dydy's posts with tag: sedih

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag sedih
Blog EntryRIP : ddy-day2day.blog-city.comJan 31, '08 11:11 PM
for everyone
Tanggal 1 Februari 2008 ini officially blog saya yang di blog-city (ddy-day2day.blog-city.com) ditutup. Hiks.. sedih juga ternyata, soalnya di situ tempat saya numpahin uneg-uneg dan cerita sejak awal 2004. Banyak kenang-kenangan, dari pertamanya nggak punya temen blog, terus ada Indres yang waktu itu di London sebagai temen blog pertama, terus nambah-nambah sampe banyak temen buat blogwalking, tempat jalan-jalan dan bertamu di dunia maya. *oh masa-masa itu*

Blog yang sempat 3 kali ganti header, menyesuaikan dengan pindahan lokasi yang punyanya, dan ganti mood juga. Pertama, header Middletown.


Header ini bergambar foto saya di depan salah satu gedung administrasinya Wesleyan University. Waktu itu belom punya digicam, ini hasil motret pake disposable camera 8 dolaran, terus discan dan dioprek di photoshop. I love this photo by the way.

Saya suka desain website yang bersih dan simpel, jadi saya pake latar putih, trus aksen warna pink buat printil-pri
ntilnya (warna kebaya pengantin saya dulu, warna eskrim rum raisin).


Header kedua, lagi ganti mood plus ketularan Elsa di Jepang yang waktu itu baru ganti layout blog, saya bikin header ini. Tapinya ga bertahan lama, soalnya ternyata saya ga suka. Terlalu logo perusahaan. Kurang personal. Cuma satu orang yang bilang suka, Otty yang waktu itu masih di California (sekarang di mana , Ty? Jakarta ya?)


Awal 2005, pindah ke Bethlehem. Bikin header baru. Sempet dipasang sih, tapinya kurang personal juga soalnya cuma foto pohon-pohon di belakang apartemen yang waktu itu gundul karena difotonya pas winter. Jadi kalo ga salah sih terus balik lagi ke header pertama. Ah lupa ketang.



Terus yang terakhir, setelah pindah ke New York, ganti lagi headernya. Judul headernya juga diganti nggak "ddy-day2day" lagi tapi "ddy in the city" *ah sok in the city pisan*. Fotonya hasil collage and retouch dong, ngambil dari foto-foto waktu saya yg waktu itu masih warga Connecticut jalan-jalan bareng mbak Dian sekeluarga ke New York summer 2004. Header ini sekarang masih terpasang, jadi header terakhir blog saya.


Postingan yang paling banyak dibaca ternyata postingan tentang jalan-jalan ke New York ini. Habis itu...postingan tentang Merajut (sampe beberapa bulan yg lalu masiiih aja ada yang posting komentar, minta info tentang merajut, padahal udah ada website merajut dot com gitu). Sementara postingan yang paling banyak komentarnya yaitu postingan tentang berita kehamilan..soalnya pengumuman di milis dong sama di MP juga. Isinya ucapan selamat dari temen-temen. Postingan yang kedua terbanyak komentarnya, postingan Blogchildren, soalnya isinya kontroversial lah, tentang privasi anak-anak di internet, jadi maklum.

Sigh...sori saya lagi mellow...bye bye bloggie...rest in peace ya...

ddy-day2day.blog-city.com — April 2005

kwaci dan kalah taruhan

Kemaren dari pagi kita pergi ke City of Bethlehem, ngurus soal pajak di taxpayer assistance center. Karena urusannya terpotong lunchtime, kita ke [main] public library dulu yang cuma terpisah 3 blok dari kantor pajak. Hmmm...asiikk...udah lama nggak ke sana. Di sana aku pinjem 3 buku watercolor painting, sama 9 CD musik. Padahal minggu sebelumnya kita udah pinjem buku dan CD juga lho di southbranch kalah taruhanlibrary. Waktu balik lagi ke kantor pajak dan ternyata  masih tutup, mas budi yang kasian liat aku kelaparan [hehe], ngajak ke toko snack di deket situ buat cari makanan pengganjal perut. Dan tau nggak yang aku temuin di situ.....KWACI BUNGA MATAHARI!!!! Hahaha....finally! Ketemu lagi deh. Dan kita beli deh 6 bungkus.

Setelah selesai urusan di kantor pajak, kita pulang ke kampus. Pas jalan ke tempat nunggu shuttle van, ketemu sama pemandangan aneh : seorang cowok brewokan, pake dress tanpa lengan, sambil ngerokok, dan di leher dan punggungnya tergantung tulisan besar : I STEAL BOOKS. Aku pikir tadinya "ni orang ngapain sih? is he crazy or something?" Pokonya menarik perhatian banget lah, pas jamnya orang-orang beres kuliah, di tempat yang paling rame di kampus lagi. Semua yang liat dia senyum-senyum aja. Akhirnya ada temennya lewat pake mobil dan teriak : "Hey Eddie, so I heard!" dan dia jawab "Yeah, I lost the bet!". Hahaha ternyata dia kalah taruhan. Serasa nonton film-film american college boys...eh..ini juga american college boys yah...Kocak banget sih hukumannya. Mau-maunya lagih, pake baju tanpa lengan gitu, padahal kemaren udaranya dingin loh, cuma sekitar 50C! Wahahah...kocak!

Published: Friday, 1 April 2005

Temen baru dan "kopdar" WRM USA

**Daylight Saving Time begins. Waktu dimajukan satu jam. Sekarang beda waktu Bethlehem-Bandung adalah 11 jam sajah**

Dari sejak hari Jumat turun hujan terus. Permukaan sungai pada naik, sampai ada warning banjir segala. Sungai-sungai airnya coklat kotor. Hujan yang turun kadang gerimis, kadang deras, malah tadi malem hujan derasnya ditambah angin kencang sampai kaca jendelanya pun basah kuyup.  Sampai sekarang pun masih hujan, tapi tinggal gerimis dan angin aja sih. Acara belanja hari Sabtu kemaren jadi ditambah acara berbasah-basah deh.

Setiap jamnya belanja, yang ikut shuttle van pasti orang-orang yang itu-itu aja : sepasang suami istri Rusia dengan anak perempuan mereka yang lucu banget, seorang cowok berlogat Eropa, seorang cewek berambut sebahu yang entah orang mana soalnya tampangnya kok kayak orang Indonesia gitu lho, dan terakhir kita berdua. Selama ini karena mereka udah saling kenal dan kita orang baru sendiri, jadinya ya hare-hare aja, masing-masing ngobrol sendiri-sendiri, kadang-kadang dengan bahasa masing-masing juga.

