dydy's posts with tag: knitting
 | Category: | Books | | Genre: | Other | | Author: | Michele Rose Orne |
Dua hari yang lalu saya jalan-jalan ke Barnes and Noble, liat-liat buku-buku merajut yang baru, dan menemukan buku ini. Huhu..langsung jatuh cinta, meskipun nggak sampe beli bukunya. Buku ini menurut saya salah satu yang perlu dibaca untuk yang berniat jadi desainer knitwear. Meskipun pembahasan how-to nya nggak seekstensif buku Designing Knitwear-nya Deborah Newton, tapi buku ini menunjukkan proses desain dari mulai pencarian inspirasi dan penerapannya ke dalam rajutan. Buku ini secara umum berisi desain dan pola dari Michele Rose Orne (one talented knitwear designer, I must say), plus workshop perancangan : mencari inspirasi, menerapkannya dalam desain, dan teknis perancangan (membuat pola, fitting etc). Desain-desain di buku ini terbagi ke dalam 4 inspirasi yang didasarkan pada musim: fall, winter, spring, summer.     Buku ini terbitan Interweave Press...jaminan mutu lah buat urusan buku-buku knitting. Harganya $24.95. Kalo mau ngintip isinya ada di websitenya Interweave Press http://www.interweave.com/knit/books/Inspired_to_Knit/default.asp
| Start: | Jun 14, '08 1:00p | | End: | Jun 14, '08 3:00p | | Location: | front steps of Brooklyn Museum of Art |
World Wide Knit in Public Day was started in 2005 by Danielle Landes. It began as a way for knitters to come together and enjoy each other’s company. Knitting is such a solitary act that it’s easy to knit alone somewhere and sink into your work without thinking about all the other knitters out there. Neighbors could spend all their lives never knowing that the other knits. This a specific day to get out of your house and go to a local event (with your knitting in tow) just for you and people like you. Who knows you might even bump into your neighbor! Consider this a spark, to ignite a fire; getting all of the closeted knitters out into fresh air. WWKiP Day is unique, in that it's the largest knitter run event in the world. Each local event is put together by a volunteer or a group of volunteers. They each organize an event because they want to, not because they have to. They bring their own fresh ideas into planning where the event should be held, and what people would like to do. If it weren't for these volunteer hosts, WWKiP Day would still just be an idea. So when you go to your local event, make sure you thank your host(s) and if you're inclined, bring along some yummy treats to share. In the past some people have used this event as a means to show the general public that ‘not only grannies knit!’ and while that’s great and all, keep in mind that without those ‘grannies’ we wouldn’t have the wealth of knitting knowledge that we do. WWKiP Day is really about showing the general public that knitting can be a community activity in a very distinct way. In some places there are many different knitting groups that never interact with each other, on WWKiP Day they come together in one place, making them hard to miss. 2005 there were about 25 local events around the world. In 2006 there were about 70 local events. 2007 there were almost 200. Over the years there have been local events in Australia, China, England, Finland, France, Ireland, Norway, South Africa, Sweden, United States… and so many more countries. WWKiP Day takes place on the second Saturday of June each year.
another soft re-launch....masih soft soalnya blom sempet bikin video tutorial ataupun masukin tutorial baru...jadi videonya sementara ngambil dari youtube...:D. Temen2 milis merajut silakan daftar ulang langsung di websitenya.
 Nah, ini deh pasti yang ditunggu-tunggu sama mamacat, cerita tentang knitting cafe. Akhirnya mampir juga ke The Point Knitting Cafe di Greenwich Village, Manhattan. Berdua sama Tarlen, eh bertiga sama Aliefya, kemaren kami pergi ke downtown dalam rangka survey yarn store. Kalo ada temen emang jalan-jalannya lebih enak, meskipun sambil berat gendong Aliefya yang susaaah banget disuruh jalan sendiri. Yarn store yang bagus di Manhattan paling nggak ada 10. Dari stasiun subway Houston street, ada dua yarn store yang paling deket yaitu The Point dan Purl, dan tujuan pertama kita adalah yarn store yang mengaku nggak sekedar yarn store, melainkan 'knitting cafe', yaitu The Point. Bikin penasaran kan, kayak apa sih. Sampai di 37a Bedford Street, oh, ternyata tempatnya nggak terlalu besar. Storefront berjendela besar dengan tulisan "knit and be happy". Begitu masuk, 'disambut' sama snack and coffee bar yang mepet banget dengan pintu. Yah wajar lah punya toko di Manhattan, musti pinter-pinter memanfaatkan tempat. Ada 3 set meja-kursi untuk ngupi-ngupi sambil ngerajut. Selebihnya, skeins of yarns in metal baskets, hanks of yarns hanging on the wall... yarn...yarn...yarn...*efek mata terhipnotis*.  Supaya nggak disangka turis nyasar, saya langsung nanya-nanya tentang specific yarn; nanya-nanya tentang bamboo yarn, ngomongin laceweight yarn, dll. Biar 'dianggap'. Heheh. Yah sebetulnya penjaga tokonya ramah-ramah sih, dan very helpful. Mereka juga beneran tau apa yang dijual, bisa ngasih info tentang benang-benang terkait, jadi nggak sekedar jaga. Di situ juga dijual buku-buku dan majalah knitting & crochet lokal dan impor, dan memajang hasil-hasil rajutan. Yang waktu itu dipajang, rajutan-rajutan dari bukunya Debbie Stoller terbaru "Son of Stitch and Bitch", buku berisi proyek-proyek rajutan untuk laki-laki. Memang lagi jadi feature kali di situ, soalnya bukunya numpuk di depan sendiri, yang lain di rak belakang. Dari segi harga, yah relatif mahal lah. Terutama buat saya gitu loh, yang biasa bela-beli benang di eBay, bisa dapet bergulung-gulung dengan harga maksimal $10. Ini harga segitu cuma dapet satu gulung kecil aja. Dan waktu liat rajutan yang dipajang, sepertinya yang ngerjainnya bikin tusuk atas (purl)nya kebalik deh. (foto lebih banyak ada di tempatnya Tarlen) Eniwei, saya cukup puas dengan The Point. Cozy dan friendly, biarpun mahal. Di situ saya beli segulung laceweight merino wool berwarna lucu dan beberapa alat bantu knitting. Ga nyoba ngopi sih, soalnya langsung cabut ke Purl di Sullivan street. Kirain tokonya mirip-mirip The Point, taunya jauh! Purl tokonya mungkin ukurannya cuma sepertiganya The Point, dengan dinding penuh rak benang. Ruangan yg udah sempit itu dipersempit dengan meja panjang (plus kursi-kursinya) di tengah-tengah ruangan. Ada lagi meja kecil bundar untuk memajang sampel-sampel rajutan berbahan berbagai macam benang yang dijual di situ. Ah saya ga betah lama-lama, di situ cuma beli 2 majalah Vogue Knitting (ada tutorial lace knitting dari Shirley Paden...yay!) sama satu Interweave Knits (ada pembahasan tentang ravelry.com). Terus keluar deh. Sumpek. Yang menarik, sejak 2006 Purl buka toko Purl Patchwork yang tokonya terpisah 4 bangunan dari Purl yang toko benang. Di sana jualan kain-kain yg dijual per yard juga fat quarters. Mamacat, tertarik? Yarn store hunt akan berlanjut....dan masih ada knitting cafe lainnya yang menunggu didatangi.... *semua foto oleh Tarlen, karena kamera saya rusak dibanting si kasep*
|  | hehe...akhirnya dapet juga hadiahnya LionBrand challenge di Instructables bulan kemaren itu. Benang-benang seharga $25 (lebih sih...plus shipping and handling soalnya...bayar sendiri), plus stiker dan badge gambar robot-nya si Instructables. Lucu! |
....wawancara dgn Debbie Stoller, promo buku Stitch n Bitch Crochet : Happy Hooker.
Kalo menurut buku ini sih memang ada friksi antara knitters dan crocheters. Katanya crocheters biasanya dianggap "nggak selevel" sama knitters, dan suka dipandang sebelah mata di yarn stores.
