] era [tú] eras [él,ella,usted] era [nosotros,nosotras] éramos [ellos,ellas,ustedes] eran
4. kata kerja estar[yo] estaba [tú] estabas [él,ella,usted] estaba [nosotros,nosotras] estábamos [ellos,ellas,ustedes] estaban
misal : [yo] cantaba ; [ella] aprendía ; [nosotros] vivíamos Kata keterangan waktu yang sering digunakan dalam imperfect tense : | a la vez | at the same time | algunas veces | sometimes | | a menudo | often | a veces | at times | | cada dia | each day, every day | contadas veces | seldom | | de vez en cuando | once in a while | esta vez | this time | | frecuentemente | frequently | muchas veces | many times | | nunca | never | repetidas veces | repeatedly | | siempre | always | tantas veces | so many times | | toda la semana | all week long | toda la vida | whole life | Menggunakan preterite dan imperfect tenses dalam satu kalimat misal : A la vez que hacía la broma, sonrió [As he was tell ing the joke, he laugh ed] Membedakan penggunaan kedua tenses 1. Preterite - occurs as a single event- limited in the times it is performed - defined within specified time frames 2. Imperfect - an act that was customary in the past - an act that may be ongoing indefinitely - defined within broad frames misal : La cita comenzó a las diez de la mañana [The meeting began at ten in the morning] De niños comenzaban llorar cada vez que oyeron el trueno [As children they used to begin to cry every time they heard thunder] Present Perfect Tense
dibentuk dengan menggunakan kata kerja haber [to have] + bentuk lampau dari kata kerja utama. Menunjukkan suatu peristiwa masa lampau yang berkaitan dengan masa sekarang Peristiwa yang dimaksud dalam present perfect tense : - an immediate past No he comido porque acabo de llegar [I have not eaten because I have just arrived] - a past inhabited by the speaker Ultimamente he tenido mucho sueño [Lately I have been very sleepy] - information independent of time No he hablado con Maria [I haven't talked to Maria] - a psychologically or emotionally linked past He perdido a mi abuellita hace diez años [I lost my grandmother ten years ago] untuk kata kerja ser dan estar, bentuk present perfect diartikan "have been" Durante mi vida he sido estudiante y marinero [During my life I've been a student and a sailor] He estado [aqui] pro dos horas [I have been here for two hours] Konjugasi kata kerja haber [yo] he [tú] has [él,ella,usted] ha [nosotros,nosotras] habemos [ellos,ellas,ustedes] han
1. kata kerja berakhiran - ar ---> -ado
2. kata kerja berakhiran - er dan -ir --> -ido
3. kata kerja ser ---> sido
4. kata kerja estar ---> estado Future Tense
Peristiwa yang dijelaskan dalam future tense : - peristiwa yang pasti akan terjadi di waktu yang akan datang [= will happen] Viajaré a Londres en septiembre [I will travel to London in September] - peristiwa yang akan terjadi di masa depan dengan syarat kondisi tertentu Comeré almuerzo si tengo tiempo [I will eat lunch if I have time] Konjugasi 1. kata kerja berakhiran - ar, -er, dan -ir [yo] -é [tú] -ás [él,ella,usted] -á [nosotros,nosotras] -emos [ellos,ellas,ustedes] -án 2. kata kerja ser [yo] seré [tú] serás [él,ella,usted] será [nosotros,nosotras] seremos [ellos,ellas,ustedes] serán
4. kata kerja estar[yo] estaré [tú] estarás [él,ella,usted] estará [nosotros,nosotras] estaremos [ellos,ellas,ustedes] estarán
Conditional Tense
seperti bentuk bahasa Inggris "would+verb" Penggunaannya untuk : 1. it roots a future action to the past Manuel me dijo que llegaría antes de las tres[Manuel told me that he would arrive before three] 2. it allows for the hypothetical - with the implication that the conditional statement is unlikely. Te compraría un pasaje a Europa, pero perdi todo el dinero en Las Vegas[I would buy you a trip to Europe, but I lost all my money in Las Vegas] 3. it gives room for probability that is more expansive and may include conjecture or approximation. Serian las diez cuando la ví
[It might have been ten when I saw her] 4. it allows for a concession in light of a contrary view or experience introduced by pero [but]. Seria tacaño pero nunca me negó su ayuda[He might have been stingy but he never refused me his help] 5. it provides an alternative to the copreterite in expressing a courteous request. ¿Me dejarías usar tu teléfono?[Would you allow me to use your phone?] Konjugasi kata kerja berakhiran -ar , -er, -ir [yo] -ía [tú] -ías [él,ella,usted] -ía [nosotros,nosotras] -íamos [ellos,ellas,ustedes] -ían
