dydy's posts with tag: about me

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag about me
Blog EntryHappiness is knowing your friend loves youJul 2, '08 4:31 PM
for everyone
Kemaren pagi menjelang siang, ada paket datang. Padahal saya ataupun suami nggak lagi nunggu kiriman apapun. Waktu diliat kardusnya, lho kok dari salah satu toko online?

"Mas, kamu beli sesuatu?"
"Nggak tuh? Kamu kali?"

Penasaran, dibuka deh paketnya. Hah? Digicam?

"Ooooo....aku tau! Kamu ngasih aku surprise toh? Kamu beliin aku digicam?"
"Nggak! Nggak kok!?" Wajah si mas nggak bisa saya baca. Dia bingung beneran ato boongan. Maklum, dia sering ngisengin saya juga.
"Ah poker face! Itu senyum-senyum? Bener nggak ini kamu yang beli?"
"Bukan! Bener bukan!"

Karena tuduhan-tuduhan yang dituduhkan dengan kebahagiaan ini ditolak mentah-mentah, akhirnya saya (dan si mas) makin penasaran. Dibolak-balik itu paket. Eh, akhirnya ketemu juga 'clue'nya di alamat pengiriman. Alamat pengiriman memang saya, tapi nomor telepon yang tercantum di situ? Nomor telpon Connecticut, tepatnya sebuah apartemen di West Haven. Tepatnya punya mbak ini.

"Oalah...mbak Dian mas..."

Ah mbakku ini memang sangat baik hati. Si wonder woman yang murah hati. Nggak tau udah apa aja yang si mbak kasih buatku, si 'teman durhaka' yang lupa terus ultahnya sementara dia nggak pernah lupa ultahku.

Well, mbak, this friend loves you back!


p.s: coklat ini juga early birthday present dari si mbak. Datang sehari sebelumnya bersama buku-buku yang dia sumbang untuk craft library saya.

Blog EntryMenikmati blog ala sayaJun 27, '08 1:13 AM
for everyone
Saya ngeblog dari taun 2004. Tepatnya April 2004. Alasannya, kalo mengutip postingan pertama saya adalah "buat senang-senang n mengeluarkan pikiran aneh2 yang suka jalan2 di otak tanpa bisa dikeluarin sehingga akhirnya bikin ga bisa tidur..". Memang dulu saya sering banget susah tidur karena mikirin berbagai macam hal, yang penting ataupun ece-ece. Setelah punya blog ternyata lebih nyaman. Kenapa nggak buku diary? Soalnya saya lebih suka ngetik dibanding nulis. Saya jatuh cinta sama ngetik setelah berhasil menguasai teknik 10 jari kelas 1 SMA dulu. Hahaha...sama ngetik aja bisa jatuh cinta yah.

Saya sempet nyoba macem-macem blog. Blogspot, blogdrive, blog-city, dan multiply. Tapi akhirnya settle di blog-city, soalnya (menurut saya) dia yang paling user friendly sambil penampilannya juga cocok dengan selera saya. Sampe saya rela bayar sekian dolar per bulan *ah bodoh*. Meskipun saya pake juga yang lain itu buat tulisan saya yang lain (tulisan mimpi dan deep thoughts di blogspot, tulisan belajar bahasa di blogdrive, multiply cuma sekedar repost dari blog-city).

Dulu blog saya nggak punya temen. Saya ternyata ngerasa sepi ngeblog sendiri tanpa ada yang mengunjungi. Cari temen deh. Temen pertama saya Indres yang waktu itu blognya masih di blogdrive. Terus nyari dan nyari, blogwalking everywhere, sampai list temennya banyak, tapi yang rajin dikunjungi sebetulnya cuma sedikit dan itu-itu lagi. Sebetulnya saya jarang minta tukeran link, kecuali saya betul-betul suka isi blog orangnya, atau saya udah kenal sebelumnya di tempat lain (milis, misalnya). Soalnya ya itu tadi, saya suka capek blogwalking, jadi cuma ke tempat-tempat tertentu aja. Kalo saya minta ngelink terus nggak dikunjungi, kan nggak enak tuh (meskipun pernah juga kayak gini).

Setelah Aliefya lahir, saya makin jarang posting di blog-city. Lama-lama rugi juga bayar tapi nggak diisi. Bedol blog deh akhirnya, pindah ke Multiply. Secara penampilan nggak terlalu cocok sama selera saya, tapi dibanding yang lain, di sini yang featurenya paling user friendly. Apalagi setelah taun berapa gitu, tiba-tiba temen-temen yang ngeMP jumlahnya melunjak. Tadinya temen saya di MP cuma teh Intan (yang sekarang malah ga pernah ngeMP lagi), sekarang...alamak...kontak saya jumlahnya 369! Siapa aja ini? :D

Yang saya perhatikan dari MP, kenapa dia begitu hebat daya candunya, karena dia memprioritaskan sosial di atas individu. Provider blog mana yang begitu login langsung masuk inbox yang isinya feed postingan semua kontak, sehingga kita bisa catch a glimpse of what's happening in our neighborhood? Biasanya kan kalo login kita masuk ke blog sendiri, lah MP beda sendiri. Saya sampai udah ga pernah lagi blogwalking keluar MP, karena serasa nggak punya neighborhood lain. Sampai-sampai saya baru tau salah satu kontak blog saya dulu sekarang lagi hamil anak ketiga, gara-gara udah hampir setahun nggak mampir ke sana. MP memenuhi kebutuhan anggotanya untuk menjadi bagian dari sebuah komunitas, dan bersosialisasi di sana (maap...bahasanya...maklum baru nyelesain paper tentang komunitas online).