Kemaren pas lagi nunggu shuttle van ngejemput kita di Giant, si cewek berambut sebahu itu nyapa aku dan kita kenalan. Ternyata, dia yang selama ini aku pikir kalo nggak orang Meksiko atau orang Phillipines, ternyata adalah orang... Bangladesh!! Udah 2 orang Bangladesh yang aku kenal di sini dan keduanya mirip dengan orang-orang Indonesia. Tadinya aku pikir orang Bangladesh itu India banget gitu deh tampangnya, tapi ternyata enggak juga yah? Akhirnya kita ngobrol-ngobrol, dan aku juga cerita sama dia kalo aku nebak dia orang Phillipines. Dia ketawa aja dan bilang kalo selama di sini memang selalu dikira orang Latino, Phillipines atau Thailand etc. Sering katanya tiba-tiba ada orang ngajak ngomong Spanish dan dia bengong jadinya. Dari dia juga aku tau kalo keluarga yang selama ini aku pikir dari Rusia [aku taunya karena mereka ngomong "nyet" dan "da" kalo ngobrol antar mereka sendiri] itu ternyata adalah orang Armenia. Anak mereka lucu banget deh, pipinya gendut, matanya belo, rambut coklatnya dikucir dua, dan selalu dengan pink coat-nya. Dan cowok berlogat Eropa tadi, kalo nggak salah tangkep penjelasan dia, adalah orang Prancis. "Pokonya yang belanja pake van, ya cuma kita-kita ini, orang-orang yang nggak punya mobil. And you're the newest face around here" katanya lagi sambil ketawa.

Dia juga cerita kalo dia baru ngelahirin Januari kemaren, dan ibunya lagi ada di sini ngebantuin ngurus anaknya. Soalnya, suaminya masih di Bangladesh karena nggak dapet visa Amerika, mungkin karena semakin ketatnya pemberian visa untuk pria dari negara-negara tertentu, apalagi yang punya nama Muhammad kayak suaminya. Kasian deh, suaminya belum sempet liat anaknya sendiri sampai sekarang.

Oya, nanti malem mommies WRM yang di USA mau "kopdar" via telepon, pake teleconference. Nanti diupdate lagi ah setelah jam 10. Pasti rame..

Update====

Lumayan juga tadi yang ikutan "kopdar" [eh, bener koptel yah Yan?], ada mbak Me, mbak Liza, mbak Fanny, mbak Sofie, mbak Aas, mbak Anti, mbak Mamiek, Vena, Evi, Diana dan aku sendiri. Sempet keganggu disconnect beberapa kali, tapi terus lancar. Acaranya 2.5 jam, dari jam 9 - 11.30 pm ET. Kenalan masing-masing, trus nanya-nanya, ngobrol soal anak, soal sekolah, soal pulang ke Indonesia, dan lain-lain. Aku sih lebih banyak ngedengerin aja...sementara yang suaranya paling banyak kedengeran adalah...Vena..hehehe...maklum mantan penyiar ya Ven? Dan berhubung disini Eastern USA udah paling malem, hampir midnight nih, jadi sekian dulu. Dan terimakasih...mudah-mudahan bisa koptel lagi some other time, dan lebih oke kalo bisa kopdar beneran kali ya...

Published: Sunday, 3 April 2005

merajut [knitting] yuk!!

Berdasarkan request dari Susan, aku bikin posting tentang merajut deh. Oke, sebelumnya pendahuluan dulu yah.

Knitting adalah merajut dengan alat dua [atau lebih] jarum rajut atau knitting needle, menggunakan benang rajut yang relatif tebal, baik berbahan wol maupun katun. Cara ini tidak begitu dikenal di Indonesia. Mungkin disebabkan iklim Indonesia yang tropis, sehingga knitting yang memang biasanya menggunakan benang wol tebal untuk membuat syal atau sweater, tidak sepopuler crochet. Tetapi sebenarnya knitting memiliki fleksibilitas pola dan desain yang jauh lebih luas daripada crocheting. Ia hanya "kalah" dalam soal membuat renda halus.

Alat

knitting needle and yarnAlat yang digunakan adalah jarum rajut (knitting needle). Ukurannya mulai dari yang berdiameter 2 mm hingga 17 mm. Panjang dan bentuknya juga ada beberapa jenis. Ada yang lurus panjang dan berujung satu, persis seperti jarum pentul. Rata-rata panjangnya sekitar 10 hingga 14 inci. Ini biasanya digunakan untuk membuat sweater, tas, selimut bayi, dan lain-lain yang berukuran medium. Ada yang lurus pendek dan berujung dua (double pointed needle), biasanya digunakan untuk merajut benda-benda yang kecil seperti kaos kaki, sarung tangan, atau sepatu bayi. Selain itu ada juga circular needle, yaitu dua buah jarum pendek yang dihubungkan dengan kabel plastik sehingga dapat mencapai panjang 29 inci. Biasanya digunakan untuk merajut selimut yang lebar, atau sweater tanpa sambungan.

Teknik

purlknitTeknik dasar dalam knitting adalah knit dan purl. Knit [<---] adalah mengait benang dari arah depan, sementara purl [--->], adalah dari arah belakang. Knit menghasilkan tampilan seperti rantai vertikal, sementara purl menghasilkan tampilan seperti jelujur horizontal. Dua teknik dasar ini bisa dikembangkan menjadi bermacam-macam pola yang menghasilkan berbagai karya rajutan yang....OKE BANGET DEH AHHHH!!!

Cara

Yang pertama harus diketahui adalah "casting on" sebagai dasar rajutan. Cast on ini tidak dihitung sebagai baris pertama [row 1] dalam pola nantinya. Anggaplah sebagai fondasi. Cara membuatnya :
1. buat simpul :

membuat simpul [slipknot]

2.teruskan dengan membuat stitch [perhatikan arah gerakan needle yang ditunjukkan oleh tanda panah warna merah] :

membuat stitch untuk casting on

hasil cast onHasilnya kira-kira jadi begini. Teruskan membuat casting on sampai panjang yang dibutuhkan [biasanya diterangkan dalam pola, berapa cast on yang harus dibuat].