Belajar Bahasa Spanyol III : "Ser" dan "Estar" Kata kerja " ser" dan " estar" keduanya sama dengan "to be" dalam bahasa Inggris. Tetapi ada perbedaan dalam penggunaannya. Ser Konyugasi verba ser untuk present tense [yo] soy [tú] eres [él,ella,usted] es [nosotros,nosotras] somos [ellos,ellas,ustedes] son
digunakan untuk menerangkan keadaan yang tetap / permanen misal : ¿Quién es usted? [Who are you?] Yo soy Maria Fernanda [I am Maria Fernanda] Soy profesora de matemáticas [I am a math teacher] Soy alta y rubia [I am tall and blonde] Soy de Chile [I am from Chile] 1. tempat asal / place of origin
misal : ¿De dónde es usted? [Where are you from?] Soy de Rusia [I am from Russia] ¿Es usted ruso? [Are you Russian?] Si, soy ruso/ Si, lo soy [Yes, I am Russian/ Yes, I am (it)] No, no lo soy [No, I'm not (it)] *lo = kata ganti, dijelaskan nanti 2. karakteristik fisik | alto | tall | | bajo | short | | bonito | pretty | | delgado | thin | | feo | ugly | | gardo | fat | | grueso | stocky | | hermoso | beautiful | | mayor* | older | | pelirrojo | redheaded | | rubio | blond[e] | | anciano | elderly | | bello | beautiful | | calvo | bald | | elegante* | elegant | | fuerte* | strong | | grande* | big, large | | guapo | handsome | | joven* | young | | moreno | dark-haired | | pobre* | poor | | viejo | old | *maskulin dan feminin Ser dan kata depan "de"Kata depan de sering dipergunakan bersama ser dalam menerangkan karakteristik personal. misal : Soy de buena familia [I am of good family stock] Ella es de Chicago [She is from Chicago] Soy de estatura mediana [I am of medium height] Eres de ojos claros [You are of light eyes/ You have light eyes] 3. menerangkan pekerjaan / occupation
misal : ¿Cuál es su profesión? [What is your profession?] ¿Qué hace usted? [What do you do?] Soy una actriz [I am an actress] 4. hubungan personalmisal : Carolina es la amiga de Estefi [Carolina is the friend of Estefi/Estefi's friend] Las dos estudiantes son grandes enemigas [The two students are great enemies] Marco y Juan son socios [Marco and Juan are friends/associates] Ellos son competidores [They are rivals] Elena es la hija de Sandra [Elena is the daughter of Sandra] 5. berhitungmisal : 2 x 2 = 4 dos por dos son cuatro
10 + 10 = 20 diez mas diez son veinte
9 - 2 = 7 nueve menos dos son siete
8 : 8 = 1 ocho dividido por ocho es uno Ser juga dapat digunakan untuk menyebutkan harga, sebagai pengganti costar [to cost] misal : El kilo de manzanas es doscientos pesetas [The kilogram of apples is 200 pesetas] La copa de vino tinto cuesta siete dolares [The glass of red wine costs seven dollars] Estar Konjugasi verba estar untuk present tense [yo] estoy [tú] estás [él,ella,usted] está [nosotros,nosotras] estamos [ellos,ellas,ustedes] están digunakan untuk menerangkan tempat dan keadaan sementara misal : ¿Como esta usted? [How are you?] Estoy muy bien, gracias [I'm very well, thanks] ¿Dónde es usted? [Where are you (located)?] Estoy en mi casa [I'm at home] 1. menerangkan keadaan fisik [pada saat tertentu]misal : Él esta cansado Ella está cansada Ellos están cansados Ellas están cansadas | asi asi | so-so | cansado | tired | | debil | weak | despierto | awake | | dolorido | in pain | dormido | asleep | | ebrio | drunk | enfermo | sick | | ileso | unharmed | limpio | clean | | mareado | dizzy | ocupado | busy | | palido | pale | sobrio | sober | 2. menerangkan keadaan mental [pada saat tertentu] | aburrido | bored | afectuoso | affectionate | | amable* | kind, amiable | ambicioso | ambitious | | amistoso | friendly | ansioso | anxious | | antipático | unpleasant | apacible* | pleasant, gentle | | atontado | stunned | avergonzado | embarrassed | | bondadoso | good, kind | cariñoso | loving | | celoso | jealous | cómico | funny | | contento | satisfied, happy | dificil* | difficult | | enfadado | disgusted | enojado | angry | | feliz* | happy | generoso | generous | | lleno [a] de vida | full of life | loco | crazy, outgoing | | maduro | mature, wise | molesto | annoyed | | nervioso | nervous | preocupado | worried | | sosegado | calmed | temeroso | fearful | | *maskulin dan feminin | 3. menerangkan tempat/posisi [pada saat tertentu]misal : ¿Dónde es usted? Estoy... - en Nueva York [in New York] - en la calle Sucre [on Sucre Street] - en la calle Sucre numero 1551 [at 1551 Sucre Street] - en el edificio de la O.N.U [in the UN building] - en casa [at home] - aquí [here] - acá [over here (in this general area)] - más allá de.... [beyond...] berikut ini beberapa preposisi yang dapat digunakan