Kemaren pagi menjelang siang, ada paket datang. Padahal saya ataupun suami nggak lagi nunggu kiriman apapun. Waktu diliat kardusnya, lho kok dari salah satu toko online?
"Mas, kamu beli sesuatu?"
"Nggak tuh? Kamu kali?"
Penasaran, dibuka deh paketnya. Hah? Digicam?

"Ooooo....aku tau! Kamu ngasih aku surprise toh? Kamu beliin aku digicam?"
"Nggak! Nggak kok!?" Waja
h si mas nggak bisa saya baca. Dia bingung beneran ato boongan. Maklum, dia sering ngisengin saya juga.
"Ah poker face! Itu senyum-senyum? Bener nggak ini kamu yang beli?"
"Bukan! Bener bukan!"
Karena tuduhan-tuduhan yang dituduhkan dengan kebahagiaan ini ditolak mentah-mentah, akhirnya saya (dan si mas) makin penasaran. Dibolak-balik itu paket. Eh, akhirnya ketemu juga 'clue'nya di alamat pengiriman. Alamat pengiriman memang saya, tapi nomor telepon yang tercantum di situ? Nomor telpon Connecticut, t
epatnya sebuah apartemen di West Haven. Tepatnya punya
mbak ini.
"Oalah...mbak Dian mas..."
Ah mbakku ini memang sangat baik hati. Si wonder woman yang murah hati. Nggak tau udah apa aja yang si mbak kasih buatku, si 'teman durhaka' yang lupa terus ultahnya sementara dia nggak pernah lupa ultahku.
Well, mbak, this friend loves you back!

p.s: coklat ini juga early birthday present dari si mbak. Datang sehari sebelumnya bersama buku-buku yang dia sumbang untuk craft library saya.