Kenapa ya? Knitters sama crocheters Indonesia mah baik2 aja tuh ya...sama2 susah cari benang bagus :P...
Import.flv (4.6 MB)
Sejak beberapa waktu lalu saya banyak membaca tentang batik dan kebaya, dan tentunya tidak bisa lepas dari kontroversi Indonesia dan Malaysia tentang 'kepemilikan' budaya batik dan kebaya. Punya siapa? Indonesia kah? Batik, meskipun secara bahasa berasal dari bahasa Jawa 'amba' (menulis) dan 'titik', sehingga wajar diaku asal-usulnya dari Jawa, tapi secara teknik ternyata berasal dari....Cina. "... The history of batik can be traced back to the Western Han Dynasty (206 BC-24 AD)...." Indonesia atau Malaysia belum ada masa itu. Bahkan Majapahit pun baru ada abad ke 14. Kebaya, dari mana asalnya? Baca di sini : "...Kebaya is originated from Arab region; the Arabic word of Kaba means clothing. The name of Kebaya as a particular clothing type was introduced by the Portuguese when they landed on Southeast Asia...."
Dari Arab. Wajar kan, tanah Cina dan tanah Arab tempat-tempat pusat kebudayaan purba, dari mana berbagai kebudayaan dunia jaman sekarang bersumber. Jadi soal asal-usul sepertinya tidak ada gunanya diperebutkan. Bukan dari keduanya kok. *Tapi knitted kebaya mah....tetep....dari Bronx, New York...:D*
hobi merajut nggak kenal gender..... lagian memang asalnya juga kerjaan laki-laki...
eh mamacat, ada Kaffe Fassett tuh Import.flv (5.3 MB)
|  | ...waktu ke Museum of Modern Art... |
 | Category: | Books | | Genre: | Other | | Author: | - |
Terinspirasi dari komentar mbak Dian tentang buku papercraft yang bagus, saya jadi ingin membandingkan buku-buku knitting yang pernah saya baca. Perjalanan menemukan buku-buku knitting yang bagus.
Sejak lebih dari 2 tahun yang lalu saya mulai 'melahap' buku-buku knitting di lantai 3 Mid-Manhattan library. Kalau dihitung-hitung sepertinya sudah puluhan buku dan majalah knitting yang saya baca, kalau ditambah buku dan majalah crochet mungkin sudah sampai seratus atau lebih. What can I say...I'm crazy about it.
Saya ingat buku-buku knitting pertama yang saya pinjam dan baca adalah Big Book of Knitting (BBoK) by Katharina Buss, How to Knit (HtK) by Debbie Bliss, sama Stitch 'n Bitch (SnB)-nya Debbie Stoller. Saya memang teknik-minded, jadi yang saya cari biasanya buku-buku teknik knitting, bukan buku pola. Membandingkan ketiganya, menurut saya semuanya bagus, tapi penyampaiannya yang berbeda membuat 'bagus'nya juga berbeda. BBoK, bagus dalam hal penjelasan mendalam tentang berbagai teknik detailing dan finishing. HtK, bagus dalam sistematika pengajarannya. SnB, bagus dalam hal penyampaiannya yang santai dan mengikuti perkembangan jaman, menarik anak-anak muda untuk belajar knitting.
Setelah itu banyak buku knitting yang saya temukan dan saya pikir bagus dari segi teknik: - Vogue Knitting, buku referensi knitting yang padat dan lengkap kap kap. - Designing Knitwear, di mana desainer knitwear Deborah Newton menulis tentang proses merancang knitwear. - Great Knits, Colorful Knitwear Design, dan Knitting Around the World, buku-buku kumpulan artikel teknis dari majalah Threads. - The Knitter's Handy Book of Patterns, buku pola dasar dalam berbagai ukuran dan tensi, dengan berbagai tips modifikasi.
Lalu saya bertemu dengan buku-buku Mary Thomas. Buku tua kecil jelek sobek-sobek. Secara penampilan tidak menarik. Tapi buat saya buku ini yang paling bagus dari semua buku knitting yang pernah saya baca. Padat berisi, dan yang paling penting, buku ini mengajarkan "how to understand knitting", tidak hanya "how to knit". Baca buku ini rasanya tiba-tiba "Eureka! Ternyata gini maksudnya, ternyata gitu dasarnya...".
Yah...jadi begitulah perjalanan saya menemukan buku-buku knitting yang bagus. Masing-masing punya jenis ke'bagus'an yang berbeda.
Saya masih pingin nyari buku-buku knitting yang klasik dari Elizabeth Zimmerman dan Barbara Walker. Dan saya super penasaran dengan buku The Principles of Knitting-nya June Hiatt yang super tebel, super langka dan super mahal. Di library ga ada...hiks. 
 ...begitu tanya Echa di postingan "Knitted Kebaya Menang!"Ya, saya pikir juga begitu. Bukan soal menang-menangannya sih, itu mah kalo emang ada kesempatan, hayu lah. Tapi enggak maksain musti ikutan kontes ini itu untuk dapet pengakuan ini itu juga. Bukan enggak mau juga sih *ih kumaha ieu teh*, tapi itu bukan tujuan utama. Saat ini saya lagi baca bukunya Martha Stewart "The Martha Rules : 10 Essentials for Achieving Success As You Start, Build, or Manage a Business". And do you know what rule number one is? Passion. Katanya : Build your business success around something that you love, something that inherently and endlessly interesting to you. Search until you find your passion. Satu kalimat yang menarik, katanya "This passion for one's work is just like an all-consuming love affair, something that all of us crave to experience but encounter only once or twice in a lifetime if we are lucky". I think I'm lucky. I've found mine. Saya sangat tertarik, kalo nggak bisa dibilang tergila-gila, pada dunia kerajinan tangan, terutama merajut, terutama knitting. Tergila-gilanya saya mungkin bukan tipe yang produktif, yang dikit-dikit menghasilkan sesuatu. Ada temen yang pernah nanya ke saya waktu liat rajutan kebaya yang baru setengah jadi "Rajin banget bikin proyek prestisius". Hehehe..mungkin ini yang bikin saya nggak produktif. Terlalu ambisius. Tapi saya pikir ambisius itu penting, selama kita punya kemauan mengejar ambisi itu, and get it done. Saya yakin siapapun kalau itu bisa dilakukan, hasilnya akan bagus, dan yang pasti memuaskan. Kepuasan pribadi buat saya lebih penting daripada produktivitas. Iya Cha, ini baru awal. Saya masih punya banyak ambisi yang ingin saya kejar. Saya masih punya banyak mimpi yang ingin diwujudkan. Saya sedang berusaha. Doakan saya punya energinya...
Dua barang impor yang saya terima dalam selang waktu dua minggu : buku (impor dari Jepang) dan sampel benang (impor dari Bandung :D).   Makasih Fitri, buat buku Mesh Work-nya Hiroshe, jadi nambah ilmu. Makasih Tarlen dan konah (&teteh) buat sampel benangnya, jadi terbayang (dan terpegang) dunia perbenangan lokal di Bandung. Benang-benang impornya langsung saya pisahin menurut kategori bulky, worsted, dk, sport, fingering, dan lace.
 Horeeee! Lumayan dapet hadiah voucher benang $25...