Anyway, sekarang saya sangat menikmati blogging di MP. Dan jujur aja, saya sangat sangat senang kalo postingan saya dibaca dan direply (memang ada yang nggak senang ya?). Saya juga suka blogwalking kalo senggang. Dan enaknya di MP, blogwalkingnya nggak cape. Sekilas-sekilas postingan dibaca. Apalagi setelah kontak mencapai ratusan...walah...mana bisa dibaca satu-satu. Cukup baca judul dan intro. Yang kira-kira bakal menarik diklik, yang enggak dilewat. Soal menarik atau enggaknya, tentunya menurut selera masing-masing (selera mah nggak bisa diganggu gugat). Nggak semua topik menarik buat saya, nggak semua bisa menuliskan topik dengan gaya tulisan yang saya sukai (lagi-lagi soal selera).

Soal gaya tulisan, kadang saya suka heran lho, nemu blog yang katanya punya penulis, tapi tulisan-tulisannya boring abis. Sebaliknya, ada yang bukan penulis, tapi blognya bikin saya betah!

Saya menikmati postingan-postingan jika dan hanya jika topiknya menarik buat saya. Mau yang serius ataupun tidak serius.
Saya menikmati tulisan-tulisan yang enak dibaca, dari segi penulisannya ataupun pilihan font dan background. Tulisan bagus tapi bikin mata jereng...males layaw.
Saya menikmati lempar-lemparan tagging, quiz dan event.
Saya tidak menikmati blog yang isinya cuma copy paste artikel. Nggak ada personal touch.
Saya tidak menikmati kalo blog saya dibombardir iklan.
Saya tidak menikmati kalo saya dipaksa baca dan reply postingan orang.
Saya tidak menikmati bahasa puitis.
Saya tidak menikmati tulisan-tulisan bigotry.

p.s: kalo ada yang merasa sakit hati nggak pernah saya kunjungi blognya, it's not about you. It's about me.
Karena saya menikmati blogging, dengan cara saya sendiri.

Blog EntryMenikmati hobi ala sayaJun 26, '08 4:06 PM
for everyone
Kalo jaman SD saya ditanya hobi (atau disuruh nulis di buku kenangan, biasanya sesudah tempat tanggal lahir dan sebelum cita-cita), saya biasanya nulis ngegambar, baca buku, dan dengerin musik.

Dulu memang hobi saya ngegambar, kalo definisi hobi sama dengan hal yang senang dikerjakan saat senggang. Kalo main sama sodara-sodara itu mah kewajiban yah? :D. Saya waktu kecil paling suka ngegambar orang dari samping, biasanya dengan hidung-hidung dan dagu-dagu yang kepanjangan. Di mata saya tentu aja proporsinya udah tepat. Malah pernah ada satu yang saya bilang mirip Meriam Bellina, dan pas saya liatin si "Meriam Bellina" ke kakak saya, dia cuma geleng-geleng tak mengerti belah mana miripnya. Kasian kau Kon...

Hobi gambar lainnya, adalah ngegambar "kereta terbang". Ini seperti apartemen, tapi bentuknya memanjang seperti kereta, dan terbang keliling langit all the time. Satu lembar kertas mewakili satu gerbong. Kebayang nggak panjangnya gambar saya itu? Berlembar-lembar disambung dengan selotip.

Setiap gerbong mewakili satu apartemen, yang biasanya penghuninya punya ciri khas. Si masinis tentu saja cowok cakep yang baik hati dan penolong. Tetangganya kemudian si pemusik yang punya keyboard seperti punyanya Fariz RM (keyboard yang disandang kayak gitar), rambutnya harus agak gondrong. Terus ada lagi pelukis, tukang masak, cewek scientist, dan sebagainya. Di kereta itu juga ada ruang-ruang bersama seperti restoran, dan saya inget di salah satu mejanya ada yang lagi nyatain cinta sambil ngasih mawar!

Baca buku dan dengerin musik sebenernya formalitas aja. Saya ga pernah ngerasa bener-bener hobi baca buku seperti kakak-kakak saya, apalagi dengerin musik yang sampai koleksi kaset-kaset. Biasa aja.

Hobi ngegambar ini juga yang membawa saya milih jurusan arsitektur. Kenapa bukan seni rupa? Jawabannya (percayalah): saya bosen satu sekolah sama kakak saya (dia duluan masuk seni rupa. Jadi meskipun tertarik, tapi kebosenan itu lebih kuat..hihihi). Jadi aja milih arsitektur. Meskipun satu universitas, tapi beda "school".