Oke, segini dulu ya...bersambung di postingan yang akan datang : Pengenalan knit, purl, dan pattern.

Ah kagok...terusin dulu deh...pengenalan knit dan purl. Secara umum, instruksi di sini untuk right-handed.

Knit

teknik knit

1. Setelah cast-on selesai dikerjakan pada satu needle, pegang needle tersebut di sebelah kiri. Sementara itu masukkan ujung needle kanan ke stitch pertama, dari arah depan.
2. Kait benang yang ada di belakangnya [istilahnya benang ini namanya working yarn]
3. Tarik ke arah depan melalui lubang stitch.
4. Benang yang dikait tadi dengan sendirinya akan berpindah ke needle kanan. Sementara itu jaga agar stitch kedua tidak sampai lepas dari needle kiri. Lakukan hal yang sama sampai semua stitches berpindah ke needle kanan. Pindahkan needle yang sudah penuh dengan stitches ke tangan kiri, lalu ulangi tahap-tahap di atas.

Purl
Perbedaan mendasar antara knit dan purl adalah, pertama, working yarn diletakkan di bagian depan, bukan di belakang seperti dalam teknik knit tadi. Kedua, needle dimasukkan dari arah belakang ke depan. Cara ngait-ngaitnya sih sama aja....

teknik purl

[all pictures are courtesy of theyarnco.com , learntoknit.com , helloknitty.com, marthastewart.com]

bersambung di postingan yang akan datang : Pengenalan pattern dan berbagai istilahnya.

Published: Wednesday, 6 April 2005

merajut [knitting] yuk!! [bag 2]

Setelah teknik dasar cast on, knit dan purl dikuasai, ada beberapa teknik lagi yang perlu diketahui seperti binding off [menutup/"mematikan" rajutan], increasing, dan decreasing [untuk pola-pola yang tidak lurus]. Disini nggak akan panjang lebar deh neranginnya, mending liat disini, lengkap berbagai cara binding off, increasing dan decreasing. Tenang...gambar-gambarnya termasuk yang paling jelas dan informatif kok..

Kita ngebahas pola dan berbagai istilahnya aja yah. Secara umum, pola akan memberitahu kita needle ukuran berapa yang harus digunakan, berapa stitches per inch yang dihasilkan, berapa gulung benang yang diperlukan dll. Polanya sendiri akan berupa singkatan-singkatan huruf dan angka yang mengacu pada teknik yang diberlakukan dan berapa kali pengulangannya. Misalnya : "*k1,p1,rep from *" artinya knit satu kali, purl satu kali, diulang dari tanda [*] terus sampai selesai satu baris.
Yang juga perlu diketahui adalah istilah right side dan wrong side. Right side, atau bagian luar/bagian yang akan ditampilkan, biasanya dalam bentuk knit [bentuk rantai vertikal itu lhoo...]. Wrong side, ya bagian belakangnya knit, alias purl. Tapi nggak selalu begitu, tergantung jenis stitches apa yang digunakan. Ada banyak jenis stitches yang reversible kok, pas buat bikin syal atau benda-benda yang kira-kira kedua permukaannya bakal keliatan.

Berikut ini beberapa jenis stitches yang standar dan simpel, dan reversible :
garter stitchseed stitchmoss stitchPaling kiri : Garter stitch --> knit all the way. Jumlah stitches per barisnya bebas.
Tengah : Seed stitch --> baris ganjil *k1, p1, rep from *. Baris genap *p1,k1, rep from *. Jumlah stitches per baris : genap.
Paling kanan : Moss stitch --> baris pertama dan kedua *k1,p1,rep from *. Baris 3 dan 4 : *p1,k1; rep from *. Jumlah stitches per baris : genap.
ribbing 2-2Dan masih banyak jenis stitches lainnya....liat aja di stitch library ini.
Oiya, satu lagi deh tekniknya : Ribbing, itu lhoo, yang bisa meral. Teknik ribbing ini bisa bervariasi, ada yang lurus 1-1, 2-2, ada yang diagonal, tapi intinya sih, bisa bikin meral... Penampilannya kira-kira kayak gini nih...

***

proyek pertama : syalPola-pola yang sederhana biasanya cuma berisi singkatan-singkatan seperti k [knit], p [purl], rep [repeat], bo [binding off], cont [continue], beg [begin], yo [yarn over]. Tapi kalau kompleksitasnya sudah naik, misalnya ada rendanya, ada bolong-bolongnya, dll semakin banyak teknik yang digunakan, sehingga dalam pola juga akan muncul singkatan-singkatan "aneh" seperti , psso, k2tog, k3tog, k2tog tbl, p2tog, dan lain-lain. Nah buat lebih jelasnya tentang singkatan-singkatan ini, dan gimana tekniknya, liat disini.

Hmmm...buat awal coba pola yang simpel aja deh. Coba bikin syal panjang lurus dengan teknik ribbing 2-2. Pertama, buat casting on berjumlah kelipatan 4. Setelah selesai, buat *k2,p2,rep from*. Seterusnya sampai tercapai panjang yang diinginkan.
Proyek pertamaku ya syal itu lah. Habis syal terus waktu itu bikin topi pet buat anaknya mbak Dian, terus bikin cardigan, dan terakhir bikin syal renda buat hadiah kawinannya Dyo. Proyek selanjutnya? Belom tau tuh, soalnya lagi tertarik sama yang laen sih..hehehe...padahal masih punya 3 gulung benang katun putih dan khaki, sama benang warna-warni sisa syal itu. Kepikiran mau bikin rompi putih bergaris khaki di bagian bawah...tapi belom ada mood...

Nah...udah dulu ya pelajaran merajutnya...silakan kalo mau praktek. Kalo ada pertanyaan, tanya aja. Nanti dibantuin nyari jawabannya...

[photos of stitches are courtesy of knitting.about.com]

Published: Thursday, 7 April 2005

cerita wiken : sabtu dan minggu

Sabtunya

Hari sabtu kemarin cuaca cerah, langit biru bersih tak berawan. Udaranya enak banget, seger kayak di gunung [padahal emang di gunung gitu loh]. It was a very lovely day.