 ...postingan ini lanjutan postingan "Penyakit Doraemo n"... Sewaktu ada teman yang menawarkan ide 'bikin kafe merajut' akhir tahun lalu, saya lempar idenya ke milis mari merajut. Langsung deh temen-temen milis rame ngasih tanggapan tentang idealnya sebuah kafe merajut. Sofa empuk biar nyaman merajutnya, snack dan kopi (kudu!), komputer buat ngenet, koleksi buku rajutan plus m esin foto kopinya, pojok display rajutan, dll dsb. Asik ya.. Kalo knitting cafe di sini, biasanya bisnis utamanya adalah toko benang dan alat rajut, kegiatannya ya jualan dan ngasih kursus, kadang mendatangkan bintang tamu desainer2 rajutan, terus biar enak dan nyaman dikembangkan jadi ada kafenya....tapi si kafe cuma side business soalnya yg dijual paling kopi2an, jus, snack. bisnis utamanya tetap benang dan kelas rajut....habisnya mana bisa untung kalo semua pengu njung cuma pesen kapucino segelas sambil nongkrongnya 2 jam...ya nggak...Tujuan utama kafe merajutnya sendiri biasanya...sosialisasi dan pembentukan komunitas... Karena obrolan inilah saya jadi kepikiran pengen bikin perpustakaan craft, dan kalo mungkin sih, kafe craft. Pengennya suasananya kayak gini nih, asik kan, cozy. Di sana jualan macem-macem alat dan bahan craft. Segala benang dan jarum rajut, kertas-kertas dan alat scrapbook, alat dan bahan beading, clay, dll dsb. Ada coffee bar di sudut, sofa empuk, meja yang leluasa, musik asik, ada librarynya... Ahhhh....nyamannya...   *foto2 nyulik tanpa ransom dari google image, dikolase dengan photoshop...:D
ngomong-ngomong, saya pengen deh ke The Loop Craft Cafe...sayang dianya di Canada..
Barusan cek email, ada notification dari Instructables, katanya : Hi!
Your Instructable "Knitted Kebaya for Lion Brand Challenge" was just featured by one of our editors!
Look for it on the Instructables homepage within the next 30 minutes. Being featured means we think you are awesome. Keep up the great work!
http://www.instructables.com/
-Eric dan waktu buka homepagenya langsung...huaaaaaaa....terharuuuu...jadi feature paling atas! 
Ceritanya gini, di Instructables lagi ada challenge, kerjasama dengan Lion Brand Yarn. Aku taunya dari newsletternya LionBrand yang nyasar di bulkmail Yahoo. Isinya, kontes bikin segala sesuatu yang terbuat dari benang. Any yarn, katanya. Yaudah, aku masukin aja itu kebaya, siapa tau menang. Kalopun nggak menang, at least my work will be recognized somewhere. Hiks...terharu. Doain ya...mudah2an menang. (update) barusan ada email lagi dari Instructables : Hi!
Your Instructable "Knitted Kebaya for Lion Brand Challenge" just became popular!
Look for it on the Instructables homepage within the next 30 minutes. Being popular means lots of people are checking out your Instructable and telling us they really like it. Keep up the great work!
http://www.instructables.com/
-Eric

Ini kesempatan buat memperkenalkan kebaya nih, ternyata banyak yang nanya tentang kebaya... Thank you everyone
Ikutan mbak Dian ah nulis ttg working space. Lagian gara-gara kemaren pindahan blog, jadi nemu lagi foto-foto meja kerja jaman di apartemen Astoria.  Sebetulnya punya meja kerja sendiri sejak di Bethlehem. Waktu itu lagi seneng latihan ngegambar pake pensil warna. Mejanya ngembat meja kecil item yang tadinya buat komputer tapi ternyata terlalu sempit, jadinya masbudi menghibahkan meja itu buatku. Ga ada fotonya sih, tapi ada foto waktu aku lagi ngegambar Three Phases of Flower.  Terus di Astoria, di apartemen basement sempit itu akhirnya bisa juga menempatkan meja item itu di pojokan, setelah beberapa kali gonta-ganti posisi perabotan yang banyak di tempat yg cuma segitu-gitunya.... Pindah ke Inwood, karena apartemennya sublet, jadi full furnished, penuh sama perabotannya si tenant. Meja item diistirahatkan. Lagian aku juga waktu itu ga begitu perlu working station. Ngerajut kan bisa dimana aja. Tapi soal storagenya yang pusing. Jadi benang2 berserakan di kardus dan kantong plastik. Pindah ke sini, alhamdulillah apartemennya besar. Awalnya sih nggak punya working station juga, soalnya semua ruangan udah punya alokasi yang lebih penting. Seiring waktu, fungsi ruang makan ternyata tereliminir karena kita lebih suka makan di living room...sambil nonton tivi...hehe. Jadi masbudi "menghadiahkan" ruang makan buatku, buat dijadiin studio. Waktu it u aga-aga ga percaya gitu. Berkali-kali nanya, "Bener mas, aku boleh punya studio?" sampe yang ditanya bosen dan bilang "Iya, tapi sekali lagi nanya ga jadi bikin studionya". Langsung balem. So, finally..I have a studio of my own. Tapi kadang2 aku lebih suka ngerajut di...depan tivi..hehe..where else...  my tiny little studio  knitting, crochet, sewing books and magazines, my treasure
kwaci dan kalah taruhanKemaren dari pagi kita pergi ke City of Bethlehem, ngurus soal pajak di taxpayer assistance center. Karena urusannya terpotong lunchtime, kita ke [main] public library dulu yang cuma terpisah 3 blok dari kantor pajak. Hmmm...asiikk...udah lama nggak ke sana. Di sana aku pinjem 3 buku watercolor painting, sama 9 CD musik. Padahal minggu sebelumnya kita udah pinjem buku dan CD juga lho di southbranch library. Waktu balik lagi ke kantor pajak dan ternyata masih tutup, mas budi yang kasian liat aku kelaparan [hehe], ngajak ke toko snack di deket situ buat cari makanan pengganjal perut. Dan tau nggak yang aku temuin di situ.....KWACI BUNGA MATAHARI!!!! Hahaha....finally! Ketemu lagi deh. Dan kita beli deh 6 bungkus. Setelah selesai urusan di kantor pajak, kita pulang ke kampus. Pas jalan ke tempat nunggu shuttle van, ketemu sama pemandangan aneh : seorang cowok brewokan, pake dress tanpa lengan, sambil ngerokok, dan di leher dan punggungnya tergantung tulisan besar : I STEAL BOOKS. Aku pikir tadinya "ni orang ngapain sih? is he crazy or something?" Pokonya menarik perhatian banget lah, pas jamnya orang-orang beres kuliah, di tempat yang paling rame di kampus lagi. Semua yang liat dia senyum-senyum aja. Akhirnya ada temennya lewat pake mobil dan teriak : "Hey Eddie, so I heard!" dan dia jawab "Yeah, I lost the bet!". Hahaha ternyata dia kalah taruhan. Serasa nonton film-film american college boys...eh..ini juga american college boys yah...Kocak banget sih hukumannya. Mau-maunya lagih, pake baju tanpa lengan gitu, padahal kemaren udaranya dingin loh, cuma sekitar 50C! Wahahah...kocak! Published: Friday, 1 April 2005 Temen baru dan "kopdar" WRM USA**Daylight Saving Time begins. Waktu dimajukan satu jam. Sekarang beda waktu Bethlehem-Bandung adalah 11 jam sajah**