Eh tapi ternyata, tuntutan harus menggambar di jurusan malah bikin saya nggak lagi menikmati kegiatan menggambar. Karena diharuskan, saya malah "lari" ke hobi lain: musik. Bibit suka musik memang udah ada dari kecil juga. Saya inget papa almarhum beli harmonika buat kakak saya, tapi pada akhirnya yang suka maininnya ya saya sendiri. Recorder punya kakak saya yang lain, juga 'diembat'. Saya inget kelas 1 SMP suka nongkrong di loteng mainin lagu...Hati Yang Luka! (aib...aib...:D)

Balik lagi ke musik sebagai pelarian, udah diceritain di Nostalgia di LSS. Anehnya lagi, karena merasa 'tidak diharuskan', saya hobi ngegambar di LSS. Hasilnya ya komik-komik Qoma, desain logo, kaos, dan poster-poster kampanye pupuhu.

Dimana-mana pressure memang mengganggu kenikmatan ya.

Sekarang, saya hobi merajut. Tapi lagi-lagi, ketika hobi itu bergeser menjadi status (owner milis dan website merajut), serasa ada kewajiban tidak tertulis bahwa saya harus merajut dan merajut. Padahal, itu bukan cara saya menikmati kegiatan merajut. I knit what I want, when I want (I crochet sometimes, but I prefer knitting anytime). Saya lebih suka merajut pola-pola rancangan saya sendiri, sesuai visi saya sendiri, meskipun bisa lama dan tidak terlihat produktif. Saya lebih suka merajut satu itu saja sampai beres, daripada banyak tapi nggak ada yang beres. Saya lebih memilih tidak terlihat produktif daripada mengerjakan rajutan-rajutan kecil yang tidak saya kerjakan sepenuh cinta. Saya punya banyak buku merajut tapi bukan untuk dikerjakan polanya, tapi cari ide dan inspirasi untuk membuat sesuatu yang lain. Ambil motif dari sini, modelnya seperti anu, tusukannya dari pola lain lagi. Hasilnya lebih unik dan lebih memuaskan, lagi-lagi menurut saya.

Buat saya merajut tetap hanya hobi. Tetap tunduk pada hukum "pressure mengganggu kenikmatan". Sekarang saya lagi merasa jenuh dengan merajut, dan saya lari ke hobi lain: MP! Rasanya hobi yang ini nggak ada pressure deh, jadi insyaAllah selalu dinikmati...hihihi. Makanya harap maklum kalo saya lagi rajin posting, lagi menikmati sih!

Blog EntryGajah ini sudah peotJun 26, '08 6:22 AM
for everyone

Kakak saya nyebut saya gajah. Bukan karena gendut (karena dia lebih gendut dari saya), tapi gara-gara bukunya Agatha Christie yang judulnya "Gajah Selalu Ingat". Saya emang biasanya bisa mengingat hal-hal penting dan nggak penting sabangsaning tanggal ulang tahun sodara-sodara dan temen-temen, nomer-nomer telepon (sampe temen saya nyebut saya buku telepon berjalan), nomer-nomer plat mobil (nggak penting banget lah), atau nama-nama pemenang Gadis Sampul (ini apalagi...).

Di keluarga saya, biasanya saya (dan ibu saya) yang pertama ingat ultah, dan si bungsu yang paling "nggak ngeh". Sekarang, saya biasanya jadi yang terakhir inget. Termasuk hari ini, hari ultahnya kakak saya nomer 2. Lagi-lagi saya telat.

Saya juga biasanya inget nama dan wajah orang. Tapi lagi-lagi beberapa hari yang lalu saya betul-betul lupa nama seseorang, yang sebetulnya sih belum lama-lama amat nggak ketemu. Saya nemu seseorang di friendster, pas diliat foto-fotonya ternyata istrinya adalah temen kantor saya waktu di Shafira produksi. Dipelototin foto istrinya, tetep ga inget-inget namanya. Padahal dulu suka curhat-curhatan, malah pas nikahannya di Garut saya juga dateng (kok saya ga ngeh ya kalo suaminya anak itb). Tapi sampe sekarang pun ga yakin apa saya bener nginget namanya: Rina. Kayaknya salah.

Dan banyak lagi. Baca aja postingan akhir-akhir ini...pasti banyak tulisan 'lupa', 'ga inget', 'memori parah' dll.

Gajah ini semakin peot....atau kebalik...gajahnya overload....

Blog EntryThese are a few of my favorite things...Jun 20, '08 1:47 PM
for everyone
(ngikutin postingan Mila, dibikin ala lagu soundtrack Sound of Music)

Knitted lace fabrics and warm cable sweaters,
Hot cappuccino while blogging for hours,
Thick tempe fritters with green hot chilis,
These are a few of my favorite things....

Baby pink colours and comfy flat sandals,
Playing with Aliefya out on the green grass,
Sleeping in winter and my baby's kiss,
These are a few of my favorite things....

Homemade tofu soup and vanilla ice creams,
Scent of tuberoses and deep into fun dreams,
Warm popcorn while watching Tom Hanks' movies,
These are a few of my favorite things....

When PMS kicks,
When si Al cries,
When I'm feeling sad,
I simply remember my favorite things,
and then I don't feel so bad....

