dydy's posts with tag: living in nyc

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag living in nyc
Blog EntryKebun-kebun keren di BronxJun 2, '08 1:23 AM
for everyone
(sayang kamera rusak, nggak bisa mengabadikan pemandangan-pemandangan indah)

Dalam selang dua hari, saya (+suami dan anak) mengunjungi dua kebun keren di Bronx.

Pertama : Hari Kamis, kami mengunjungi Wave Hill Gardens di Riverdale.

"Wave Hill is a 28-acre public garden and cultural center in the Bronx overlooking the Hudson River and Palisades. Its mission is to celebrate the artistry and legacy of its gardens and landscapes, to preserve its magnificent views, and to explore human connections to the natural world through programs in horticulture, education and the arts."

Sebetulnya udah lama pengen ke sini, karena si bapak dan si anak seneng sama bunga. Tapi biasa lah, si bapak sibuk terus, baru bisa setelah libur summer. Sebetulnya dari deket rumah, tepatnya dari stasiun terakhir subway #1, ada shuttle van setiap jam lewat sepuluh menit menuju Wave Hill. Tapi berhubung nggak jelas si van ini ngetemnya di mana, jadi kita ketinggalan. Ternyata si van ngetem di tempat parkir Burger King. Akhirnya kita ke sana naik bis.

Jalan menuju Wave Hill Gardens ini ternyata jalan kecil tanpa trotoar untuk pejalan kaki, jadi harus hati-hati supaya nggak kesenggol mobil. Soalnya kadang-kadang yang masuk ke situ bukan cuma mobil-mobil kecil, tapi juga bis rombongan.
Tiket masuk untuk orang dewasa $6, tapi ada diskon untuk student. Kalo hari Rabu, gratis.

Harusnya ke sana pas spring ya, biar bunga-bunga lagi pada mekar. Tapi banyak juga yang baru mekar summer. Tapi secara umum sih yang kita liat kemaren adalah hijau-hijauan. Buat penggemar tempat-tempat adem, teduh, dan hijau-hijau, di sini pas deh. Banyak kursi-kursi santai. Bisa buat berteduh atau malah berjemur. Tentunya berjemurnya nggak bisa sembarangan (nggak kayak di Central Park bisa buka-bukaan). Yang kemaren berkunjung ke sana banyaknya orang-orang tua dan anak-anak.

Satu milestone : Aliefya pertama kali mau jalan di atas rumput. Biasanya ga mau kakinya kena rumput.

Kedua : Hari Minggu, kami mengunjungi New York Botanical Garden.

Speechless. Hijauuuuuuuuuuu di mana-mana. Teduh. Pemandangan indah, biarpun bunga yang mekar sudah banyak yang layu, dan yakin nggak sebanyak pas spring.
Lagi ada exhibition Darwin's Garden : An Evolutionary Adventure, dan patung-patung Henry Moore.
Tiket sama dengan Wave Hill, malah kalo penduduk Bronx dapet diskon lagi sedolar. Oh tapi kalo mau tiket yang All Gardens Pass (termasuk exhibitions, beberapa garden yang nggak gratis, dan keliling pake tram) bayarnya $20.

Oiya, di sana ada kebun mawar yang harumnya kecium sampai 200 meter....

dydy
penikmat kebun keren

p.s : foto-foto tentunya dari websitenya masing-masing...

Blog EntrySeniman subwayMay 1, '08 1:59 PM
for everyone
Kemaren waktu naik subway R menuju Elmhurst dalam rangka nganterin Tarlen jalan-jalan ke craftstore Michaels, makan di Minang Asli, dan belanja di Topline, kita ketemu sama salah satu seniman yang sering beraksi di subway-nya New York. Kalau biasanya seniman subway ini berupa pengamen --> nyanyi, main musik, atau kadang-kadang breakdance, kali ini kita ketemu seniman gambar. Seorang pemuda kulit hitam yang ramah.

Dia menawari orang-orang di subway yang duduk di sekitarnya untuk digambar. Menggunakan marker abu-abu, dengan cepat 'sret sret sret' dia mulai membuat sketsa. Waktu kita datang, dia sedang membuat sketsa seorang pemuda bertopi di seberangnya lengkap dengan gitar yang dibawanya. Menarik banget deh ngeliatnya. Sambil menggambar dia ngobrol dengan seorang wanita setengah baya yang sepertinya barusan digambarnya juga, dan cerita kalau sodaranya yang juga pernah digambar sama dia, titip salam.

Setelah gambar si pemuda selesai, si seniman menawari saya dan Aliefya yang waktu itu lagi tidur, untuk digambar. "Ok!" saya bilang. Dia mulai sketsa lagi. Sret sret sret. Saya ngeliat dia ngegambar sambil nggak bisa nahan senyum. Suka sih ngeliatnya. Setelah selesai dan diparaf, dia nulis sesuatu di belakangnya, dan gambar itu dikasih ke saya.

