dydy's posts with tag: obrolan ibu-ibu

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag obrolan ibu-ibu
Blog EntryPerempuan dan Berat BadanJul 2, '07 7:10 AM
for everyone

"Ada apa sih dengan perempuan dan berat badan?"

Itu pertanyaan temenku [cowok] jaman kuliah dulu. Mungkin dia beneran nggak tau atau pura-pura nggak tau kalau berat badan itu hal sensitif buat cewek. Soalnya dia emang suka gangguin dengan pernyataan-pernyataan "Eh kok perasaan kamu jadi agak gendut sih?" [dan menangkap sinyal wajah sebel dari objeknya] atau "Eh kok kurusan sekarang?" [dan menangkap sinyal wajah senang dari objeknya].

Apa memang sensitif ya soal berat badan itu buat perempuan? Pengalaman pribadi, dulu ketika berat badan melonjak 10 kilo pasca ospek [hmm...heran...gara-gara ospek malah jadi gendut. Orang-orang mah diospek jadi kurus...] kerasa banget betapa pengennya nurunin berat badan. Padahal berat badanku setelah kenaikan 10 kilo itu masih dalam batas sehat. Alhasil berbagai jenis diet dicoba. Diet-diet yang ga teratur, ga sehat, dan ga ditunjang olahraga dan komitmen.....terang aja gagal semua. Berat badan naik turun terus. Habis gimana mau diet coba kalo makanan di rumah tiap hari enak-enak seperti misalnya sop tahu, tumis cumi, pais jeroan, soto bandung, bistik lidah, sambel goreng, tempe-tahu goreng panas ngebul... nyam..ga bakal deh bisa diet-dietan...

Dulu ada temen kerja yang dengan yakinnya bilang kalo "Dydy mah udah nikah nanti bakal gendut deh" [and he must bear my frown afterwards] soalnya mengacu ke berat badanku waktu itu [+pipi tentunya...sebagai indikator naik/turunnya]. Eh ternyata, sekarang malah kebalikannya. Saking kurusnya aku sekarang mau program menambah berat badan. Habisnya berat badan sekarang sama dengan berat badan jaman SMP...gila juga.. Semua celana panjangku jadi model hipster...
Turning pointnya sekitar taun 2002 waktu itu sakit bronchitis. Setelah sembuh beratku turun agak banyak, dan ga pernah balik lagi [kecuali waktu hamil dong ah]. Habis melahirkan juga cepet turunnya mungkin setres ajah ngurus anak sendirian. Tapi sekarang udah aga-aga keterlaluan ah kurusnya. Ga punya timbangan sih, tapi menilik ukuran celana dan ketebalan pipi kayaknya sih beratku sekarang di bawah 50 kilo...

Hmmm...by the way...apakah kata "gendut" itu insulting dan "kurus" itu flattering? Mungkin gara-gara settingan nilai di masyarakat yang mana kurus= indah, seperti juga cantik= kulit putih dan rambut panjang....:P


Blog EntryGagal atau Berhasil?Jan 16, '07 6:26 PM
for everyone
http://ddy-day2day.blog-city.com/gagal_atau_berhasil.htm

Sehubungan dengan pemberian ASI eksklusif 6 bulan, seringkali aku temukan [di blog, di milis] mereka yang merasa 'gagal' memberikan ASI eksklusif 6 bulan karena berbagai alasan. "Aduh saya nggak bisa ASI eksklusif, waktu itu kasih formula karena anu", "Sejak masuk kantor lagi ASI saya seret, terpaksa saya kasih formula. Sedih deh". Seorang teman pernah bercerita tentang anaknya yang belum 6 bulan tetapi dokternya menyarankan memberi makanan tambahan karena anaknya selalu terlihat lapar. Lalu katanya "Gimana dong, nanti program ASI eksklusifku gagal". Dan lain-lain.