untuk menerangkan tempat | a mano derecha | on the right side | a la derecha de | to the right of | | a mano izquierda | on the left side | a la izquierda de | to the left of | | al fondo de | at/in the back of | al lado de | to the side of, next to | | abajo | downstairs | arriba | unstairs | | adentro | inside | afuera | outside | | cerca de | close to | lejos de | far from | | debajo de | under | sobre | over, on top of | | atras | in the back of | delante de | in front of | | detras de | behind | enfrente | in front [facing] | Tempat juga bisa berarti suatu posisi dalam suatu proses tertentu, misalnya : ¿En qué dia está en su dieta? [In what day are you on your diet?] Estoy en mi tercer dia [I am in my third day] Situational Preposition
Preposisi berikut ini sering digunakan bersamaan dengan estar : Con [with] estar+con digunakan untuk menerangkan kedekatan/jarak fisik ; misal : Estoy con el teléfono inalámbrico [ I am with the wireless phone] Estoy con mis padres [I am with my parents] atau mengekspresikan kedekatan religius/ideologi ; Está con Dios [He is with God] Está con los demòcratos [She is with the Democrats] atau untuk menerangkan pengalaman fisik, mental atau emosional [digunakan bersama kata benda yg menerangkan kondisi/keadaan] misal : Estoy con calor [I am hot] Estamos con hambre [We are hungry] Estoy con vergûenza [I am embarrassed] Contra [against] estar+contra digunakan untuk menerangkan kontak fisik atau penolakan terhadap suatu keadaan/ideologi. misal : Estoy contra la pared [I am leaning against the wall] Están contra la guerra [They are against the war] Estamos en contra del socialismo [We are in opposition to socialism] De [of,from] estar+de digunakan untuk menerangkan posisi fisik, mental, perubahan posisi, atau kondisi sementara. misal : Estoy de espaldas [I am lying on my back] Está de moda [It's in fashion] Estamos de pie [We are on our feet --> We are standing] Están de vacaciones [They are on vacation] Estoy de regreso [I am on my way back] Estoy de profesor [I am - currently acting as - the professor] Entre [between,among] estar+entre digunakan untuk menerangkan posisi fisik/mental/emosional. Biasanya berbentuk idiom. misal : Estoy entre dos personas [I am between two people] Estás entre amigos [You are among friends] Están entre la espada y la pared [idiom : They are between a sword and a wall = They are trapped]Estoy entre si y no [I am between yes and no = I am undecided] Para [for,to] estar+para digunakan untuk menerangkan kondisi/situasi yang sudah dipersiapkan, atau kecenderungan terhadap seseorang/sesuatu misal : Estoy para llegar a casa [I am about to arrive at home] Estamos para ir a la tienda [We are about to go to the store] Está para fiestas [He is generally open to parties] Por [for]estar+por digunakan untuk menerangkan pilihan/kecenderungan terhadap seseorang/sesuatu, atau kecenderungan untuk melakukan sesuatu. misal : Estoy por el presidente [I am in favor of the president] Estamos por los derechos humanos [We are for human rights] Estoy por ir al cine [I am in favor of going to the movies] Está por salir de la casa [He is about to leave the house] Están por ir a la tienda [They are going to go to the store] Sin [without]
estar+sin digunakan untuk menggambarkan kondisi tanpa objek yg disebutkan. misal : Estoy sin dinero [I am without money] Estamos sin dormir [We are without sleep] Estar dalam Present Progressive Tense
Untuk membentuk kalimat yang spesifik menggambarkan pekerjaan yang sedang dilakukan, digunakan estar+kata kerja. More or less like present continuous tense [is..-ing] in English. Konjugasi present progressive tense : - bentuk estar berkonjugasi seperti biasa : [yo] estoy, [tù] estás, dll - bentuk verba -ar --> -ando ; -er --> iendo ; -ir --> -iendo Misal : Michelle está escribiendo una novela [Michelle is writing a novel ; right now, not in general] Kapan menggunakan Ser dan Estar ? Ser digunakan untuk menerangkan : - profesi, pekerjaan, aktivitas - hubungan keluarga dan sosial lainnya - kepribadian/personality - karakteristik fisik/penampilan - kepemilikan - action pada saat sesuatu terjadi - asal-usul - waktu, jumlah, harga, dan angka
- konstruksi impersonal Estar digunakan untuk menerangkan : - situasi fisik - kondisi fisik - kondisi mental - penampilan sementara - akibat suatu tindakan - progress of an action
Belajar Bahasa Spanyol II : Present Tense Kata kerja [verb] Kata kerja dalam bahasa Spanyol dibentuk oleh dua bagian : kata dasar dan akhiran.