Tulisan di belakangnya ternyata "Please tip if you like". Oooo...tadinya saya pikir dia gagambaran sebagai having fun, ternyata ngamen juga. Tapi ngamen jenis ini saya suka : interaktif, personal, tapi tetep nggak maksa. Si pemuda yang tadi udah kasih tip. Waktu saya mau ngeluarin dompet, eh...si seniman turun "This is my stop," katanya. Sayang juga, padahal saya rela hati banget ngasih tipnya.

Hasilnya? Lumayan.



New York itu menarik.

Photo AlbumProspect Park, Brooklyn (7 photos)Apr 21, '08 2:39 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
kayak Central Park...cuma lebih sepi

Photo AlbumTerjebak Paus Benediktus (4 photos)Apr 21, '08 1:33 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Pulang dari Brooklyn, kita tertipu peta subway. Di peta 'tampaknya' ada jalan tembus dari stasiun subway F 63rd and Lex ke stasiun subway 59th and Lex. Ternyata enggak ketemu. Jadi kita keluar ke jalan untuk kemudian menuju 59th street. Nyampe 62nd st...lho....jalan diblokir polisi! Ternyata oh ternyata, Paus Benedict mau lewat (tapi ga jelas lewatnya kapan, kata pak polisi sih "in a few minutes" tapi ga lewat-lewat...). Alhasil banyak orang yang terjebak di situ, padahal cuma mau nyebrang, termasuk kita. Bingung dong, soalnya yang diblokir adalah 62nd street dan Park Avenue, padahal pilihan kita kalo ga ke 59th, ke Central Park, dan jalan ke dua-duanya terblokir.

Sambil nunggu iseng-iseng motret kembang...

Ada yang ngerayu-rayu polisi biar bukain blokiran "Pak, pak, saya cuma mau nyebrang ke situ lho". Ada yang ngomel-ngomel sendiri "Gua ga mau dikira nungguin Pope lewat".
Eh akhirnya karena ga lewat-lewat, ada polisi baik hati bukain blokiran di perempatan Park and 62nd, khusus buat yang mau nyebrang. Hehehehe...lega deh ga jadi terjebak.

Hari ini jadwalnya Paus Benedict ke site WTC dan ngasih misa di Yankee Stadium. Memang tadi siang pas kita lewat Yankee Stadium, di pintu masuknya menyemut orang-orang yang ngantri mau masuk stadium. Dan pulangnya, subway 4 arah uptown yang biasanya melompong setelah stasiun Yankee Stadium, hari ini penuh sesak dengan umat Katolik. Banyak suster berjubah pula.

I love the happiness and eagerness I saw in those people's faces. Suasananya seperti sebelum dan setelah konser Raihan, muka-muka excited dan bahagia dan damai...

ReviewReviewReviewReviewReviewJava Indonesian RijsttafelApr 21, '08 12:52 AM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location: 455 7th Ave, Brooklyn 11215
Asli saya ga tau di Brooklyn ada restoran Indonesia. Yang ngasih tau malah orang Connecticut!

Jadi ceritanya teman keluarga kami, salah satu sesepuh orang Indonesia di Connecticut, bu Dahlia (sama suaminya, pak Yitno), beberapa hari yang lalu nelpon, katanya mau ke New York. Tepatnya ke Brooklyn. Katanya temen beliau mau ngadain syukuran, dan beliau mengundang kami untuk datang juga. Sebetulnya kita sungkan sih tadinya, diundang ke acaranya orang yang belum kita kenal. Tapi karena udah satu setengah tahun nggak ketemu beliau, dan menghormati undangannya, jadi datenglah kita ke sana.

*Akhirnya....setelah hampir 3 taun di NYC, saya nginjekin kaki di Brooklyn juga...hihihi. Naik subway F turun di Prospect Park. Wah...daerahnya indah dan bersih. Parknya besar...*

Ternyata temennya adalah pemilik restoran Java Indonesian Rijsttafel, bu Rofiah Agoes, dan acara syukuran hari itu adalah acara potong rambut cucu pertamanya, Ardian yang hari ini berumur 44 hari. Bu Dahlia dan pak Yitno ternyata yang bagian ngaji dan ceramahnya di acara ini.

Restorannya terletak di pojok persimpangan 7th Ave dan 16th st. Ruangannya kecil dengan jendela-jendela besar. Di dinding terpampang lukisan-lukisan batik, wayang, dan beberapa ukiran. Hari ini susunan meja dan kursinya pastinya nggak seperti biasanya, jadi saya ga tau biasanya kayak apa. Hari ini meja-meja disusun merapat ke dinding untuk meja prasmanan. Kursi-kursi di tengah ruangan dan di luar untuk para tamu.

Tau nggak kenapa saya kasih bintang lima? Soalnya hari ini saya ketemu tempe bacem dan kue lupis enakkkkkkkkkk! Kapan2 ke sana lagi ah.
Tapi memang dari review di internet, bintangnya sekitar segitu juga.

Oiya, restorannya baru mulai buka jam 4 sore sampai 9 malem.

Jadi prens ya, restoran Indonesia enak di NYC bukan cuma di Elmhurst.

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help