Blog EntryNostalgia: Ga suka jadi anak baruJun 20, '08 2:28 AM
for everyone
Saya dari dulu termasuk yang susah memulai bergaul. Apalagi waktu SD...waaah payah banget lah. Pendiam (sampe sekarang...meskipun keliatan banyak omong di blog yah...hehehe), dan enggak pedean. I always consider myself an ugly duckling (who turned into an ugly duck? heheh).

Makanya, buat saya jadi anak baru adalah penderitaan. Kalo pertama masuk sekolah di kelas 1 sih, ok lah, semuanya sama-sama anak baru. No problem. Semua sama-sama memulai. Tapi kalo jadi anak baru di lingkungan baru, nah...baru deh. Diem ga inisiatif, nunggu diajak aja. Kalo kata temen saya, "Kalo ga dipencet ga bakalan hurung" (hurung=nyala).

Karena papa dimutasi dari pusat ke daerah (biasa lah, karena clash sama pimpinan... politik...politik), jadilah saya juga ikut mutasi dari pusat ke daerah waktu kenaikan ke kelas 5. Meninggalkan sekolah yang sebelumnya sebetulnya nggak terlalu berat, soalnya ya itu tadi, saya bukan anak gaul. Nggak ada sobat yang terlalu dekat waktu SD. Beratnya malah karena ninggalin sekolah yang bangunannya bagus dan banyak fasilitasnya, dengan siomay yang terkenal enaknya. Ada yang nggak tau siomay Angela? ah rugi deh.

Pindah ke Sukabumi, ortu saya tetep cari sekolah yang segrup sama St.Angela mengingat kualitas pendidikannya. Jadilah saya sekolah di SD Yuwati Bhakti yang seordo (Ursulin) sama St.Angela. Pindahan, pastinya banyak ngebanding-bandingin, apalagi buat anak kecil yang masih self oriented, gengsian, merasa 'anak kota yang diturunkan ke daerah' (ah payah deh gue): ih kelasnya kecil dan gelap. Jauh sama kelas-kelasnya Angela yg besar dan terang benderang. ih kantinnya jelek, jualannya ga mutu. Dan ih ih lainnya. (Ga tau aja pada akhirnya si ih ih ini berubah jadi ah ah...jajanannya enak lho di YB.)

Saya masuk kelas 5B, wali kelasnya bu Mahrita (yang kena kanker rahim). Waktu itu di kelas saya ada 2 anak baru. Yang satu kecil imut lucu, yang satu gede ga imut ga lucu (si ugly duckling). Karena sesuatu hal, satu di antara kami akan diambil sama kelas 5A. Yang terpilih sama wali kelas 5A untuk masuk di kelasnya ternyata temen saya yang imut lucu. Ketidakpedean saya nambah dong (uh pasti karena saya ugly). Apalagi ketika ternyata pas pembagian raport caturwulan pertama, ada policy yang aneh: murid kelas 5B tidak bisa ada nilai 9 di raport meskipun layak. Sementara 5A bisa. Jadi kalo kata guru saya sih, sebetulnya saya punya beberapa nilai 9 di raport, tapi apa daya, dibikinlah jadi 8 semua.

Tapi ternyata....ternyata...temen-temen saya di sini sangat friendly. Hangat dan menyenangkan. Si ugly duckling langsung punya banyak temen baru. Senang deh. Apalagi karena kota kecil, rata-rata rumah temen-temen nggak jauh dari sekolah. Rumah saya waktu kelas 5 itu, ga sampe 100 meter dari gerbang belakang. Jadi ini pengalaman baru: pulang sekolah bareng sama temen-temen jalan kaki. Menyenangkan.

Yang baru lagi, di Sukabumi pelajaran olahraga paling populer adalah berenang! Kalo di Bandung kan basket. Di sini saya pertama kali belajar berenang dengan baik dan benar. Apalagi waktu itu di depan rumah saya ada kolam renang umum, yang sering dipake buat pelajaran renang oleh sekolah saya. Menyenangkan.

Ah pokonya banyak hal yang menyenangkan di Sukabumi (sementara ortu saya punya horrible memories tentang Sukabumi...that's another story in Nostalgia series. Wait for it!). SD 2 tahun di Sukabumi lebih berkesan dari 4 tahun di Bandung. Temen-temennya, jajanannya, pramukanya (wajib euy), berenangnya, ngewakilin sekolah pas Porseni (main catur! kalah pula di ronde pertama! lagiaaan...siapa suruh saya main catur. Sekedar main sih tau, strategi? Boro-boro), ngewakilin sekolah buat pelajar teladan (abis katanya saya satu-satunya murid non-Cina yang memenuhi standar. Maklumlah, Indonesia masih diskriminatif. Padahal ada Elke dan Elsa yang pinter-pinter. Tapi alhamdulillah sampai ke tingkat Jabar).

(ini foto perpisahan SD. NEM tertinggi dari kanan ke kiri. Tebak saya yang mana)

Pindahan kedua, waktu kenaikan ke kelas 2 SMP. Seperti yang sudah diceritakan, saya pindah ke SMP Negeri di daerah Kebon Kelapa. Yang ini banyak shock-nya. Pertama, pindah dari swasta ke negeri, yang katanya persaingannya bakal lebih ketat. Kedua, dari sekolah Katolik ke sekolah umum, ada pelajaran agama Islamnya (haha...dulu mah ini nightmare, karena ga bisa). Ketiga, ada sekolah siangnya. Kalo mau ngebandingin bangunannya, walah...jauh pisan. Saya asli kaget waktu pertama kali masuk kelas 2D: ih! Gelap! Kotor! Belum lagi di laci/kolong mejanya banyak...kulit kwaci! Ya ampyun.