Dari sejak hari Jumat turun hujan terus. Permukaan sungai pada naik, sampai ada warning banjir segala. Sungai-sungai airnya coklat kotor. Hujan yang turun kadang gerimis, kadang deras, malah tadi malem hujan derasnya ditambah angin kencang sampai kaca jendelanya pun basah kuyup. Sampai sekarang pun masih hujan, tapi tinggal gerimis dan angin aja sih. Acara belanja hari Sabtu kemaren jadi ditambah acara berbasah-basah deh. Setiap jamnya belanja, yang ikut shuttle van pasti orang-orang yang itu-itu aja : sepasang suami istri Rusia dengan anak perempuan mereka yang lucu banget, seorang cowok berlogat Eropa, seorang cewek berambut sebahu yang entah orang mana soalnya tampangnya kok kayak orang Indonesia gitu lho, dan terakhir kita berdua. Selama ini karena mereka udah saling kenal dan kita orang baru sendiri, jadinya ya hare-hare aja, masing-masing ngobrol sendiri-sendiri, kadang-kadang dengan bahasa masing-masing juga. Kemaren pas lagi nunggu shuttle van ngejemput kita di Giant, si cewek berambut sebahu itu nyapa aku dan kita kenalan. Ternyata, dia yang selama ini aku pikir kalo nggak orang Meksiko atau orang Phillipines, ternyata adalah orang... Bangladesh!! Udah 2 orang Bangladesh yang aku kenal di sini dan keduanya mirip dengan orang-orang Indonesia. Tadinya aku pikir orang Bangladesh itu India banget gitu deh tampangnya, tapi ternyata enggak juga yah? Akhirnya kita ngobrol-ngobrol, dan aku juga cerita sama dia kalo aku nebak dia orang Phillipines. Dia ketawa aja dan bilang kalo selama di sini memang selalu dikira orang Latino, Phillipines atau Thailand etc. Sering katanya tiba-tiba ada orang ngajak ngomong Spanish dan dia bengong jadinya. Dari dia juga aku tau kalo keluarga yang selama ini aku pikir dari Rusia [aku taunya karena mereka ngomong "nyet" dan "da" kalo ngobrol antar mereka sendiri] itu ternyata adalah orang Armenia. Anak mereka lucu banget deh, pipinya gendut, matanya belo, rambut coklatnya dikucir dua, dan selalu dengan pink coat-nya. Dan cowok berlogat Eropa tadi, kalo nggak salah tangkep penjelasan dia, adalah orang Prancis. "Pokonya yang belanja pake van, ya cuma kita-kita ini, orang-orang yang nggak punya mobil. And you're the newest face around here" katanya lagi sambil ketawa. Dia juga cerita kalo dia baru ngelahirin Januari kemaren, dan ibunya lagi ada di sini ngebantuin ngurus anaknya. Soalnya, suaminya masih di Bangladesh karena nggak dapet visa Amerika, mungkin karena semakin ketatnya pemberian visa untuk pria dari negara-negara tertentu, apalagi yang punya nama Muhammad kayak suaminya. Kasian deh, suaminya belum sempet liat anaknya sendiri sampai sekarang. Oya, nanti malem mommies WRM yang di USA mau "kopdar" via telepon, pake teleconference. Nanti diupdate lagi ah setelah jam 10. Pasti rame.. Update==== Lumayan juga tadi yang ikutan "kopdar" [eh, bener koptel yah Yan?], ada mbak Me, mbak Liza, mbak Fanny, mbak Sofie, mbak Aas, mbak Anti, mbak Mamiek, Vena, Evi, Diana dan aku sendiri. Sempet keganggu disconnect beberapa kali, tapi terus lancar. Acaranya 2.5 jam, dari jam 9 - 11.30 pm ET. Kenalan masing-masing, trus nanya-nanya, ngobrol soal anak, soal sekolah, soal pulang ke Indonesia, dan lain-lain. Aku sih lebih banyak ngedengerin aja...sementara yang suaranya paling banyak kedengeran adalah...Vena..hehehe...maklum mantan penyiar ya Ven? Dan berhubung disini Eastern USA udah paling malem, hampir midnight nih, jadi sekian dulu. Dan terimakasih...mudah-mudahan bisa koptel lagi some other time, dan lebih oke kalo bisa kopdar beneran kali ya... Published: Sunday, 3 April 2005 merajut [knitting] yuk!!Berdasarkan request dari Susan, aku bikin posting tentang merajut deh. Oke, sebelumnya pendahuluan dulu yah. Knitting adalah merajut dengan alat dua [atau lebih] jarum rajut atau knitting needle, menggunakan benang rajut yang relatif tebal, baik berbahan wol maupun katun. Cara ini tidak begitu dikenal di Indonesia. Mungkin disebabkan iklim Indonesia yang tropis, sehingga knitting yang memang biasanya menggunakan benang wol tebal untuk membuat syal atau sweater, tidak sepopuler crochet. Tetapi sebenarnya knitting memiliki fleksibilitas pola dan desain yang jauh lebih luas daripada crocheting. Ia hanya "kalah" dalam soal membuat renda halus. Alat Alat yang digunakan adalah jarum rajut (knitting needle). Ukurannya mulai dari yang berdiameter 2 mm hingga 17 mm. Panjang dan bentuknya juga ada beberapa jenis. Ada yang lurus panjang dan berujung satu, persis seperti jarum pentul. Rata-rata panjangnya sekitar 10 hingga 14 inci. Ini biasanya digunakan untuk membuat sweater, tas, selimut bayi, dan lain-lain yang berukuran medium. Ada yang lurus pendek dan berujung dua (double pointed needle), biasanya digunakan untuk merajut benda-benda yang kecil seperti kaos kaki, sarung tangan, atau sepatu bayi. Selain itu ada juga circular needle, yaitu dua buah jarum pendek yang dihubungkan dengan kabel plastik sehingga dapat mencapai panjang 29 inci. Biasanya digunakan untuk merajut selimut yang lebar, atau sweater tanpa sambungan.
Teknik  Teknik dasar dalam knitting adalah knit dan purl. Knit [<---] adalah mengait benang dari arah depan, sementara purl [--->], adalah dari arah belakang. Knit menghasilkan tampilan seperti rantai vertikal, sementara purl menghasilkan tampilan seperti jelujur horizontal. Dua teknik dasar ini bisa dikembangkan menjadi bermacam-macam pola yang menghasilkan berbagai karya rajutan yang....OKE BANGET DEH AHHHH!!!
Cara Yang pertama harus diketahui adalah "casting on" sebagai dasar rajutan. Cast on ini tidak dihitung sebagai baris pertama [row 1] dalam pola nantinya. Anggaplah sebagai fondasi. Cara membuatnya : 1. buat simpul :
![membuat simpul [slipknot]](http://img.photobucket.com/albums/v192/dendidong/slipknot.gif)
2.teruskan dengan membuat stitch [perhatikan arah gerakan needle yang ditunjukkan oleh tanda panah warna merah] :

 Hasilnya kira-kira jadi begini. Teruskan membuat casting on sampai panjang yang dibutuhkan [biasanya diterangkan dalam pola, berapa cast on yang harus dibuat].
Oke, segini dulu ya...bersambung di postingan yang akan datang : Pengenalan knit, purl, dan pattern. Ah kagok...terusin dulu deh...pengenalan knit dan purl. Secara umum, instruksi di sini untuk right-handed. Knit 
1. Setelah cast-on selesai dikerjakan pada satu needle, pegang needle tersebut di sebelah kiri. Sementara itu masukkan ujung needle kanan ke stitch pertama, dari arah depan. 2. Kait benang yang ada di belakangnya [istilahnya benang ini namanya working yarn] 3. Tarik ke arah depan melalui lubang stitch. 4. Benang yang dikait tadi dengan sendirinya akan berpindah ke needle kanan. Sementara itu jaga agar stitch kedua tidak sampai lepas dari needle kiri. Lakukan hal yang sama sampai semua stitches berpindah ke needle kanan. Pindahkan needle yang sudah penuh dengan stitches ke tangan kiri, lalu ulangi tahap-tahap di atas. Purl Perbedaan mendasar antara knit dan purl adalah, pertama, working yarn diletakkan di bagian depan, bukan di belakang seperti dalam teknik knit tadi. Kedua, needle dimasukkan dari arah belakang ke depan. Cara ngait-ngaitnya sih sama aja....

[all pictures are courtesy of theyarnco.com , learntoknit.com , helloknitty.com, marthastewart.com] bersambung di postingan yang akan datang : Pengenalan pattern dan berbagai istilahnya.