Pagi-pagi kita hampir ketinggalan belanja, gara-garanya jam kita nggak matching sama jamnya sopir shuttle van. Untungnya masih sempet nyegat di depan rumah. Di dalem van ternyata ada penumpang "baru", ibu dan bayinya Samina [yang orang Bangladesh itu]. Mereka duduk di jok ketiga dari depan, tempat kita berdua biasanya duduk. Jadilah kita duduk di jok kedua, belakangnya supir, yang biasanya sih diisi sama keluarga Armenia itu tapi sekarang lagi nggak ikut. Sampai di Giant kita misah, belanja dulu di Dollar Tree. Di sana ketemu sama ibunya Samina. Aku yang nggak tau apakah orang-orang Bangladesh lancar berbahasa Inggris seperti orang India, akhirnya cuma ngangguk dan senyum aja sama ibunya itu. Habis dari situ aku sama mas Budi baru deh ke Giant.

Di Giant setelah keliling-keliling, ketemu lagi sama ibunya Samina. Eh...beliau yang ngajak ngobrol duluan. Ternyata bahasa Inggrisnya lancar. Hehehe...abisnya aku mah ngebandingin sama mamahku yang pasti lieur kalo disuruh ngobrol bahasa Inggris. Jadilah akhirnya kita ngobrol di tengah-tengah aisle, sama mas kwaciiiiiii!!!!!!!!!budi juga. Ceritanya si ibu mau pulang ke Bangladesh hari Jumat ini, ninggalin anak dan cucunya berdua di sini. Dia juga cerita tentang menantunya yang susah banget dapet visa karena namanya Muhammad. Saking asiknya cerita si ibu nggak liat kalo beliau ngehalangin orang bawa trolley yang mau lewat...hehe.. Nggak lama kemudian datanglah Samina sama anaknya, dan ibunya pamit duluan. Katanya, "Sekali-sekali maen ke apartemen kami ya..". Aku sama mas Budi ngelanjutin belanja lagi, dan lagi-lagi, nggak tau nih kayaknya emang lagi hattrick...kita NEMU KWACI LAGI!!!! DALAM BUNGKUSAN BESAAARRR!!!! hahaha...

Di luar, sambil nunggu shuttle van ngejemput, kita ketemu lagi sama keluarganya Samina. Aku nyamperin mereka, pingin liat bayinya dari deket. Ih...bayinya lucu, cewek, bulu matanya item dan lentik banget.
"What's her name?"
"Her name's Prakrito"...."Ummm...what? Say that again?"
Ibunya Samina ketawa, katanya "You should be able to say it"
Hehehe...iya sih. Nyebutnya sih bisa, cuma agak aneh aja ngedenger namanya, baru pertama kali. Kirain Prayitno gitu lho...
Terus ibunya [yang ternyata ramah banget ini] ngajak ngobrol lagi. Katanya, "I want to ask you this. Is it true that in your country a muslim must perform Hajj before they get married?"
Haaaa???? "No, of course not!" jawabku. Dapet ide dari mana yah?
"Because when I went to Mecca to perform Hajj, there were so many young Indonesian, even children. I just think one should have enough experience in life before they go perform hajj. That's why in my country mostly old people go to Mecca", katanya lagi.
Hihihi...aku senyum-senyum aja. Ya...mungkin ortunya punya cukup rezeki buat naik haji bareng-bareng anak-anaknya kali yah.
Aku bilang, "I just can't imagine if we have to perform hajj before we can get married. Maybe we still haven't got married today".
Oiya, kita juga ngobrol tentang Indonesia. Aku heran koq mereka tau Java, Borneo dll. Ternyata kata Samina kemarennya dia dan ibunya itu habis liat-liat di internet tentang Indonesia. Niat banget yah mau ngobrol ama aku ajah [hehehe geer pisan]. Aku juga pulangnya jadi penasaran dan liat-liatlah tentang Bangladesh. Ada website yang bagus kalo mau tau tentang Bangladesh.

si kali kecil ituhSorenya, tergiur dengan cuaca yang cerah dan udara yang enak, aku sama mas budi pergi ke sungai di belakang rumah. Sungai kecil, Saucon Creek, dangkal, lebarnya paling hanya 2 meteran, dan airnya jernih. Sebetulnya ada jembatan penyebrangan di belakang building 8, tapi rumah kita kan di building 1 gitu loh, males ke sana. Lagian, kita kan pingin kecipak kecipuk di air. So, kita nyebrang sungai itu sambil nenteng sendal. Airnya dingin dan seger. Aduuuh jadi inget waktu ke air terjun di kaki gunung Gede waktu kelas 1 smp, kemping di Puntang jaman kelulusan SMP, maen ke tempat kakeknya Melani di Sumedang waktu kuliah, dll. Intinya...jadi inget Bandung nu dilingkung ku gunung euy!! hiks hiks...

Di seberang sungai ada kebun jagung yang saat ini masih gundul dan ada jogging track mengelilinginya. Aku sama mas budi jalan kaki dan kadang-kadang adu sprint di sana. Nggak jauh dari situ ada lapangan-burung robinlapangan olahraganya Lehigh University. Ada lapangan football yang kosong, ada lagi lapangan lain yang kehalangan sama bukit kecil jadi ga keliatan. Tapi yang jelas di puncak bukit itu banyak orang lagi santai nonton sesuatu. Jadi mungkin lagi ada pertandingan di lapangan itu. Kita terus jalan mengelilingi kebun jagung. Ada sekelompok perumahan elite di sebelah baratnya. Rumah-rumah tidak berpagar dengan patio dan backyard yang luas, berumput hijau yang ditanami bermacam tanaman bunga,  menghadap ke kebun jagung. Disana-sini terlihat burung-burung American Robin berdada merah. Sekali-sekali ada segerombolan bebek-bebek terbang sambil berkaok-kaok. Aduuuuuh...pengen deh punya rumah kayak gitu. Ademmm gitu kayaknya.

pohon berpucuk merahSetelah melewati perumahan itu, kita sampe lagi di sungai tadi. Sambil main sebentar kecipak kecipuk di sungai itu, kita nyebrang lagi ke komplek rumah kita. Istirahat sebentar di bench sambil menikmati udara dan pemandangan. Beberapa pohon yang tadinya gundul sekarang sudah tumbuh pucuk-pucuknya berwarna merah. Pemandangan lapangan parkir di depan komplek apartermen kita jadi indah deh, dengan latar belakang pepohonan hijau dan merah. Sayang pohon-pohon di pinggir-pinggir sungai masih pada gundul. Kalau udah berdaun pasti pemandangannya jauh lebih indah lagi. Hmmmm....bener deh tinggal di sini enak banget suasananya, cocok buat yang pengen belajar dan cari ketenangan. Northeast USA itu indah lhooo....