Lagi-lagi saya jadi ugly duckling yang lama baru bisa adaptasi. Apalagi suasana nggak sehangat di YB. Alhamdulillah, yang bikin status dan kepedean mulai terangkat adalah waktu pelajaran bahasa Inggris. Soalnya saya satu-satunya yang bisa ngejawab pertanyaan si bapak dengan benar. Heheh.

Tapi memang betul, persaingan di sekolah negeri kerasa banget lebih susah dibanding waktu saya di Sukabumi. Atau mungkin gara-gara saya pindah dari daerah ke pusat lagi. Kalo di YB saya langganan juara 1 atau 2, di sini, nggak gampang! Langganan juara 1 di kelas saya dipegang Budiyana (yang akhirnya sejalur juga ke SMA 3 dan ITB). Saya mah, ah berapa ya, lupa. Sekian sekian deh, meskipun masih 10 besar.

Yang asik dan memorable semasa di sini adalah: pelajaran masak, jajanan enak (gehu, lumpia basah, roti kukus, martabak mini), grup angklung, guru-guru yang baik hati. Yang memorable tapi nggak asik: difitnah (digosipin suka sama seorang cowo yang ternyata dikeceng sama seorang cewek berbadan gede. Alhasil tiap ketemu cewe itu saya dipelototin).

Hihihi...asik ya mengingat masa kecil. Lucu.

Tapi saya tetep ga suka jadi anak baru, sampai sekarang. Termasuk jadi orang baru di lingkungan pertemanan yang sudah established. Soalnya saya susah gaul. Kecuali online. :D


Blog EntryAkhirnya...selesai juga...Jun 18, '08 3:01 PM
for everyone
Hari-hari begadang sampai pagi sudah berakhir...
Hari-hari nongkrongin Google Docs (maklum, ga punya MSWord) sudah berakhir...

Sekarang bisa ngerajut lagi, ikutan event prakarya kertas lagi, baca buku-buku craft lagi, ngurusin website lagi....

Hmmm....enaknya ngapain dulu ya...

*nuhun dalus tos ngarerepot...hehehe*

Blog EntryApa yang didapat dari kuliah di jurusanmu?Jun 11, '08 11:58 PM
for everyone

Sambil baca milis temen-temen angkatan jurusan, saya merasa 'out of touch'. Seperti orang awam dengerin obrolan eksklusif kelompok tertentu yang nggak...eh...kurang saya mengerti. Memang udah lama banget nggak berurusan dengan dunia arsitektur. Dulu masuk jurusan arsitektur pun 'hanya' gara-gara saya hobi gambar dan terinspirasi pelajaran gambar teknik-nya pak Sutarya di kelas 2 SMA. Di jurusan pun saya nggak terlalu antusias sebetulnya, selain urusan ngegambarnya dan mata kuliah pilihan desain interior. Lebih suka nongkrong main degung dll di LSS.

Sekarang, ketika di milis ada berita salah satu teman seangkatan saya jadi satu dari "13 (indonesian) young architects under 40", dengan kata lain jadi arsitek sukses, saya jadi mikir seperti judul postingan ini. Apa yang saya dapat dari kuliah di jurusan arsitektur? Apa ya? Jadi arsitek (udah) nggak (lagi). Berhubungan dengan dunia arsitektur udah nggak lagi. Kalo ditanya kira-kira bikin rumah dengan luas segini dan tampilan seperti anu, saya udah ga bisa lagi ngira-ngira biayanya. Udah out of touch. Isi kuliah-kuliah sudah berlalu dari memori...

Apa ya?

Gimana dengan temen-temen, terutama yang bekerja tidak sesuai jurusannya, atau yang tidak bekerja sama sekali?

Blog EntryKalo saya superhero...May 31, '08 6:02 PM
for everyone
...saya pengen punya power mengerjakan banyak kerjaan sekaligus dalam satu waktu.
Atau punya power mengkloning diri, yang satu suruh masak, satu suruh bersihin rumah, satu suruh bikin paper, satu suruh ngurus website, milis dan jawabin email....yang asli main sama Aliefya..
Atau punya kantong doraemon aja deh.

Blog EntryMimpi yang jadi kenyataanMay 22, '08 4:42 PM
for everyone
...ternyata mimpi David Cook jadi AI kemaren jadi kenyataan. Selera saya sebenernya suara-suara tipe David Archuleta, tapi berhubung taun ini ga ngikutin, jadi nggak ngedukung siapa-siapa.

Saya ga bisa meramal dong ah. Tapi mimpi saya emang kadang-kadang jadi kenyataan. Ada yang sangat akurat, ada yang cuma samar-samar. Nah, kenapa saya ada feeling mimpi David Cook kemaren bakal come true, karena situasinya mirip sama mimpi saya yang lain yang jadi kenyataan juga. Bedanya, mimpi yang satu itu sooooo very accurate saya sendiri sampe kaget dan merinding waktu betul-betul jadi kenyataan.