With all due respect, aku pikir tidak perlu menilai diri gagal karena tidak memberikan ASI eksklusif 6 bulan penuh. Seakan-akan ASI eksklusif 6 bulan 'ternoda' dengan satu dua kali memberi formula padahal setelah 6 bulan pun si ibu tetap berkesempatan memberi ASI. Ah tidak perlu seperti itu. Susu formula juga bukannya tidak baik, dia juga mengandung gizi lengkap, meskipun ASI tetap lebih baik. Di sini aku mengutip pendapat Joan Meek, M.D [editor-in-chief buku New Mother's Guide to Breastfeeding dari American Association of Pediatrics] "What I try to tell mothers is, obviously, the more they breastfeed, the better. But the baby is going to get some benefit from any amount of breastfeeding. For example, nursing for three or four months may still give a baby a year of protection from ear infections."

Bukankah lebih baik dan lebih positif menilai diri "berhasil memberi ASI eksklusif selama sekian bulan" dibandingkan "gagal memberi ASI eksklusif selama 6 bulan"?. And it will lift many mothers' hearts.

Bagi yang bisa menyusui bayinya secara eksklusif hingga 6 bulan, selamat, that's great. Tapi bagi yang tidak, tidak perlu kecil hati. Selamat, Anda sudah berhasil menyusui bayi Anda secara eksklusif selama sekian bulan.



Blog EntryMenyusui di depan umumOct 11, '06 5:53 PM
for everyone

http://ddy-day2day.blog-city.com/menyusui_di_depan_umum.htm

Waktu bulan pertama, karena sempat 2 hari hanya diberi formula, jadi Aliefya lumayan kenal sama botol, dan nggak menolak kalo dikasih ASI dalam botol kalo lagi keluar rumah, misalnya kalo lagi ke dokter. Kan waktu awal-awal lumayan ke dokternya seminggu sekali. Ke sini-sininya, jadwal ke dokternya makin jauh. Dua minggu, sebulan. Makin nggak pernahlah dia nyusu dari botol. Jadi begitulah, sejak usia hampir 2 bulan Aliefya nggak suka minum susu dari botol, meskipun isinya ASI. Maunya langsung dari pabriknya.

Memang sebetulnya lebih enak begitu ya, ibunya nggak perlu repot memeras ASI, simpan di kulkas [mending kalo punya kulkas, kalo ga punya?], memanaskannya [dengan benar], dan satu tangan bisa bebas [kalo pake botol kan satu pegang bayi, satu pegang botol]. Ada sih yang bilang kalo pake botol yang nyusuin bisa orang lain, si ibu bisa sedikit bebas. Iya kalo ada orang lain, ada neneknya, sodara2, kalo enggak? Apalagi kalo bapaknya kerja seharian sampe malem, pulang cape bawa kerjaan pula. Tetep aja ibunya yang kasih susu.

Yang kemudian jadi "repot", urusan menyusui di depan umum. Repot berusaha memenuhi kebutuhan anak sambil tetap menjaga "private part". Mau menyusui "di mana aja", risih buka-bukaannya, belum lagi pandangan orang-orang sekitar. Beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta katanya sudah menyediakan fasilitas nursing room [dengan tingkat kenyamanan berbeda-beda]. Sisanya? Cari tempat "sembunyi" dulu. Di sudut-sudut sepi, bahkan di toilet.

Dulu waktu masih gadis, memang rasanya risih liat ibu-ibu nyusuin bayi, bare-breasted. Apalagi di angkot yang sempit surempit. Tapi setelah ngerasain jadi ibu yang harus siap menyusui di mana aja, jadi merasa bersalah. Ternyata memang repot ya. I should've understood her situation. Mungkin pikirnya, daripada anak nangis, mending buka susu. Penumpang lain sama terganggunya, tapi at least anak saya hepi.