Minggunya

Nggak kemana-mana sih hari minggunya. Cuma mau cerita kalo hari ini nyobain resep bakpao-nya Susan. Tapinya isinya diganti, bukan pake daging, tapi pake ragout seafood [clam]. Satu resep itu jadinya lebih dari selusin bakpao. Tapi masih penasaran, soalnya meskipun rasanya sih udah enak, penampilan bakpau karyaku ini nggak gitu bagus. Masalahnya aku nggak tau ngukusnya berapa lama...hehe..lupa nanya San. Udah gitu permukaannya kurang halus. Apa ngegilesnya kurang heboh? Kan kalo liat bakpao yang dijual di depan Gramedia jalan Merdeka itu, kayaknya empuk dan haluussss gitu lhooo...if you know what I mean....

Ada tips bikin kulit bakpao jadi halus?

Published: Sunday, 10 April 2005

pertukaran budaya

Hehe..jangan ketipu sama judul yah.

Ceritanya kemaren, aku bertamu ke apartemennya Samina. Aku bawa 4 buah bakpau buatanku itu ke apartemennya di building 4. Waktu aku pencet bel, Samina keluar dengan pakaian sari lengkap warna hitam dan merah, nggak lupa dengan bindi di dahinya. Wah, tumben banget pake baju bagus nih, mau ke mana? Ternyata lagi ada sesi pemotretan. Ya, betul, mereka manggil fotografer studio ke rumah buat motret Samina, ibunya dan anaknya Prakrito sebelum si ibu pulang ke Bangladesh. Untung acaranya udah selesai jadi aku nggak ngeganggu.

Setelah fotografernya pergi, baru deh kita bisa ngobrol-ngobrol enak. Ternyata ibunya nggak mau makan bakpau itu, soalnya apparently she doesn't think that clam is considered halal, while we do. Ya sudahlah nggak apa-apa, itu kan masalah kepercayaan masing-masing. Samina sih nggak masalah dengan itu, dia makan bakpaunya, malah katanya enak...hehehe.

Dan mulailah pertukaran budaya itu. Sambil ngobrol-ngobrol dan disuguhin rice pudding dan orange juice, kita ngobrolin berbagai macam tentang Indonesia dan Bangladesh. Samina sambil ngurusin Prakrito yang lagi rewel nggak mau minum susu. Si ibu yang ternyata adalah profesor biologi [genetika] di Bangladesh, cerita tentang sejarahnya pemakaian bahasa Bengali sebagai bahasa nasional Bangladesh, sejarah pemisahan diri dengan Pakistan, kenapa dia nggak mau pake bahasa Urdu, dll. Ngobrolin soal bahasa ini menarik banget lho, soalnya karena bahasa Indonesia dan Bangladesh sama-sama punya akar bahasa Sansekerta, jadinya banyak kata yang punya arti dan pengucapan yang mirip bahkan sama. Beberapa kata dalam bahasa Indonesia [I] yang sama dengan bahasa Bangla/Bengali [B] misalnya :
Istri [I] = Istri [B]
Suami [I] = Shami [B]
Putra [I] = Putra [B] tapi dibacanya putro.
dll....

Masih tentang bahasa ini, terutama soal nama, si ibu mengira di Indonesia banyak orang Hindu, karena nama-nama Indonesia [menurutnya] banyak mengambil nama Hindu. Beliau nanyain kalo Megawati itu orang Islam apa Hindu? Soalnya, katanya, Mega itu kan nama Hindu. Terus nanyain juga Soekarno dan Soeharto. Pokonya nama-nama Indonesia dibilangnya seperti nama-nama Hindu. Aku kan jadi bingung ngejawabnya waktu ditanya "nama kamu nama Hindu juga kan?" Ah si ibu...mana aku tau... Tergantung asal usul nama Diah Pitaloka putri kerajaan Kahuripan dong ah...
Pas aku ngejelasin kalo Soeharto itu diambil dari Soe [=bagus] dan Harto [=harta, wealth], dia ketawa-ketawa. Katanya "Hahaha...memang cocok ya, wealth-nya Soeharto memang berlimpah-limpah". Oiya, aku sempet juga gendong-gendong Prakrito yang lucu itu, yang ternyata namanya berarti "ordinary people".

Sekitar jam 1-an mereka mengundang aku makan siang di rumahnya. Aku mengiyakan tapi mau pulang dulu. Waktu jam 2 mas Budi pulang, kita sholat dhuhur bareng dan kemudian aku minta ijin balik lagi ke rumahnya Samina untuk memenuhi undangan makan siang. Setelah diijinkan aku pergi lagi deh. Di sana sudah tersedia masakan-masakan ala Bangladesh : pilau/nasi gurih [nggak tau namanya], kari ayam kering, rendang paru, dhal [lentil puree], semacam salad yg ada krimnya, dan....tumis pare. Sebelumnya mereka memperingatkan aku waktu ngasih tumis pare itu, katanya "it's bitter". Nggak tau aja kalo aku sebenernya suka...hahaha..

Setelah selesai makan dan sambil masih nerusin ngobrol, keluarga sepupunya Samina dateng dari New Jersey. Wah udah deh heboh bertaburan bahasa Bengali...jadi aku tau diri deh, aku pamit pulang aja. Si ibunya minta aku dateng lagi sebelum beliau pulang [aku lupa deh pulangnya Kamis apa Jumat yah].

Perbedaan itu menarik ya. Yang penting adalah saling menghargai, dan jangan sampai yang satu merasa lebih dari yang lain, seperti yang sering terjadi di mana-mana. Itu aja...

peace

Published: Tuesday, 12 April 2005

nama anak

Tadi malam sambil nonton film seri House,MD mas budi nyeletuk, "nama orang kok House/Rumah". [Well, sebenernya House itu nama belakangnya sih, nama si tokohnya sendiri adalah Gregory, meskipun panggilannya tetep House ]
Terus aku jawab "Temennya temenku ngasih nama anaknya Rumah lho mas"
"..."