Published: Wednesday, 6 April 2005 merajut [knitting] yuk!! [bag 2]Setelah teknik dasar cast on, knit dan purl dikuasai, ada beberapa teknik lagi yang perlu diketahui seperti binding off [menutup/"mematikan" rajutan], increasing, dan decreasing [untuk pola-pola yang tidak lurus]. Disini nggak akan panjang lebar deh neranginnya, mending liat disini, lengkap berbagai cara binding off, increasing dan decreasing. Tenang...gambar-gambarnya termasuk yang paling jelas dan informatif kok.. Kita ngebahas pola dan berbagai istilahnya aja yah. Secara umum, pola akan memberitahu kita needle ukuran berapa yang harus digunakan, berapa stitches per inch yang dihasilkan, berapa gulung benang yang diperlukan dll. Polanya sendiri akan berupa singkatan-singkatan huruf dan angka yang mengacu pada teknik yang diberlakukan dan berapa kali pengulangannya. Misalnya : "*k1,p1,rep from *" artinya knit satu kali, purl satu kali, diulang dari tanda [*] terus sampai selesai satu baris. Yang juga perlu diketahui adalah istilah right side dan wrong side. Right side, atau bagian luar/bagian yang akan ditampilkan, biasanya dalam bentuk knit [bentuk rantai vertikal itu lhoo...]. Wrong side, ya bagian belakangnya knit, alias purl. Tapi nggak selalu begitu, tergantung jenis stitches apa yang digunakan. Ada banyak jenis stitches yang reversible kok, pas buat bikin syal atau benda-benda yang kira-kira kedua permukaannya bakal keliatan. Berikut ini beberapa jenis stitches yang standar dan simpel, dan reversible :
  Paling kiri : Garter stitch --> knit all the way. Jumlah stitches per barisnya bebas. Tengah : Seed stitch --> baris ganjil *k1, p1, rep from *. Baris genap *p1,k1, rep from *. Jumlah stitches per baris : genap. Paling kanan : Moss stitch --> baris pertama dan kedua *k1,p1,rep from *. Baris 3 dan 4 : *p1,k1; rep from *. Jumlah stitches per baris : genap.
Dan masih banyak jenis stitches lainnya....liat aja di stitch library ini. Oiya, satu lagi deh tekniknya : Ribbing, itu lhoo, yang bisa meral. Teknik ribbing ini bisa bervariasi, ada yang lurus 1-1, 2-2, ada yang diagonal, tapi intinya sih, bisa bikin meral... Penampilannya kira-kira kayak gini nih... *** Pola-pola yang sederhana biasanya cuma berisi singkatan-singkatan seperti k [knit], p [purl], rep [repeat], bo [binding off], cont [continue], beg [begin], yo [yarn over]. Tapi kalau kompleksitasnya sudah naik, misalnya ada rendanya, ada bolong-bolongnya, dll semakin banyak teknik yang digunakan, sehingga dalam pola juga akan muncul singkatan-singkatan "aneh" seperti , psso, k2tog, k3tog, k2tog tbl, p2tog, dan lain-lain. Nah buat lebih jelasnya tentang singkatan-singkatan ini, dan gimana tekniknya, liat disini.
Hmmm...buat awal coba pola yang simpel aja deh. Coba bikin syal panjang lurus dengan teknik ribbing 2-2. Pertama, buat casting on berjumlah kelipatan 4. Setelah selesai, buat *k2,p2,rep from*. Seterusnya sampai tercapai panjang yang diinginkan. Proyek pertamaku ya syal itu lah. Habis syal terus waktu itu bikin topi pet buat anaknya mbak Dian, terus bikin cardigan, dan terakhir bikin syal renda buat hadiah kawinannya Dyo. Proyek selanjutnya? Belom tau tuh, soalnya lagi tertarik sama yang laen sih..hehehe...padahal masih punya 3 gulung benang katun putih dan khaki, sama benang warna-warni sisa syal itu. Kepikiran mau bikin rompi putih bergaris khaki di bagian bawah...tapi belom ada mood... Nah...udah dulu ya pelajaran merajutnya...silakan kalo mau praktek. Kalo ada pertanyaan, tanya aja. Nanti dibantuin nyari jawabannya... [photos of stitches are courtesy of knitting.about.com] Published: Thursday, 7 April 2005 cerita wiken : sabtu dan mingguSabtunya Hari sabtu kemarin cuaca cerah, langit biru bersih tak berawan. Udaranya enak banget, seger kayak di gunung [padahal emang di gunung gitu loh]. It was a very lovely day. Pagi-pagi kita hampir ketinggalan belanja, gara-garanya jam kita nggak matching sama jamnya sopir shuttle van. Untungnya masih sempet nyegat di depan rumah. Di dalem van ternyata ada penumpang "baru", ibu dan bayinya Samina [yang orang Bangladesh itu]. Mereka duduk di jok ketiga dari depan, tempat kita berdua biasanya duduk. Jadilah kita duduk di jok kedua, belakangnya supir, yang biasanya sih diisi sama keluarga Armenia itu tapi sekarang lagi nggak ikut. Sampai di Giant kita misah, belanja dulu di Dollar Tree. Di sana ketemu sama ibunya Samina. Aku yang nggak tau apakah orang-orang Bangladesh lancar berbahasa Inggris seperti orang India, akhirnya cuma ngangguk dan senyum aja sama ibunya itu. Habis dari situ aku sama mas Budi baru deh ke Giant. Di Giant setelah keliling-keliling, ketemu lagi sama ibunya Samina. Eh...beliau yang ngajak ngobrol duluan. Ternyata bahasa Inggrisnya lancar. Hehehe...abisnya aku mah ngebandingin sama mamahku yang pasti lieur kalo disuruh ngobrol bahasa Inggris. Jadilah akhirnya kita ngobrol di tengah-tengah aisle, sama mas budi juga. Ceritanya si ibu mau pulang ke Bangladesh hari Jumat ini, ninggalin anak dan cucunya berdua di sini. Dia juga cerita tentang menantunya yang susah banget dapet visa karena namanya Muhammad. Saking asiknya cerita si ibu nggak liat kalo beliau ngehalangin orang bawa trolley yang mau lewat...hehe.. Nggak lama kemudian datanglah Samina sama anaknya, dan ibunya pamit duluan. Katanya, "Sekali-sekali maen ke apartemen kami ya..". Aku sama mas Budi ngelanjutin belanja lagi, dan lagi-lagi, nggak tau nih kayaknya emang lagi hattrick...kita NEMU KWACI LAGI!!!! DALAM BUNGKUSAN BESAAARRR!!!! hahaha... Di luar, sambil nunggu shuttle van ngejemput, kita ketemu lagi sama keluarganya Samina. Aku nyamperin mereka, pingin liat bayinya dari deket. Ih...bayinya lucu, cewek, bulu matanya item dan lentik banget. "What's her name?" "Her name's Prakrito"...."Ummm...what? Say that again?" Ibunya Samina ketawa, katanya "You should be able to say it" Hehehe...iya sih. Nyebutnya sih bisa, cuma agak aneh aja ngedenger namanya, baru pertama kali. Kirain Prayitno gitu lho... Terus ibunya [yang ternyata ramah banget ini] ngajak ngobrol lagi. Katanya, "I want to ask you this. Is it true that in your country a muslim must perform Hajj before they get married?" Haaaa???? "No, of course not!" jawabku. Dapet ide dari mana yah? "Because when I went to Mecca to perform Hajj, there were so many young Indonesian, even children. I just think one should have enough experience in life before they go perform hajj. That's why in my country mostly old people go to Mecca", katanya lagi. Hihihi...aku senyum-senyum aja. Ya...mungkin ortunya punya cukup rezeki buat naik haji bareng-bareng anak-anaknya kali yah. Aku bilang, "I just can't imagine if we have to perform hajj before we can get married. Maybe we still haven't got married today". Oiya, kita juga ngobrol tentang Indonesia. Aku heran koq mereka tau Java, Borneo dll. Ternyata kata Samina kemarennya dia dan ibunya itu habis liat-liat di internet tentang Indonesia. Niat banget yah mau ngobrol ama aku ajah [hehehe geer pisan]. Aku juga pulangnya jadi penasaran dan liat-liatlah tentang Bangladesh. Ada website yang bagus kalo mau tau tentang Bangladesh. Sorenya, tergiur dengan cuaca yang cerah dan udara yang enak, aku sama mas budi pergi ke sungai di belakang rumah. Sungai kecil, Saucon Creek, dangkal, lebarnya paling hanya 2 meteran, dan airnya jernih. Sebetulnya ada jembatan penyebrangan di belakang building 8, tapi rumah kita kan di building 1 gitu loh, males ke sana. Lagian, kita kan pingin kecipak kecipuk di air. So, kita nyebrang sungai itu sambil nenteng sendal. Airnya dingin dan seger. Aduuuh jadi inget waktu ke air terjun di kaki gunung Gede waktu kelas 1 smp, kemping di Puntang jaman kelulusan SMP, maen ke tempat kakeknya Melani di Sumedang waktu kuliah, dll. Intinya...jadi inget Bandung nu dilingkung ku gunung euy!! hiks hiks...