cover babytalk agustus 2006Jadi inget kontroversi cover majalah parenting Babytalk edisi bulan Agustus kemaren, yang menampilkan foto bayi lagi nyusu di dada ibunya. Jadi timbul kontroversi karena menampilkan sebagian payudara si ibu di cover itu. Heran ya, padahal cover-cover majalah fashion atau majalah gosip seleb juga sering menampilkan bagian yang sama [malah kadang dalam porsi lebih banyak], tapi yang ini diprotes sementara mereka enggak? Padahal yang ini ditampilkan sesuai fungsinya yang paling mulia : sebagai sumber makanan anak. Ah sudahlah. Eniwei, kontroversinya bisa dibaca di sini. Ada yang langsung menyobek covernya, ada yang menyebutnya menjijikkan, tapi tidak sedikit yang mendukung. Katanya sih, menurut survey mereka, salah satu yang membuat ibu-ibu berhenti memberi ASI buat anaknya, karena reaksi negatif orang-orang terhadap ibu menyusui di depan umum. "57% of Americans disapprove of women breastfeeding in public". Kalo aku sih kira-kira seperti si ibu ini yang bilang : "I'm totally supportive of it (nursing in public)-- I just don't like the flashing,".

Biasanya ibu-ibu menyusui yang aku tau, selalu pake kemeja atau blus berkancing depan, biar gampang dibuka. Tapiiiiiiii....berhubung aku benci sama kancing, jadi koleksi kemejaku nggak banyak. Kebanyakan kaos-kaosan. Kalo pake kaos kan musti diangkat buat nyusuin, perutnya keliatan dooong. Tapi alhamdulillah, karena udara udah mulai dingin, bisa pake baju lapis-lapis. Jadi sekarang kalo pergi-pergi, selalu dalemnya pake baju yang mudah mengakses "pabrik susu", baru dilapis kaos. Jadi kalaupun harus dibuka, perutnya nggak kemana-mana. Enaknya lagi, karena pake kerudung, seperti punya penutup "built-in" untuk menutup dari arah atas.

baju menyusuiSebetulnya sekarang banyak baju yang bisa dipakai menyusui di depan umum, tanpa harus banyak buka-bukaan. Produk-produk nursingwear menyediakan baju-baju dengan discrete nursing opening, sehingga payudara tidak akan terlihat saat menyusui. Di sini misalnya produk Motherwear, yang contoh nursing openingnya bisa dilihat di gambar ini. Bukan promosi...cuma contoh hehe... Memang nursingwear biasanya harganya lebih mahal, tapi I think it's worth the price. Nggak perlu repot bawa selimut atau scarf untuk nutupin. Aku baru punya satu baju dengan nursing opening khusus seperti ini. Tapi belom tau rasanya, soalnya berupa dress, dan belom pernah dipake keluar. Tepatnya belom pernah dipake keluar saat Aliefya perlu disusuin.

Di Indonesia ada nggak sih produk nursingwear kayak gini? Kalo belom ada....bikinlah wahai para produsen baju...untuk mendukung program menyusui. Banyak kok yang beli...banyakk...hehe

Tapi tetep aja sih meskipun pake "nursingwear", nggak lalu berani nyusuin di mana aja. Tetep we cari tempat duduk di tempat yang agak sepi. Di ruang periksa dokter pernah, di ruang tunggu klinik, di taman, di kursi tunggu subway platform, di toilet juga pernah [untung toiletnya bersih dan ga ada yang ngantri...hehehe]. Kalo di dalem subway mah ga berani ah. Temenku dong, nyusuin di atas motor yang lagi jalan. Top dah. 


Blog EntryBelum juga...Jul 23, '06 6:12 PM
for everyone

Dulu kalo denger orang hamil udah bukaan sekian, saya selalu mikir "wah, udah waktunya ke rumah sakit". Ternyata setelah ngalamin sendiri, nggak begitu ya ternyata? Yah, namanya juga pengalaman pertama, banyak surprisenya...