Memang memberi nama anak itu hak prerogatif setiap orang tua. Umumnya orang tua akan memberi nama yang indah dan bermakna baik untuk anaknya, karena katanya nama adalah doa. Tapi tidak sedikit juga yang ngasih nama anak dengan nama-nama yang unik dan tidak biasa. Nama yang tidak biasa itu memang tidak buruk, tapi posisinya "over the edge" kalo kataku sih, salah-salah bisa jadi bumerang buat yang punya nama. Sebetulnya aku nggak ingin menghakimi siapapun, tapi kalau menurutku sih, dalam memberi nama anak itu yang pertama sekali harus dipikirkan adalah si anak yang akan menyandang nama itu seumur hidup. Pernah nggak membayangkan jika ternyata dengan nama "unik"nya itu anak kita diolok-olok teman-teman sekolahnya, atau malah mungkin sampai dia tua tetap diolok-olok karena namanya?

Aku ingat waktu wisuda dulu. Ada seorang wisudawan yang namanya Robinhood. Waktu namanya dipanggil, semua orang di satu gedung Sabuga tertawa! *aku lupa, aku ikut ketawa nggak yah?* Kebayang nggak sih perasaan dia saat itu? Kalo aku, jelas I wouldn't like it, being laughed at in front of everybody, at a very special occasion too!! Dan masih banyak cerita-cerita tentang nama-nama yang tidak biasa seperti Manifold, Beda Potensial, Hari ABRI, Disiplin Bersama, Nosmo King [eh ini sih bukan di Indonesia dink, tapi bener lho ada yg namanya Nosmo King *get it? No smoking*]. Yang suka baca buku-buku seri St.Claire-nya Enid Blyton pasti tau deh, soalnya selalu ada tokoh-tokoh bernama nggak biasa yang selalu jadi bahan olok-olok, seperti Alma Pudden yang "gendut seperti puding".

Anak yang namanya Rumah tadi, mudah-mudahan temen-temen sekolahnya baik-baik semua ya, nggak ada yang gangguin. Begitu juga dengan anak-anaknya Melly Goeslaw : Anakku Lelaki dan Pria Bernama...;)

Published: Wednesday, 13 April 2005

it doesn't seem real

Jam setengah 12 malam telpon berbunyi. Hampir nggak aku angkat. Pas diangkat ternyata suara kakakku, terbata-bata, mengabarkan "Papa pupus".

Padahal tadi aku masih sempat nelpon ke Bandung, dan kata mamah "Papa panas. Tidak bereaksi dari pagi". Kataku "Mah, bilangin Papa, tunggu aku pulang...".

Malaikat maut tidak mau menunggu aku pulang rupanya...

Inna lillahi wa inna ilaihi roojiuuun. Ya Allah ampuni dosanya, terima amal ibadahnya. Amin.

Ternyata pas datang saatnya, justru tidak ada firasat apapun.
*it still doesn't seem real*

in memoriam
Drs. Yusuf Yudiprawira
1942 - 2005

Sorry I never told you
All I wanted to say
And now it's too late to hold you
'Cause you've flown away
So far away
[one sweet day - mariah carey]

Published: Sunday, 17 April 2005

kesudahan yang baik

Terimakasih sebelumnya untuk teman-teman semua atas doanya untuk almarhum papa. Semoga doa-doa yang diucapkan ikut melancarkan perjalanannya dan melapangkan kuburnya.

Berat rasanya kehilangan salah satu orang tua, tanpa kita bisa berada di sisinya di saat-saat terakhirnya. Apalagi ketika satu-satunya penghubung, yaitu sambungan telpon, tidak bisa difungsikan secara maksimal. Begitu sedikit informasi yang didapat, jadi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Setidaknya itu yang aku rasakan kemarin. Setelah telfon dari kakakku, yang aku lakukan adalah sholat ghaib. Lalu setengah jam kemudian telfon mamah, tapi nggak banyak yang bisa ditanyakan, karena mamah banyak tamu, dan aku sendiri nggak bisa banyak bicara. Tapi mamah tabah sekali, malah beliau yang menenangkan aku. Kemudian karena sudah tengah malam, aku tidur, dengan perasaan bersalah, karena "Haruskah aku tidur di saat seperti ini?"

Besoknya, telfon lagi ke Bandung, juga mamah masih banyak tamu, tidak banyak info yang didapat selain rencana penguburan esok harinya karena masih menunggu kedatangan kakak-kakak dari luar kota dan negeri, meskipun akhirnya kakakku yang di Australia juga tidak bisa datang pada waktunya.

Jadi kemarin memang cukup berat buatku. Rasanya 'tertinggal' sendirian. Linglung, serba salah, dan tidak bisa melihat foto papa tanpa menangis. Mbak Iin, mbak Mamiek, makasih ya udah telfon pagi-paginya, tapi maaf nggak bisa saya angkat. Beruntung aku punya teman-teman yang sangat baik, yang memberi support pada saat susah seperti ini. Teman-teman milis We R Mommies, teman-teman blog, teman-teman dari Bandung dan Connecticut, semua mengucapkan simpati dan belasungkawa, serta mengirimkan doa. Sangat berarti buatku, dan sangat membantu aku melewati hari Minggu itu. Alhamdulillah setelah ngaji surat Yasin, Allah ngasih aku ketenangan hati.

Baru saja aku telfon lagi ke mamah, ingin dengar secara lengkap bagaimana papa saat meninggal. Subhanallah, kata mamah meninggalnya sangat tenang dan damai. Meninggal di pelukan mamah, dalam keadaan dibimbing mengucap dzikrullah, diiringi bacaan surat Yasin oleh kedua adikku. Katanya lagi, saat dimandikan tidak ada sedikitpun kotoran di badan papa.

Kesudahan yang baik. Alhamdulillah. Semoga doa kami anak-anaknya dan doa kita semua ikut mengantar papa ke tempat yang baik di sisi Allah. Amin.

Published: Monday, 18 April 2005

feeling better now

duapuluh tahun yang lalu

Sekali lagi terimakasih untuk temen-temen semua atas doa dan supportnya. Semuanya sangat berarti buatku dan keluarga.

This is a stage in life that everyone must experience and cope, sooner or later. Some sooner, some later. Yang pasti, Allah selalu memberikan yang terbaik bagi umatNya.

Thx guyz...I love you all...

Barusan nemu foto lengkap sekeluarga, 20 tahun yang lalu, pulang dari rumah sodara di Jakarta, mampir dulu di Telaga Warna. Lagi nyobain self-timer kamera tuh. Aku berdiri di depan Papa. Dua puluh tahun...lama juga yah...