Mimpinya nggak penting sih. Taun 2003, temen saya (sebut aja si S) ada yang ikut Lomba Perancang Mode Femina. Beberapa hari sebelum final, saya mimpi. Di mimpi itu saya lagi cerita ke temen saya yang lain bahwa saya mimpi si S jadi juara kedua. Si mimpi dalam mimpi itu menggambarkan si S dengan baju putih-putih bawa karangan bunga, jalan di panggung sebagai juara kedua.

Beberapa hari kemudian, di Kompas ada beritanya, plus foto-foto pemenang. Si S? Jadi juara kedua, pake baju putih-putih, pegang karangan bunga. Kaget ga sih!!!

Terus mimpi David Cook? Di mimpi itu, ceritanya adalah sehari sesudah final, dan orang-orang ngobrolin David Cook menang American Idol. That's it.

Kebanyakan nonton tivi? Mungkin juga. Mimpi-mimpi saya selalu terpengaruh apa yang saya tonton, lihat, baca, dengar pada hari itu. Baca aja mimpi-mimpi saya di sini (sempet saya tulis blog khusus mimpi, sekedar mengasah intuisi, tapi ga pernah lagi. ga sempet). Rata-rata mimpi saya lucu-lucu dan penuh petualangan.

Saya seneng mimpi. Serasa punya kehidupan lain. My parallel universes.

*sebelumnya terimakasih sebesar-besarnya buat Tarlen bos Tobucil. Kalo bukan karena diajakin Tarlen, mungkin saya nggak akan ngalamin berkunjung ke belakang layar-nya Etsy.com.*

What's Etsy, you say? Etsy adalah pasar virtual barang-barang handmade yang unik-unik, tapi selain itu "We are a community and a company." Di websitenya disebutkan juga visi dan misinya : "Our mission is to enable people to make a living making things, and to reconnect makers with buyers. Our vision is to build a new economy and present a better choice: Buy, Sell, and Live Handmade.

Sebelum ini saya nggak begitu tau tentang Etsy. Memang pernah sih dulu mampir di websitenya, udah lamaaa banget, tapi lalu nggak pernah nengokin lagi sampai dikasih tau sama mbak Elvira pas survey kemarin. Ternyata setelah ditengok lagi, websitenya sudah banyak berkembang.

Eniwei baydewey, Tarlen yang dapat kesempatan mengunjungi markasnya Etsy, ngajak saya karena tau saya lagi mempelajari tentang online creative community. Berangkatlah kami tadi siang ke Brooklyn, tepatnya di 325 Gold St. Ternyata mereka menempati bangunan (yang tampaknya seperti) bekas pabrik berlantai 7. Kantor mereka di lantai 6, dan Etsy Labs tempat berbagai workshop dilakukan, menempati lantai 3.

Dibilang kantor, jangan ngebayangin kantor keren berkarpet berAC. Lebih mirip gudang, dan banyak benda aneh yang lucu. Begitu masuk aja disambut oleh gurita raksasa warna biru muda dan oranye, terbuat dari fleece (bahan kain tebal berpermukaan lembut yang suka dibuat selimut), bertengger di atas meja makan kuning. Di tempat lain ada burung hantu raksasa terbuat dari.. apa ya tadi...kardus? Pokonya ini unconventional office, yang dari suasananya aja terasa energi 'muda', 'bebas', 'idealis' dan yang pasti 'kreatif'.

Guide kita di sana adalah Vanessa, salah satu admin Etsy. Dia yang membawa kita keliling kantor Etsy, ngenalin ke semua orang, cerita tentang macem-macem, juga yang bawa kita makan siang di Au Bon Pain, sama 2 orang lainnya dari tim Storque-nya Etsy : Alison dan Tara. Wah ngobrolnya asik banget, tentang handmade things, tentang batik, ikat, tentang komunitas kreatif di Bandung. Saya jelas dong, cerita tentang merajut.com dan hobikriya.com and how I was forced to put my needles down to build the websites....:D

Pulang makan siang dan balik lagi ke Etsy, eh ada kejutan. Berhubung kita berdua sama-sama bawa barang handmade yang tadinya sih cuma buat diliatin aja ke orang Etsy, sama mereka kita disuruh menampilkannya di....video! Jadilah sore itu kita syuting di shooting booth-nya Etsy, dengan sutradara Bre (media guru at Etsy) yang kalo kata Tarlen sih banyak penggemarnya di Tobucil :D. Tarlen dengan tas rajut kaosnya, saya dengan kebaya rajutnya. Disuruh cerita tentang : siapa, suka bikin apa, kalo nggak lagi bikin sesuatu tadi kerjaannya ngapain (saya bilang ngurus website merajut dan hobikriya, lumayan ngiklan gratis), disuruh nyebutin website 'where we can find you' (saya nyebutin MP ini), disuruh ngeliatin karya yang kita bikin dan cerita ttg itu, dan bonus di akhirnya (this is a surprise, you just have to wait for the video to come out).
Aliefya ga ketinggalan! Lucunya dia ketiduran di tengah-tengah syuting, karena waktu tidur siangnya kelewat.