Sejak dikasih tau udah bukaan 2 - 3 itu, jelas dong saya menunggu-nunggu kontraksi dateng. Barang-barang yang mau dibawa ke rumah sakit sudah siap, carseat segala macemnya juga. Kamis...nggak ada...cuma mild contraction sekali-sekali, nggak teratur. Jumat juga begitu. Sabtu sore terasa ada kontraksi teratur berjarak 10 menit sekali selama lebih dari sejam, meskipun tetep bukan kontraksi yang kuat. Ah, masih selang 10 menit...nanti aja kalo udah 5 menit. Tidur dulu ah ngantuk. Eh...bangun tidur kontraksinya hilang...Lho..kemana kontraksinya? Padahal kepala bayi udah kerasa turun terus...menuh-menuhin bagian bawah. Ditunggu sampe malem..nggak ada juga. Ya udah.

Hari ini perasaan sih kepalanya udah makin turun...tapi tetep nggak ada kontraksi yang kuat dan teratur. Cara-cara yang katanya mempercepat kontraksi udah dijalanin, jalan kaki, jongkok-jongkok, makan es batu, dll. Belom berhasil juga. Sekarang mau nyoba makan kurma, kan mengandung oxytocin yang katanya memicu kontraksi...

Kalo hari ini nggak keluar juga, besok pagi saya disuruh midwifenya USG ke Manhattan untuk memonitor bayi dan melihat kerja plasenta. Sukur-sukur kalo habis itu langsung kontraksi ya...biar ga usah pulang lagi. Jalan udah susah sekarang hihi...kayak kuda nil..


Blog EntryCerita SemingguApr 18, '06 1:20 PM
for everyone

http://ddy-day2day.blog-city.com/cerita_seminggu.htm

Seminggu ga ngisi blog...habis lagi asik ngerajut sih. Memanfaatkan benang sisa bikin syalnya Dyo dulu [eh bukan sisa juga sih, soalnya masih ada 3 buntelan besar benang]. Tadinya sih mikir-mikir bikin sesuatu buat adek bayi, tapi dipikir-pikir benangnya benang katun yang agak kasar, enggak cocok ah buat bayi. Jadi akhirnya bikin tas aja. Udah 60 % sih sekarang. Minggu ini lah beres.

Seminggu ini ngapain aja? Let's see...hmm.. Kamis minggu kemaren periksa kehamilan. Ehh...katanya hasil tes darah minggu sebelumnya ternyata aku anemia dan gula darahku tinggi. Sepertinya kena gestational diabetes. Padahal aku kan ga suka makan manis-manis. Kebanyakan makan bapau sama pisang bakar kali ya. Harusnya sih sehari setelah tes darah pertama itu aku tes lagi, tapi mungkin karena waktu lab-nya nelpon nggak diangkat-angkat, jadi aja resultnya baru tau waktu cek obgyn. Hehe..jadi langsung dibikinin appointment buat Jumat besoknya deh. Besoknya diperiksa lagi gula darahnya. Kali ini yang musti diambil darah tiap jam selama 3 jam setelah minum cairan gula itu lho. Jadi we nongkrong di ruang tunggu lab dari jam 8 sampe jam 12 sambil kelaparan dan dengan tempelan bandage di mana-mana. Untungnya bawa 'bekel' rajutan, jadinya ga bosen di sana. Di sana ketemu sama sesama ibu hamil, orang Cina kayaknya, sama-sama hamil 7 bulan. Katanya [lagi-lagi] " You're 7 months too? So small!!". Sampe bosen deh dibilangin gitu. Padahal ya...yang ngomong orangnya kecil mungil dan hamilnya juga ga gede-gede amat sih. Tapi katanya dia udah naek 35 lbs [16kg] sementara aku baru 22 lbs [10 kg].

Karena kemungkinan diabetes itu, aku disuruh ngurangin gula dan karbohidrat. Ganti menu deh sekarang makannya, ngikutin sampel diabetic diet yang dikasih dari rumah sakit. Sekarang lebih sering makan kentang daripada nasi. Ngurangin intensitas makan roti [biasanya kalo lapar di antara waktu makan, aku makan roti isi]. Terus kata ibuku yang udah pengalaman ngurusin orang diabet, katanya makan bengkuang buat nurunin gula darah. Ubi juga bisa [ga ngerti juga, padahal ubi kan manis ya]. Ngurangin intensitas makan pisang bakar [huhu..padahal baru kemaren nemu lagi itu pisang bakar, langsung beli 4 kotak. Biasanya 3-4 hari udah abis]. Enggak boleh minum jus buah, ganti jadi vegetable juice. Hiks sedih sedih. Tapi demi lah.. Mudah-mudahan gula darahnya bisa turun dan dikontrol, dan baby-nya enggak kena pengaruh jeleknya.