*nostalgia mode on*

Published: Wednesday, 20 April 2005

squash

Mau nulis tapi belom ada ide...jadi yah ini deh beberapa cerita yang tercecer...

Kemaren-kemaren sempet beberapa kali nelpon ke Bandung. Lumayan deh bisa ngobrol sama banyak orang, adik-adiknya mamah, kakak-kakak yang di luar Bandung, ponakan, sepupu. Oya, pas hari Sabtu kemaren nelpon, lagi ada pengajian keluarga di rumah. Udah gitu kan ngobrol sama banyak orang. Pulsa telpon katanya masih bisa buat 2 jam, ternyata baru 1 jam dipake udah habis. Wah, losing minutesnya banyak banget nih...kartunya jelek euy...

Kakakku cerita seminggu ini mamah diajak jalan-jalan terus. Mamah selama ini nggak bisa kemana-mana karena harus ngurus Papa di rumah. Jadi biar sekarang nggak kesepian, sama kakak-kakak dan adik-adikku diajakin jalan-jalan ke mana-mana. Ke Cihideung liat-liat dan beli bunga buat di makam dan buat di kebun [mamahku seneng berkebun lho], makan di tempat-tempat yang belom pernah dicobanya, diajak belanja juga, dibeliin tas, kulkas [ha?? kulkas?? iya betul kakakku beliin kulkas baru]. Asik yah...nanti aku juga mau ngajak mamah jalan-jalan ah kalo pulang ke Bandung...

Oya, minggu yang lalu ibunya Samina pulang ke Bangladesh. Sebelum pulang aku sempet ngasih souvenir buat beliau : selendang batik Pekalongan, punyaku yang hampir nggak pernah dipake jadi masih bagus. Dan sebelum aku pulang ke rumah, tau nggak apa yang dikasih si ibu : sebuah pare dan squash. Hihi..soalnya katanya Samina nggak pernah masak di rumah, jadi daripada mubazir pare yang masih nyisa satu itu dikasihin sama aku yang memang suka squashpare dan suka masak...

Parenya baru sempet aku masak setengahnya 2 hari yang lalu, setelah minggu kemaren nanya-nanya dulu cara masaknya sama mamah. Tapi aku gak tau squash itu dimakannya gimana, sama apa... Squash itu apa sama dengan timun suri? Atau terong?Any idea?

Published: Sunday, 24 April 2005

Lagu Cinta

Wah...kenapa judulnya lagu cinta nih...ada apa? Nggak ada apa-apa koq...cuma memang lagi mikir tentang lagu cinta. Di latar belakang Celine Dion lagi nyanyi Then You Look At Me, soundtracknya Bicentennial Man. Terus pingin tau liriknya...

Laugh and cry
Live and die
Life is a dream we're dreaming
Day by day I find my way
Look for the soul and the meaning
Then you look at me
And I always see
What I have been searching for
I'm lost as can be
Then you look at me
And I am not lost anymore

Standar lah, lagu cinta isinya begitu. Tapi aku pikir, arti sebuah lagu cinta tergantung bagaimana si pendengar atau pencipta atau siapa aja lah, mencerapnya. "You" yang dimaksud bisa aja si significant other, bisa juga in a more spiritual way, a divine "You". Ingat beberapa hari yang lalu di satu milis, ada forwardan klarifikasi Dhani Dewa tentang albumnya Laskar Cinta yang dimuat di Republika. Mengutip tulisannya : "Mungkin di telinga sebagian pendengar lagu-lagu Dewa, cinta yang temaktub adalah sangat rendah maknanya, sangat duniawi, tapi bagi mereka yang cermat tentu akan menemukan ''cinta'' kepada-Nya. Ini dapat disimak dari lirik lagu Pangeran Cinta antara lain ''siapa yang masih tinggal dan eksis di saat semua ciptaan musnah", bukankah Dia Allah yang Hayyun Qayyum (QS. 55:27). Apresiasi akan sebuah hadis Rasulullah riwayat Imam Bukhari, juga telah mendorong penulis untuk menulis lirik lagu Satu. Demikian juga lagu Hadapilah dengan Senyuman adalah inspirasi dari sabda junjungan kita Muhammad SAW tentang mulianya sedekah dengan senyuman serta diilhami firman Allah tentang dosa putus asa (QS 12:87) ''

Lagu cinta bisa punya banyak makna, yang mungkin berbeda untuk setiap orang. Toh masing-masing punya hak untuk menerjemahkan dengan "kamus"nya sendiri.

*masih dengan Then You Look At Me di latar belakang....soalnya direpeat terus dari tadi...hehe*

Published: Wednesday, 27 April 2005

jajanan masa kecil

Beberapa waktu yang lalu [bulan kemaren deh kalo nggak salah], di milis We R Mommies lagi ngobrolin soal jajanan masa kecil. Gara-garanya aku penasaran tentang satu macam jajanan yang aku nggak tau namanya, "...rasanya manis, luarnya berlapis te

Beberapa waktu yang lalu [bulan kemaren deh kalo nggak salah], di milis We R Mommies lagi ngobrolin soal jajanan masa kecil. Gara-garanya aku penasaran tentang satu macam jajanan yang aku nggak tau namanya, "...rasanya manis, luarnya berlapis tepung, dan bentuknya kayak benang, serabut-serabut tipis gitu. Saya cuma inget kalo si tukang jualnya itu masukin satu adonan bening [gula?? dulu saya pikir madu] ke tepung, terus diputer-puter kayak bikin mie gitu, dan ga tau gimana jadilah si gulungan benang itu...". Tanggapan orang-orang waktu itu "Arumanis kali? Cotton Candy? atau Rambut Nenek?". Waduh bukan bukan bukan...yang ini bentuknya lemes kayak benang sulam gitu, warnanya coklat dilapis tepung.

Eh ternyata kata yang di Semarang, itu namanya gulali juga. Selama ini gulali yang aku tau, yang warnanya merah-ijo, bisa dibikin macem-macem bentuk [yang paling sering, burung yang ada mahkotanya] dan ditiup-tiup sama si emang [iiiih...geuleuh nya?].