Di seberang sungai ada kebun jagung yang saat ini masih gundul dan ada jogging track mengelilinginya. Aku sama mas budi jalan kaki dan kadang-kadang adu sprint di sana. Nggak jauh dari situ ada lapangan- lapangan olahraganya Lehigh University. Ada lapangan football yang kosong, ada lagi lapangan lain yang kehalangan sama bukit kecil jadi ga keliatan. Tapi yang jelas di puncak bukit itu banyak orang lagi santai nonton sesuatu. Jadi mungkin lagi ada pertandingan di lapangan itu. Kita terus jalan mengelilingi kebun jagung. Ada sekelompok perumahan elite di sebelah baratnya. Rumah-rumah tidak berpagar dengan patio dan backyard yang luas, berumput hijau yang ditanami bermacam tanaman bunga, menghadap ke kebun jagung. Disana-sini terlihat burung-burung American Robin berdada merah. Sekali-sekali ada segerombolan bebek-bebek terbang sambil berkaok-kaok. Aduuuuuh...pengen deh punya rumah kayak gitu. Ademmm gitu kayaknya. Setelah melewati perumahan itu, kita sampe lagi di sungai tadi. Sambil main sebentar kecipak kecipuk di sungai itu, kita nyebrang lagi ke komplek rumah kita. Istirahat sebentar di bench sambil menikmati udara dan pemandangan. Beberapa pohon yang tadinya gundul sekarang sudah tumbuh pucuk-pucuknya berwarna merah. Pemandangan lapangan parkir di depan komplek apartermen kita jadi indah deh, dengan latar belakang pepohonan hijau dan merah. Sayang pohon-pohon di pinggir-pinggir sungai masih pada gundul. Kalau udah berdaun pasti pemandangannya jauh lebih indah lagi. Hmmmm....bener deh tinggal di sini enak banget suasananya, cocok buat yang pengen belajar dan cari ketenangan. Northeast USA itu indah lhooo....
Minggunya Nggak kemana-mana sih hari minggunya. Cuma mau cerita kalo hari ini nyobain resep bakpao-nya Susan. Tapinya isinya diganti, bukan pake daging, tapi pake ragout seafood [clam]. Satu resep itu jadinya lebih dari selusin bakpao. Tapi masih penasaran, soalnya meskipun rasanya sih udah enak, penampilan bakpau karyaku ini nggak gitu bagus. Masalahnya aku nggak tau ngukusnya berapa lama...hehe..lupa nanya San. Udah gitu permukaannya kurang halus. Apa ngegilesnya kurang heboh? Kan kalo liat bakpao yang dijual di depan Gramedia jalan Merdeka itu, kayaknya empuk dan haluussss gitu lhooo...if you know what I mean.... Ada tips bikin kulit bakpao jadi halus? Published: Sunday, 10 April 2005 pertukaran budayaHehe..jangan ketipu sama judul yah. Ceritanya kemaren, aku bertamu ke apartemennya Samina. Aku bawa 4 buah bakpau buatanku itu ke apartemennya di building 4. Waktu aku pencet bel, Samina keluar dengan pakaian sari lengkap warna hitam dan merah, nggak lupa dengan bindi di dahinya. Wah, tumben banget pake baju bagus nih, mau ke mana? Ternyata lagi ada sesi pemotretan. Ya, betul, mereka manggil fotografer studio ke rumah buat motret Samina, ibunya dan anaknya Prakrito sebelum si ibu pulang ke Bangladesh. Untung acaranya udah selesai jadi aku nggak ngeganggu. Setelah fotografernya pergi, baru deh kita bisa ngobrol-ngobrol enak. Ternyata ibunya nggak mau makan bakpau itu, soalnya apparently she doesn't think that clam is considered halal, while we do. Ya sudahlah nggak apa-apa, itu kan masalah kepercayaan masing-masing. Samina sih nggak masalah dengan itu, dia makan bakpaunya, malah katanya enak...hehehe. Dan mulailah pertukaran budaya itu. Sambil ngobrol-ngobrol dan disuguhin rice pudding dan orange juice, kita ngobrolin berbagai macam tentang Indonesia dan Bangladesh. Samina sambil ngurusin Prakrito yang lagi rewel nggak mau minum susu. Si ibu yang ternyata adalah profesor biologi [genetika] di Bangladesh, cerita tentang sejarahnya pemakaian bahasa Bengali sebagai bahasa nasional Bangladesh, sejarah pemisahan diri dengan Pakistan, kenapa dia nggak mau pake bahasa Urdu, dll. Ngobrolin soal bahasa ini menarik banget lho, soalnya karena bahasa Indonesia dan Bangladesh sama-sama punya akar bahasa Sansekerta, jadinya banyak kata yang punya arti dan pengucapan yang mirip bahkan sama. Beberapa kata dalam bahasa Indonesia [I] yang sama dengan bahasa Bangla/Bengali [B] misalnya : Istri [I] = Istri [B] Suami [I] = Shami [B] Putra [I] = Putra [B] tapi dibacanya putro. dll.... Masih tentang bahasa ini, terutama soal nama, si ibu mengira di Indonesia banyak orang Hindu, karena nama-nama Indonesia [menurutnya] banyak mengambil nama Hindu. Beliau nanyain kalo Megawati itu orang Islam apa Hindu? Soalnya, katanya, Mega itu kan nama Hindu. Terus nanyain juga Soekarno dan Soeharto. Pokonya nama-nama Indonesia dibilangnya seperti nama-nama Hindu. Aku kan jadi bingung ngejawabnya waktu ditanya "nama kamu nama Hindu juga kan?" Ah si ibu...mana aku tau... Tergantung asal usul nama Diah Pitaloka putri kerajaan Kahuripan dong ah... Pas aku ngejelasin kalo Soeharto itu diambil dari Soe [=bagus] dan Harto [=harta, wealth], dia ketawa-ketawa. Katanya "Hahaha...memang cocok ya, wealth-nya Soeharto memang berlimpah-limpah". Oiya, aku sempet juga gendong-gendong Prakrito yang lucu itu, yang ternyata namanya berarti "ordinary people". Sekitar jam 1-an mereka mengundang aku makan siang di rumahnya. Aku mengiyakan tapi mau pulang dulu. Waktu jam 2 mas Budi pulang, kita sholat dhuhur bareng dan kemudian aku minta ijin balik lagi ke rumahnya Samina untuk memenuhi undangan makan siang. Setelah diijinkan aku pergi lagi deh. Di sana sudah tersedia masakan-masakan ala Bangladesh : pilau/nasi gurih [nggak tau namanya], kari ayam kering, rendang paru, dhal [lentil puree], semacam salad yg ada krimnya, dan....tumis pare. Sebelumnya mereka memperingatkan aku waktu ngasih tumis pare itu, katanya "it's bitter". Nggak tau aja kalo aku sebenernya suka...hahaha.. Setelah selesai makan dan sambil masih nerusin ngobrol, keluarga sepupunya Samina dateng dari New Jersey. Wah udah deh heboh bertaburan bahasa Bengali...jadi aku tau diri deh, aku pamit pulang aja. Si ibunya minta aku dateng lagi sebelum beliau pulang [aku lupa deh pulangnya Kamis apa Jumat yah]. Perbedaan itu menarik ya. Yang penting adalah saling menghargai, dan jangan sampai yang satu merasa lebih dari yang lain, seperti yang sering terjadi di mana-mana. Itu aja... peace Published: Tuesday, 12 April 2005 nama anakTadi malam sambil nonton film seri House,MD mas budi nyeletuk, "nama orang kok House/Rumah". [Well, sebenernya House itu nama belakangnya sih, nama si tokohnya sendiri adalah Gregory, meskipun panggilannya tetep House ] Terus aku jawab "Temennya temenku ngasih nama anaknya Rumah lho mas" "..." Memang memberi nama anak itu hak prerogatif setiap orang tua. Umumnya orang tua akan memberi nama yang indah dan bermakna baik untuk anaknya, karena katanya nama adalah doa. Tapi tidak sedikit juga yang ngasih nama anak dengan nama-nama yang unik dan tidak biasa. Nama yang tidak biasa itu memang tidak buruk, tapi posisinya "over the edge" kalo kataku sih, salah-salah bisa jadi bumerang buat yang punya nama. Sebetulnya aku nggak ingin menghakimi siapapun, tapi kalau menurutku sih, dalam memberi nama anak itu yang pertama sekali harus dipikirkan adalah si anak yang akan menyandang nama itu seumur hidup. Pernah nggak membayangkan jika ternyata dengan nama "unik"nya itu anak kita diolok-olok teman-teman sekolahnya, atau malah mungkin sampai dia tua tetap diolok-olok karena namanya? Aku ingat waktu wisuda dulu. Ada seorang wisudawan yang namanya Robinhood. Waktu namanya dipanggil, semua orang di satu gedung Sabuga tertawa! *aku lupa, aku ikut ketawa nggak yah?