Sabtunya...biasa..ke Manhattan. Ke mana lagi kalo bukan ke....library!!! Buatku the coolest place to hang out in Manhattan bukan restoran atau bar atau club atau mall. Definitely library or park. Jadi pagi-pagi jam 10 ke library sementara masbudi ngajar. Sekitar jam 3 makan siang dulu di restoran Pakistan sebelahnya mesjid sebelum sholat dhuhur. Eh, ketemu orang Indonesia di situ. Makannya tepat di belakangku. Sempet ngobrol sebentar di luar restoran sebelom misah. Habis sholat terus kita ke Herald Square, tadinya pengen ke Macy's soalnya ada pameran bunga di sana. Tapi karena hari itu long weekend dan cuacanya incredibly warm malah cenderung panas, midtown Manhattan penuuuuh. Dan di tempat-tempat sekitar pusat perbelanjaan [termasuk Macy's tentunya] dibanjiri turis. Males banget ga sih jalan-jalan sambil senggol-senggolan... Nggak jadi deh liat pameran bunganya.

Minggunya, istirahat di rumah. Cape ah jalan [kaki] wae. Jalan ke park deket rumah sebentar, menghirup udara segar dan menyerap vitamin D.

Seninnya, belanja. Nyobain make cek WIC yang baru didapet. Lumayan dapet susu, telor, keju, dan juice gratis. Wah pokonya jadi orang hamil di sini dimanja deh. Senang. Mudah-mudahan lancar terus ya sampe ngelahirin nanti. Eh, nanti ngelahirinnya di rumah sakit yang sama dengan Gwyneth Paltrow ngelahirin anak keduanya kemaren. Jadi kalo diitung pake Six Degrees of Separation, aku sama Gwyneth Paltrow nanti cuma 1 degree : sama-sama ngelahirin di Mount Sinai Hospital Manhattan. Hahaha lucu.

posted Tuesday, 18 April 2006



Blog EntryDikira ga ngasih makan....hiksMar 31, '06 9:53 AM
for everyone

Kemaren waktu sholat di mesjid 29th st, ketemu ibu-ibu Arab yang ramah dan ngajak ngobrol tentang kehamilan.

"Are you pregnant? Alhamdulillah"
"Yes, I'm 6 months pregnant"
"6 months? It's so small!"

itu pas sebelum sholat jamaah dimulai. Setelah beres, eh ibu-ibu itu yang memang sholatnya di sebelah saya, colek-colek lagi [padahal saya lagi ngedoa gitu lho].

"Didn't you go to a doctor?"
"I did"
"Your pregnancy is so small. Why don't you eat nutritious food?"
**WHAT!!!!**
"It runs in the family...."

Hwaaa....dikira enggak ngasih makan makanan bergizi ke baby.... Si ibu ini harus baca tulisannya mbak Iin di homepage WRM. Memangnya harus menggelembung...

Btw, memangnya hamil saya kecil? nggak kerasa udah masuk bulan ke 7...:P

ralat : saya bingung ngitung bulan sama minggu. tepatnya baru lewat 24 minggu. tapi ga berarti udah masuk bulan ke 7 ya? hmmm...