Jadi....tunggu beberapa minggu lagi, aksi dan karya saya dan Tarlen bisa disaksikan di Etsy.com atau channel Etsy di YouTube.

Hahahahah....*masih belom percaya*

*foto-foto nunggu diupload Tarlen aja lah yaw...maklum saya udah ga punya kamera sekarang*

btw, apa gara-gara ini hari ini website merajut.com kebanjiran pengunjung? atau websitenya lagi error aja?

update : foto lebih banyak lihat di http://vitarlenology.multiply.com/photos/album/101/Bertamu_ke_Markas_Etsy.com#

Blog EntryParallel universeMay 7, '08 12:13 AM
for everyone
..gara-gara ngereply postingan nenengceriwis yang lagi nyari partner dansa, jadi kepikiran tentang parallel universe. Di universe lain, saya jadi apa? tinggal di mana? kerja jadi apa?

"Scientists now believe there may really be a parallel universe - in fact, there may be an infinite number of parallel universes, and we just happen to live in one of them. These other universes contain space, time and strange forms of exotic matter. Some of them may even contain you, in a slightly different form. Astonishingly, scientists believe that these parallel universes exist less than one millimetre away from us. In fact, our gravity is just a weak signal leaking out of another universe into ours."

hello a slightly different me (asdm), kenalan dong..

asdm 1 : masih single, tinggal di margahayu, kerjaannya luntang lantung, mungkin sering main ke cisitu, ikut mroyek desain atau maket...

asdm 2 : sudah menikah (suaminya siapa ya), anak 3, di rumah repot ngurus anak, ga punya internet, gaulnya sama tetangga seRT aja

asdm 3 : single tapi punya pacar, jadi desainer, punya butik, lagi mikir-mikir kapan enaknya tanggal pernikahan sama si aa (atau mas, atau uda, atau mister someone)

asdm 4 to infinity....

hehehe

Blog EntryIs that me????May 4, '08 7:49 PM
for everyone
Waktu tadi saya jalan-jalan ke friendsternya sobat jaman SMP saya, Tanty, kaget liat foto ini. Is that me? Kok tampak lumayan? Where is she now? :D
Ini difoto di Jonas Banda beberapa minggu sebelum (apa sesudah ya?) nikah, jadi mungkin gara2 perawatan intensif pranikah di salon, jadi kinclong! wahahah...


ya udaah...dikasih keterangan deeh...
keterangan foto : kiri dydy, kanan tanty

Blog EntrySeniman subwayMay 1, '08 1:59 PM
for everyone
Kemaren waktu naik subway R menuju Elmhurst dalam rangka nganterin Tarlen jalan-jalan ke craftstore Michaels, makan di Minang Asli, dan belanja di Topline, kita ketemu sama salah satu seniman yang sering beraksi di subway-nya New York. Kalau biasanya seniman subway ini berupa pengamen --> nyanyi, main musik, atau kadang-kadang breakdance, kali ini kita ketemu seniman gambar. Seorang pemuda kulit hitam yang ramah.

Dia menawari orang-orang di subway yang duduk di sekitarnya untuk digambar. Menggunakan marker abu-abu, dengan cepat 'sret sret sret' dia mulai membuat sketsa. Waktu kita datang, dia sedang membuat sketsa seorang pemuda bertopi di seberangnya lengkap dengan gitar yang dibawanya. Menarik banget deh ngeliatnya. Sambil menggambar dia ngobrol dengan seorang wanita setengah baya yang sepertinya barusan digambarnya juga, dan cerita kalau sodaranya yang juga pernah digambar sama dia, titip salam.

Setelah gambar si pemuda selesai, si seniman menawari saya dan Aliefya yang waktu itu lagi tidur, untuk digambar. "Ok!" saya bilang. Dia mulai sketsa lagi. Sret sret sret. Saya ngeliat dia ngegambar sambil nggak bisa nahan senyum. Suka sih ngeliatnya. Setelah selesai dan diparaf, dia nulis sesuatu di belakangnya, dan gambar itu dikasih ke saya.

Tulisan di belakangnya ternyata "Please tip if you like". Oooo...tadinya saya pikir dia gagambaran sebagai having fun, ternyata ngamen juga. Tapi ngamen jenis ini saya suka : interaktif, personal, tapi tetep nggak maksa. Si pemuda yang tadi udah kasih tip. Waktu saya mau ngeluarin dompet, eh...si seniman turun "This is my stop," katanya. Sayang juga, padahal saya rela hati banget ngasih tipnya.

Hasilnya? Lumayan.



New York itu menarik.

Blog EntryDaftar buku craft buat dream library so far...Apr 28, '08 1:52 AM
for everyone
baru 18...eh...23 ding
ada yang mau nyumbang?
saya lagi bikin website khusus buat ini....(lengkap dengan Paypal donate button...hehehe...)
Oiya buat yang belom tau, saya lagi merintis bikin art&craft library di bandung... belum punya tempat, buku pun baru segini-gininya. Sedikit-sedikit, merintis mimpi, supaya para crafters di Bandung punya referensi bagus...