* Kebayang nggak sih perasaan dia saat itu? Kalo aku, jelas I wouldn't like it, being laughed at in front of everybody, at a very special occasion too!! Dan masih banyak cerita-cerita tentang nama-nama yang tidak biasa seperti Manifold, Beda Potensial, Hari ABRI, Disiplin Bersama, Nosmo King [eh ini sih bukan di Indonesia dink, tapi bener lho ada yg namanya Nosmo King *get it? No smoking*]. Yang suka baca buku-buku seri St.Claire-nya Enid Blyton pasti tau deh, soalnya selalu ada tokoh-tokoh bernama nggak biasa yang selalu jadi bahan olok-olok, seperti Alma Pudden yang "gendut seperti puding". Anak yang namanya Rumah tadi, mudah-mudahan temen-temen sekolahnya baik-baik semua ya, nggak ada yang gangguin. Begitu juga dengan anak-anaknya Melly Goeslaw : Anakku Lelaki dan Pria Bernama...;) Published: Wednesday, 13 April 2005 it doesn't seem realJam setengah 12 malam telpon berbunyi. Hampir nggak aku angkat. Pas diangkat ternyata suara kakakku, terbata-bata, mengabarkan "Papa pupus". Padahal tadi aku masih sempat nelpon ke Bandung, dan kata mamah "Papa panas. Tidak bereaksi dari pagi". Kataku "Mah, bilangin Papa, tunggu aku pulang...". Malaikat maut tidak mau menunggu aku pulang rupanya... Inna lillahi wa inna ilaihi roojiuuun. Ya Allah ampuni dosanya, terima amal ibadahnya. Amin. Ternyata pas datang saatnya, justru tidak ada firasat apapun. *it still doesn't seem real* 
in memoriam Drs. Yusuf Yudiprawira 1942 - 2005 Sorry I never told you All I wanted to say And now it's too late to hold you 'Cause you've flown away So far away [one sweet day - mariah carey] Published: Sunday, 17 April 2005 kesudahan yang baikTerimakasih sebelumnya untuk teman-teman semua atas doanya untuk almarhum papa. Semoga doa-doa yang diucapkan ikut melancarkan perjalanannya dan melapangkan kuburnya. Berat rasanya kehilangan salah satu orang tua, tanpa kita bisa berada di sisinya di saat-saat terakhirnya. Apalagi ketika satu-satunya penghubung, yaitu sambungan telpon, tidak bisa difungsikan secara maksimal. Begitu sedikit informasi yang didapat, jadi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Setidaknya itu yang aku rasakan kemarin. Setelah telfon dari kakakku, yang aku lakukan adalah sholat ghaib. Lalu setengah jam kemudian telfon mamah, tapi nggak banyak yang bisa ditanyakan, karena mamah banyak tamu, dan aku sendiri nggak bisa banyak bicara. Tapi mamah tabah sekali, malah beliau yang menenangkan aku. Kemudian karena sudah tengah malam, aku tidur, dengan perasaan bersalah, karena "Haruskah aku tidur di saat seperti ini?" Besoknya, telfon lagi ke Bandung, juga mamah masih banyak tamu, tidak banyak info yang didapat selain rencana penguburan esok harinya karena masih menunggu kedatangan kakak-kakak dari luar kota dan negeri, meskipun akhirnya kakakku yang di Australia juga tidak bisa datang pada waktunya. Jadi kemarin memang cukup berat buatku. Rasanya 'tertinggal' sendirian. Linglung, serba salah, dan tidak bisa melihat foto papa tanpa menangis. Mbak Iin, mbak Mamiek, makasih ya udah telfon pagi-paginya, tapi maaf nggak bisa saya angkat. Beruntung aku punya teman-teman yang sangat baik, yang memberi support pada saat susah seperti ini. Teman-teman milis We R Mommies, teman-teman blog, teman-teman dari Bandung dan Connecticut, semua mengucapkan simpati dan belasungkawa, serta mengirimkan doa. Sangat berarti buatku, dan sangat membantu aku melewati hari Minggu itu. Alhamdulillah setelah ngaji surat Yasin, Allah ngasih aku ketenangan hati. Baru saja aku telfon lagi ke mamah, ingin dengar secara lengkap bagaimana papa saat meninggal. Subhanallah, kata mamah meninggalnya sangat tenang dan damai. Meninggal di pelukan mamah, dalam keadaan dibimbing mengucap dzikrullah, diiringi bacaan surat Yasin oleh kedua adikku. Katanya lagi, saat dimandikan tidak ada sedikitpun kotoran di badan papa. Kesudahan yang baik. Alhamdulillah. Semoga doa kami anak-anaknya dan doa kita semua ikut mengantar papa ke tempat yang baik di sisi Allah. Amin. Published: Monday, 18 April 2005 feeling better now Sekali lagi terimakasih untuk temen-temen semua atas doa dan supportnya. Semuanya sangat berarti buatku dan keluarga. This is a stage in life that everyone must experience and cope, sooner or later. Some sooner, some later. Yang pasti, Allah selalu memberikan yang terbaik bagi umatNya. Thx guyz...I love you all... Barusan nemu foto lengkap sekeluarga, 20 tahun yang lalu, pulang dari rumah sodara di Jakarta, mampir dulu di Telaga Warna. Lagi nyobain self-timer kamera tuh. Aku berdiri di depan Papa. Dua puluh tahun...lama juga yah... *nostalgia mode on* Published: Wednesday, 20 April 2005 squashMau nulis tapi belom ada ide...jadi yah ini deh beberapa cerita yang tercecer... Kemaren-kemaren sempet beberapa kali nelpon ke Bandung. Lumayan deh bisa ngobrol sama banyak orang, adik-adiknya mamah, kakak-kakak yang di luar Bandung, ponakan, sepupu. Oya, pas hari Sabtu kemaren nelpon, lagi ada pengajian keluarga di rumah. Udah gitu kan ngobrol sama banyak orang. Pulsa telpon katanya masih bisa buat 2 jam, ternyata baru 1 jam dipake udah habis. Wah, losing minutesnya banyak banget nih...kartunya jelek euy... Kakakku cerita seminggu ini mamah diajak jalan-jalan terus. Mamah selama ini nggak bisa kemana-mana karena harus ngurus Papa di rumah. Jadi biar sekarang nggak kesepian, sama kakak-kakak dan adik-adikku diajakin jalan-jalan ke mana-mana. Ke Cihideung liat-liat dan beli bunga buat di makam dan buat di kebun [mamahku seneng berkebun lho], makan di tempat-tempat yang belom pernah dicobanya, diajak belanja juga, dibeliin tas, kulkas [ha?? kulkas?? iya betul kakakku beliin kulkas baru]. Asik yah...nanti aku juga mau ngajak mamah jalan-jalan ah kalo pulang ke Bandung... Oya, minggu yang lalu ibunya Samina pulang ke Bangladesh. Sebelum pulang aku sempet ngasih souvenir buat beliau : selendang batik Pekalongan, punyaku yang hampir nggak pernah dipake jadi masih bagus. Dan sebelum aku pulang ke rumah, tau nggak apa yang dikasih si ibu : sebuah pare dan squash. Hihi..soalnya katanya Samina nggak pernah masak di rumah, jadi daripada mubazir pare yang masih nyisa satu itu dikasihin sama aku yang memang suka pare dan suka masak... Parenya baru sempet aku masak setengahnya 2 hari yang lalu, setelah minggu kemaren nanya-nanya dulu cara masaknya sama mamah. Tapi aku gak tau squash itu dimakannya gimana, sama apa... Squash itu apa sama dengan timun suri? Atau terong?Any idea? Published: Sunday, 24 April 2005 Lagu CintaWah...kenapa judulnya lagu cinta nih...ada apa? Nggak ada apa-apa koq...cuma memang lagi mikir tentang lagu cinta. Di latar belakang Celine Dion lagi nyanyi Then You Look At Me, soundtracknya Bicentennial Man. Terus pingin tau liriknya... Laugh and cry Live and die Life is a dream we're dreaming Day by day I find my way Look for the soul and the meaning Then you look at me And I always see What I have been searching for I'm lost as can be Then you look at me And I am not lost anymore