Blog EntryI stand corrected....Mar 18, '06 11:35 AM
for everyone

http://ddy-day2day.blog-city.com/i_stand_corrected.htm

...soalnya ternyata setelah diperhatiin...selain perutku ada yang menggelembung juga...itu lah bagian you know where, yang normal kalo ikut-ikut ngegedein. Baru ngeh kemaren waktu mau ke dokter "waduh koq mulai ga cukup yak?". Dan lebih ngeh lagi waktu lagi nunggu USG di waiting room-nya Mount Sinai Manhattan dan ngeliat banyak ibu-ibu hamil *koq kayaknya lebih cocok disebut 'adek-adek hamil' abis kayaknya masih remajaaa banget gitu...* yang beneran kayak dibilang Dita, cuma perut doang yang nggelembung kayak orang cacingan. Bagian you know wherenya juga kecil... Nah jadi ternyata hamilku ga kecil juga kan..

Hari kamis kemaren ke dokter lagi, eh..midwife dink sebenernya bukan dokter. Periksa periksa ternyata udah naek lagi 7 lbs [3 kilo-an]. Total jendral udah naek 16 lbs [7 kiloan]. Waktu aku nanya "Do I gain enough weight?" katanya, "Just a little, but enough. But then again, you started a little underweight for your height". Lagi-lagi dibilang underweight...tapi kan masih mending daripada dibilang malnourished alias kurang gizi...betulll??. Ngebandingin ama archive week-to-week nya Astri, naeknya lebih banyak aku ternyata Tli [week 22]. Terus katanya lagi nanti ngelahirinnya bakal di Manhattan, soalnya Mount Sinai yang di Queens nggak ada divisi labor & delivery [divisi tenaga kerja dan jasa pengantaran? hahaha]. Aduh gaya pisan babyku...anak metropolitan, sementara ibunya lahir di puskesmas Kiaracondong dan bapaknya di puskesmas Pare...

Pulang dari klinik, kita pergi......hunting baju hamil!!! Ternyata susah juga. Mau spring malah susah cari baju tangan panjang. Ada yang panjang, eh tipis bahannya. Baju hamilnya banyaknya kalo ga kutung, tangan pendek, atau tangan 7/8. Yauudah diakalinnya beli kaos tangan panjang trus beli yang kutung-kutung deh. Beruntung kita nemu toko baju murah meriah di Herald Square. Bukan...bukan Macy's...itu mah out of our range. Ini mah di toko sebelahnya. Isinya sepertinya baju-baju made in China...tapi malah lucu-lucu. Banyak jual baju bayi juga. Nah enak kan sekarang udah tau musti ke mana kalo mau beli-beli.

halo ibuuuuuBesoknya waktu pergi USG ke Manhattan, salah satu baju hamilnya dipake. Sekalian eksperimen, pengen tau bener ga kalo pake baju hamil orang-orang di subway bakal berbaik hati ngasih tempat duduk. Dan ternyata sodara-sodara....GAK NGARUH! Di subway yang penuh itu [pagi-pagi sih, waktunya orang ngantor], ternyata orang-orang yang duduk terlalu sibuk baca koran atau dengerin iPod sambil merem...jadi tetep aja aku bediri antara 5 station. Untung cuma 5 dan abis itu ganti kereta. Di yang ini...eh sama juga! Ga ada yang ngasih tempat duduk. Untung ga terlalu penuh, jadi setelah lewat 1 station, dapet tempat duduk. Jadi bertanya-tanya nih, emang aku ga keliatan hamil, ato gimana ya? Udah pake baju hamil gitu loh, jalannya juga udah megal megol. Tapi emang sih kalo dibandingin "adek-adek hamil" yang tadi itu, aku ga keliatan hamil. Soalnya mereka pada pake kaos ngepas badan, jadi ya jelas keliatan hamil. Ya sudahlah...