Kata dasar mengandung inti dan makna kata, dan akhiran merupakan penanda personal yang menunjukkan siapa yang melakukan pekerjaan itu dan kapan dilakukannya.
**more or less like arabic, eh?**
misal :
Camino [I walk] terdiri dari kata dasar camin- [dari caminar --> to walk] dan akhiran -o [menunjukkan subjek orang pertama tunggal dan present tense]
Kata dasar [infinitive]
En español, ada tiga akhiran yang menandakan bentuk kata kerja infinitif : -ar, -er, dan -ir.
Present tense
Present tense dalam bahasa Spanyol tidak persis seperti bahasa Inggris. Dalam bahasa Inggris kita mengenal simple present tense [mis : I walk] dan present continuous tense [I am walking]. Dalam bahasa Spanyol hanya ada satu bentuk present tense [ camino = I walk/am walking ]. Bahkan juga mencakup keadaan future tertentu.
Keadaan dimana diberlakukannya present tense : - An action that occurs now. misal : Camino a la parada de bus [ I walk/am walking to the bus stop] - An ongoing experience. misal : Fumo demasiado [I smoke too much] - A future act that will occur soon within a specified time frame misal : Empiezo el trabajo dentro de un mes [I will start the job within a month] - An act that you wish to convince yourself, or others, will occur. misal : Si encuentro un vestido rojo, lo compro [If I find a red dress, I will buy it]
Konyugasi/perubahan kata kerja present tense
1. Kata kerja berakhiran -ar
cantar [menyanyi]
[-o] [yo] canto [-as] [tu] cantas [-a] [el, ella, usted] canta [-amos] [nosotros, nosotras] cantamos [-an] [ellos, ellas, ustedes] cantan
2. Kata kerja berakhiran -er
aprender [belajar]
[-o] [yo] aprendo [-es] [tu] aprendes [-e] [el, ella, usted] aprende [-emos] [nosotros, nosotras] aprendemos [-en] [ellos, ellas, ustedes] aprenden
3. Kata kerja berakhiran -ir
vivir [hidup]
[-o] [yo] vivo [-es] [tu] vives [-e] [el, ella, usted] vive [-imos] [nosotros, nosotras] vivimos [-en] [ellos, ellas, ustedes] viven
catatan : kata kerja yang bisa mengikuti konyugasi di atas adalah kata kerja beraturan.
Vocabulary kata kerja [dasar] beraturan
| acudir | to frequent [a place] | | beber | to drink | | buscar | to look for | | caminar | to walk | | comprar | to buy | | cumplir | to carry out, keep | | discutir | to discuss | | estudiar | to study | | hablar | to speak | | recibir | to receive | | trabajar | to work | | aplaudir | to applaud, to approve | | contestar | to repond [to] | | debatir | to debate, to argue | | depender | to depend | | llegar | to arrive | | necesitar | to need | | transcurir | to pass, to elapse | | pagar | to pay | | preguntar | to ask | | remitir | to send | | sorprender | to surprise | | tomar | to take | | unir | to unite | | bienvivir | to live well | | confundir | to confuse | | cubrir | to cover | | decidir | to decide | | entrar | to enter | | interrumpir | to interrupt | | llevar | to carry, to wear | | ofender | to offend | | permitir | to permit | | preparar | to prepare | | resistir | to resist, to tolerate | | vender | to sell |
Latihan
abrir : [Yo] abro la puerta para entrar. I open the door to come in. deber : Nosotros debemos estudiar mejor. We should study better. caminar : Sandra y sus amigas caminan hacia la parada de autobus. Sandra and her friends are walking to the bus stop. asistir : ¿Ustedes asisten la universidad? Do you attend the university? estudiar : [Yo] estudio los fines de semana. I study on weekends. acudir : Carlos, ¿por qué [tu] acudes los restaurantes italianos? Carlos, why do you frequent Italian restaurants? prometer : Juan promete hacer sus tareas. Juan promises to do his chores. cumplir : Usted siempre cumple con sus promesas. You always keep your promises. aprender : [Yo] aprendo la lección. I am learning the lesson. beber : [Tu] bebes demasiado. You drink too much. buscar : [Ellas] buscan a la calle Main. They are looking for Main Street.
| |