Standar lah, lagu cinta isinya begitu. Tapi aku pikir, arti sebuah lagu cinta tergantung bagaimana si pendengar atau pencipta atau siapa aja lah, mencerapnya. "You" yang dimaksud bisa aja si significant other, bisa juga in a more spiritual way, a divine "You". Ingat beberapa hari yang lalu di satu milis, ada forwardan klarifikasi Dhani Dewa tentang albumnya Laskar Cinta yang dimuat di Republika. Mengutip tulisannya : "Mungkin di telinga sebagian pendengar lagu-lagu Dewa, cinta yang temaktub adalah sangat rendah maknanya, sangat duniawi, tapi bagi mereka yang cermat tentu akan menemukan ''cinta'' kepada-Nya. Ini dapat disimak dari lirik lagu Pangeran Cinta antara lain ''siapa yang masih tinggal dan eksis di saat semua ciptaan musnah", bukankah Dia Allah yang Hayyun Qayyum (QS. 55:27). Apresiasi akan sebuah hadis Rasulullah riwayat Imam Bukhari, juga telah mendorong penulis untuk menulis lirik lagu Satu. Demikian juga lagu Hadapilah dengan Senyuman adalah inspirasi dari sabda junjungan kita Muhammad SAW tentang mulianya sedekah dengan senyuman serta diilhami firman Allah tentang dosa putus asa (QS 12:87) '' Lagu cinta bisa punya banyak makna, yang mungkin berbeda untuk setiap orang. Toh masing-masing punya hak untuk menerjemahkan dengan "kamus"nya sendiri. *masih dengan Then You Look At Me di latar belakang....soalnya direpeat terus dari tadi...hehe* Published: Wednesday, 27 April 2005 jajanan masa kecilBeberapa waktu yang lalu [bulan kemaren deh kalo nggak salah], di milis We R Mommies lagi ngobrolin soal jajanan masa kecil. Gara-garanya aku penasaran tentang satu macam jajanan yang aku nggak tau namanya, "...rasanya manis, luarnya berlapis te Beberapa waktu yang lalu [bulan kemaren deh kalo nggak salah], di milis We R Mommies lagi ngobrolin soal jajanan masa kecil. Gara-garanya aku penasaran tentang satu macam jajanan yang aku nggak tau namanya, "...rasanya manis, luarnya berlapis tepung, dan bentuknya kayak benang, serabut-serabut tipis gitu. Saya cuma inget kalo si tukang jualnya itu masukin satu adonan bening [gula?? dulu saya pikir madu] ke tepung, terus diputer-puter kayak bikin mie gitu, dan ga tau gimana jadilah si gulungan benang itu...". Tanggapan orang-orang waktu itu "Arumanis kali? Cotton Candy? atau Rambut Nenek?". Waduh bukan bukan bukan...yang ini bentuknya lemes kayak benang sulam gitu, warnanya coklat dilapis tepung. Eh ternyata kata yang di Semarang, itu namanya gulali juga. Selama ini gulali yang aku tau, yang warnanya merah-ijo, bisa dibikin macem-macem bentuk [yang paling sering, burung yang ada mahkotanya] dan ditiup-tiup sama si emang [iiiih...geuleuh nya?]. Eniwei, obrolannya terus ngalor ngidul ngomongin berbagai jajanan masa kecil para ibu-ibu milis [berarti era akhir 70-80-an, maap ya buat yang taun segitu baru pada lahir...xixixi]. Gulali, cilok, cireng, gurilem, siomay SD Angela [terkenal loh], cakue, odading, es jolly [masih ada ga yah], surabi oncom, bandros asin, awug, ali agrem, jalabria, otak-otak, batagor, jagung pipil + kelapa + gula. Tambahin lagi ah.... kerupuk aci yg atasnya dikasih kecap, kerupuk merah [bondon?], lontong isi oncom, krip-krip, permen coklat liat yg bungkusnya merah [nggak tau merknya] dijual Rp 50/3 biji... Tambahan: putu, terus jajanan jaman di SMP 3 : roti kukus, martabak mini, lumpia basah, goreng sukun [aduh enaaakkkk]. Apalagi ya? Tambahin dong. Oiya, yang punya foto-foto jajanan di atas....kirim ke aku dooong...pliiis... Published: Friday, 29 April 2005
 | Category: | Books | | Genre: | Home & Garden | | Author: | Dyah Dyanita, Safrida Purwati |
Merajut yuk! Dyah Dyanita, Safrida Purwati Harga : Rp 38.000,- Ukuran : 17 x 21 cm Tebal : 112 halaman Terbit : Januari 2008 Soft Cover Buku ini akan membahas secara khusus tentang knitting. Kerajinan tangan ini sangat menarik dan dapat menghasilkan karya yang sangat beragam dengan tampilan yang indah. Untuk efisiensi dan menghindari kesalahpahaman, dalam buku ini knitting selanjutnya disebut merajut, dan crocheting disebut merenda. Jika menengok sejarahnya, merajut berasal dari Timur Tengah, tepatnya dari jazirah Arab. Keterampilan ini digunakan untuk membuat permadani yang diperdagangkan oleh para pedagang Arab yang kemudian disebar ke berbagai belahan dunia. KeTimur hingga negeri Tibet, ke Barat hingga Spanyol, dan ke daerah-daerah pelabuhan di wilayah Mediterrania. Dari Spanyol, keterampilan merajut ini kemudian menyebar ke daerah-daerah Eropa lainnya. Dengan adanya kolonisasi Eropa di berbagai wilayah dunia, keterampilan ini menyebar pula hingga ke Amerika, Afrika, dan Asia, termasuk Indonesia yang diperkenalkan oleh orang-orang Belanda. Pada awalnya, merajut merupakan keterampilan para pria sebelum akhirnya berangsurangsur lebih diminati oleh wanita dan menjadi keterampilan standar seorang wanita muda Eropa untuk membuat pakaian hangat dan renda. Meskipun popularitas rajut tangan sempat menurun karena munculnya mesin tenun dan mesin rajut, kini keterampilan ini semakin banyak peminatnya. Tua-muda bahkan anak-anak, tidak hanya wanita, tetapi juga pria. Merajut menjadi salah satu hobi yang sangat diminati karena bahan dan peralatannya yang sederhana, dan dapat dikerjakan di mana saja, selain tentu saja menghasilkan karya yang menarik sekaligus bermanfaat. ISBN : 978-979-22-3411-4; 21008004 http://www.gramedia.com/buku_detail.asp?id=IAOK5444&kat=3#
|  | Saya terobsesi merajut kebaya dari tahun lalu, lumayan lama juga prosesnya dari sekedar obsesi sampai bisa terwujud. Menyisihkan waktu tidur, sedikit2 bikin dari pertengahan November. Sekarang tinggal kancingnya, yang belum dateng juga.
Sebelum dikancingin, ternyata bisa jadi blazer lho....
Sebelum diklaim Malaysia, saya klaim duluan, kalo kebaya rajut itu asli bikinan (orang) Indonesia.
update : sekarang udah dikancingin... |
| |