Daripada mikirin tempat duduk subway yang ga dikasih-kasih, mending liat foto USG. Babyku ngedadahin..."Haloo ibuu..." Baru merhatiin ternyata petugas USGnya salah nulis nama. Ketuker sama orang lain bow. Masa aku jadi Mrs Rodman!!!!!!

posted Saturday, 18 March 2006


Blog EntryDo you want to know the gender, Mam?Mar 2, '06 8:03 PM
for everyone

http://ddy-day2day.blog-city.com/do_you_want_to_know_the_gender_mam.htm

usgBarusan pulang dari rumah sakit, ceritanya habis diUSG untuk pertama kali. Dari family clinic tempat aku periksa waktu itu, aku direfer untuk periksa USG ke RS pusatnya di Upper East Side Manhattan hari ini, tanggal 2. Eh taunya pas hari ini gitu ya ada snowstorm. Untungnya sih snowstormnya nggak separah bulan kemaren itu yang gila-gilaan. Saljunya cuma dikit, nggak terlalu berangin, tapinya nyampur hujan. Ya udahlah mau gimana lagi. Masa set up appointment lagi. Udah enak-enak diset-upin sama obgynku waktu itu...

Anyway, berangkatlah kita di tengah hujan salju. Lumayan lah salju mah ga terlalu basah. Eh taunya nyampe Manhattan ganti jadi hujan. Basah dan becek deh. Nyampe ke RS jam 12.30. Setelah register dll, aku ceritanya mau nunggu sampe waktu appointmentnya yang jam 1.30. Eh alhamdulillah kata petugas USGnya aku bisa langsung dicek ga perlu nunggu.

Dan berikutnya....dikasih 'tontonan' asik : ngeliat si baby for the first time....Setelah selama ini cuma tau detak jantung dan tendangannya. Wajahnya, idungnya, mulutnya, tangannya, kakinya, jempolnya...wehehehe. At some point, si petugasnya nandain sesuatu dan nulis "xy". Aku udah langsung nebak..."pasti xy itu maksudnya cowok". Abis itu dia nanya "Do you want to know the baby's gender, Mam?".... "It's a boy, isn't it?" kataku. Hehe..ketauan atuh ibu....kan udah ditulis xy. Dan setelah alat pendeteksinya kuralang-kuriling di perut, petugasnya ngeliat sesuatu lagi dan ngomong "It's definitely a boy", sambil nunjuk sesuatu yang 'ngacung'. Wahaha lucuuuu.....

So...it's a boy. Harus nyari nama baru nih.

Ini foto USGnya. Bagian yang 'ngacung' disensor yak, biar si baby ga malu nanti udah gedenya.

*bisa liat kan tulisan "boy" di kiri atas?*


Blog Entrystay at home wifeApr 25, '05 11:27 AM
for everyone

"Sehari-hari ngapain aja?"
"Saya di rumah aja mbak, keluar paling sekali-sekali aja bareng suami"
"Ooooh..."
*bisik-bisik* "kasihan ya.."

Kasihan? Kenapa kasihan? Kadang-kadang orang terlalu cepat menyimpulkan suatu keadaan tanpa tahu hal yang sebenarnya. Seorang teman kebetulan tidak bisa ikut datang ke pengajian karena suaminya sedang bekerja. Di pengajian tersebut ternyata beberapa orang membicarakan betapa "kasihan" dia karena "dikekang" suami. Lagi-lagi...."kasihan"? Dikekang? Apa iya begitu?

Setiap rumah tangga punya aturan sendiri-sendiri, yang mungkin tidak sama antara keluarga yang satu dan keluarga yang lain. Suami yang satu mungkin tidak masalah kalau si ibu sering di luar rumah, sementara suami yang lain ingin istrinya di rumah saja. Nah, selama sang istri tidak keberatan..kenapa tetangga-tetangganya harus keberatan?
"Kamu kok mau dikekang?" kata mereka
"Lho mbak, saya nggak merasa dikekang kok"
"Tapi kamu dikekang tuh namanya kalo disuruh di rumah terus...Kalo aku bisa stress tuh"
"Saya nggak keberatan kok mbak, dan saya nggak stress, toh di rumah juga banyak yang bisa dikerjain. Mengerjakan hobi, membaca buku, "bertemu" dengan teman-teman lewat telpon dan internet, mempelajari hal-hal baru, disamping yang pasti memasak dan mengurus rumah. Banyak kok kerjaan saya, meskipun belum punya anak..."

So, never underestimate a stay at home wife. They may know a lot more things than you do, and they may enjoy it while you think they don't.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help