Eniwei, obrolannya terus ngalor ngidul ngomongin berbagai jajanan masa kecil para ibu-ibu milis [berarti era akhir 70-80-an, maap ya buat yang taun segitu baru pada lahir...xixixi]. Gulali, cilok, cireng, gurilem, siomay SD Angela [terkenal loh], cakue, odading, es jolly [masih ada ga yah], surabi oncom, bandros asin, awug, ali agrem, jalabria, otak-otak, batagor, jagung pipil + kelapa + gula. Tambahin lagi ah.... kerupuk aci yg atasnya dikasih kecap, kerupuk merah [bondon?], lontong isi oncom, krip-krip, permen coklat liat yg bungkusnya merah [nggak tau merknya] dijual Rp 50/3 biji...

Tambahan: putu, terus jajanan jaman di SMP 3 : roti kukus, martabak mini, lumpia basah, goreng sukun [aduh enaaakkkk].

Apalagi ya? Tambahin dong. Oiya, yang punya foto-foto jajanan di atas....kirim ke aku dooong...pliiis...

Published: Friday, 29 April 2005


Blog EntryhmmSep 8, '07 11:40 PM
for everyone

..sedang merasa tertohok dari belakang...

kenapa tertohok....soalnya sepertinya yang menohok tidak sadar...
atau saya aja yang terlalu sensitif (kensitip kata anak lss mah..)

**jadi inget komik miss modern, bagian lionmaru ditusuk banyak "pisau" di punggungnya pas benio ngomel-ngomel ttg wajahnya yang kayak singa**

or maybe it's just jealousy...

oh stop...mikirinnya aja bikin sakit maag jadi kumat..

hhh...saatnya bebersih hati...


Blog EntryPergi satu persatu [in memoriam]Sep 11, '06 4:48 PM
for everyone

http://ddy-day2day.blog-city.com/pergi_satu_persatu_in_memoriam.htm

*postingan pertama di apartemen baru*

Tahun ini rasanya aneh. Mungkin bukan aneh, cuma terasa berbeda dan spesial karena banyak surprise, tapi rasanya kata itu yang paling pas. Tahun ini dapat surprise hamil, meskipun hamilnya dari tahun kemaren tapi baru ketahuan awal tahun ini. Tahun ini rasanya penuh energi buat berkreasi, menggambar, merajut, menulis, bikin website [well, at least setengah tahun ini, nggak tahu ke depannya]. Tahun ini melahirkan Aliefya. Tahun ini juga beberapa teman seumuran pergi satu persatu, inna lillahi wa inna ilaihi roojiuun. Surprise surprise.

Surprise satu. Bulan Juni dapat kabar Earie AR 95 meninggal kecelakaan dalam perjalanan Bandung-Garut. Dia teman satu kelompok waktu tugas akhir [aku TAnya turun angkatan, jadi bareng sama 95]. Dia teman satu pembimbing. Waktu itu dia merancang padepokan karate [dia memang atlet karate] dengan tema Arsitektur Jepang, sementara aku merancang gelanggang remaja dengan tema perilaku remaja, jadi kita milih pembimbing yang sama, pak Baskoro Tedjo yang memang menguasai tema arsitektur jepang dan arsitektur perilaku. Kapling TA kami sebelah-sebelahan. Dia sharing kapling pojok sama Hilal. Dari kapling itu paling sering terdengar lagu-lagu Koes Plus atau Iwan Fals dari koleksi mp3 komputernya. Tapi dia juga punya kaset-kaset Kitaro, cuma sayang jarang diputer :P. Kalo aku lagi suntuk sama gambar, aku suka nebeng main Minesweeper di komputernya "Rie, nebeng maen di komputer ya!" dan dia pasti ngasih, meskipun mungkin dia perlu komputernya buat ngetik laporan atau ngegambar. Baik banget emang..
Terakhir ketemu kalo nggak salah waktu nyebarin undangan pernikahanku, bareng Aching dan Viesta. Di warung baso [lupa namanya] deket Unisba, hasil usaha wiraswastanya.

Surprise dua. Awal Agustus ada berita dari Echa di milis kalo Ahmad Bakti alias Bakul EL 94 meninggal di Oman. Berita awal simpang siur tapi ternyata Bakul meninggal dalam kecelakaan saat berwisata, jatuh dari bukit saat mau ngambil foto. Lebih sedih lagi waktu tau kalau ternyata beberapa hari sebelumnya seharusnya dia sudah pulang ke keluarganya di Indonesia, tapi pending beberapa hari. Saat berwisata di waktu pending pulang itulah kecelakaan terjadi.
Aku lupa kenal sama Bakul gimana, mungkin karena dia sering bareng sama anak EL lain yang LSS. Yang jelas dari pertama kenal udah asik dan rame ajah ngobrolnya. Emang orangnya supel. Kalo ketemu, manggilnya bukan "Hey, Dy", tapi "Didi!" [kayak Nicky ato Yani kalo manggil aku..]. Yang aku inget dari Bakul, dia [cukup] suka musik klasik, soalnya aku inget pernah pinjem kaset musik klasik kompilasi dari dia. Lupa siapa komposernya, yang pasti salah satunya adalah sebuah pastorale [Beethoven kah? lupa]. Terakhir ketemu waktu masih suka keliaran di kampus..tahun2 terakhir kuliah...

Dua 'surprise' ini bikin feelingku rada ga enak. Meskipun nyadar bahwa siapapun bisa meninggal kapanpun, tapi rasanya aneh aja temen-temen seumuran seangkatan udah pada pergi. Beberapa kali dalam chatting sama temen2 aku singgung dalam obrolan.

ddy : Rasanya aneh ya, temen-temen seumuran udah pada pergi. earie, bakul..

Surprise tiga. Akhir Agustus saat sibuk-sibuknya mau pindahan dapet kabar kalo teh Inong koma di rumah sakit. Mungkin karena masih terbawa suasana dua surprise sebelumnya, feelingku bilang "...another one will go.." meskipun masih berharap bisa sadar lagi. Ternyata memang akhirnya teh Inong pergi juga. "Teman" yang cuma kenal lewat blog, lewat milis. Padahal dulu waktu teh Inong baru banget pindah ke Singapur, aku juga masih di sana. Malah teh Inong ngasih no telpon ngajak ketemuan. Sayang waktu itu lagi rungsing ngurus persiapan pulang ke US yang sedikit bermasalah, jadi boro-boro ketemuan, nelepon aja enggak. Sayang nggak sempat kenal lebih jauh...

ddy : Rasanya aneh ya, temen-temen seumuran udah pada pergi. earie, bakul..
viesta : Kita nggak pernah tau kapan dipanggil pulang...

Selamat jalan teman-teman...


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help