No Judul Pengarang Kategori Subkategori
         
1. Hooked on Triangles Johannessen and Uren Craft Quilting
2. 100 Knitting Projects Leihausser and Weiss Craft Knitting
3. Simple Knits With A Twist Knight, Erika Craft Knitting
4. Hand Knits for the Home Birkett, Caroline Craft Knitting
5. The Complete Sewing Course Gallery Books Craft Sewing
6. Attractive Hand Knits Nihon Vogue Craft Knitting
7. The Pattern Library : Needlepoint Carroll, Amy Craft Needlepoint
8. The Handbook of Quilting Milner Craft Series Craft Quilting
9 agm :Get Beneath The Surface (Fall 2007) Anna Goodson Mgt Art Graphic Design
10. The Knitter's Handy Book of Sweater Patterns Budd, Ann Craft Knitting
11. The Complete Encyclopedia of Needlework de Dillmont, Therese Craft All Needlework
12. Reader's Digest Fast & Fabulous Low-Sew Bedroom Projects Editors of Handcraft Illustrated Craft Sewing
13. Singer Sewing Reference Library : The Perfect Fit Editors of Cy De Cosse Craft Sewing
14. Creative Crafts for Creative Hands : Cross Stitch Embroidery Finnis, Jo Craft Embroidery
15. Miniature Quilts Brearley, Deborah Craft Quilting
16. The New World of Needlepoint Perrone, Lisbeth Craft Needlepoint
17. Crafty Concoctions Hannah, Sue Craft Children's Craft
18. The Complete Book of Patchwork, Quilting and Applique Seward, Linda Craft Quilting

ada yang ketinggalan :
19. Handcrafted Cards - Gilchrist, Paige - Craft - Papercraft
20. Knit Simple magazine, winter 2005
21. Knit n Style magazine, August 2007
22. Knitter's magazine, summer 2007
23. Crochet! magazine, September 2006


Blog EntryHabis nge-Geek sekarang mau nge-NerdApr 23, '08 7:24 PM
for everyone
...sebetulnya tetep nge-Geek karena urusan website masih belum beres. Tapi sekarang ditambah nge-Nerd karena mau mengubangkan diri di lautan buku dulu...*oh oh jadi inget masa kuliah*.
tapi nge-MP sih...tetep ditengok...obat stress

Photo AlbumUgly Bag (1 photo)Apr 17, '08 1:08 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Dari dulu saya suka tas yang muat banyak buat sehari-hari. Apalagi saya sering pinjem buku banyak dari perpus atau beli di booksale. Apalagi setelah punya anak musti bawa ini itu. Apalagi setelah Aliefya ga mau lagi duduk di stroller, sama dengan satu tangan dikuasai Aliefya (buat ngegendong). Jadi saya selalu pake sling bag karena tali panjangnya bisa disilang di bahu.

Sling bag saya yang dikasih sama ibu mertua sudah butut, jadi saya nyari gantinya. Kemaren sambil jalan-jalan ke Target beli baju buat Aliefya, saya liat tas ini. Wah, sling bag dengan kompartemen banyak, besar pula, cukup buat sketchbook dan buku2 pinjeman dari perpus. Langsung beli deh.

Pulang-pulang, komentar suami "Kamu kok beli tasnya yang kayak gini sih, bukan yang manis-manis buat cewek gitu, yang bahan kulit". Walah, sekarang mah buat saya fungsi nomer satu deh. Tas-tas kepit imut yang cuma cukup buat hape dan dompet, jelas bukan buat saya. Di situ mana masuk diaper, wipes, buku seukuran folio, jus kotak, snack buat Aliefya, dll.

Ugly ugly deh, yang penting fungsional!

Lagian dari dulu saya ga suka tas bahan kulit...

Blog EntryBerasa jadi geek...Apr 16, '08 9:16 AM
for everyone
Beberapa minggu terakhir ini saya berkutat di depan komputer dan bergaul dengan macam-macam 'benda aneh' buat bikin website. Beberapa kali error membuat saya makin banyak browsing istilah-istilah aneh. And today I officialy feel like a geek. Soalnya tadi malam mimpi saya isinya adalah file-file "index.php" dan "config.php" dan bagaimana hacking code...


*gambar diambil dari sini *


bikin website dua biji, nanti mindah2in artikel dan database, bikin rajutan yang bulan kemaren meleset dari target, baca buku-buku yang dipinjem, dll dsb....
hasilnya...ngantuk, pusing, maag kumat, kurus..
kata suami saya terlalu ambisius...iya kali ya..

mudah2an paper saya nggak tembus...ga kebayang ditambah bikin paper...
komputer cuma satu pula...

*bikin saya tambah kagum sama para wonderwoman kayak mbak dian, mbak mamiek, mbak me...*

Blog EntryBeriklan tanpa menjengkelkanMar 13, '08 1:14 PM
for everyone

Salah satu yang paling bikin saya jengkel kalo baru pasang telpon di sini adalah, nggak berapa lama langsung deh krang kring telemarketer nelepon nawarin segala macem hal. Credit card, cable tv, sampai minta sumbangan. Saya yakin ada jutaan yang punya perasaan sama dengan saya, soalnya sampai ada layanan Do Not Call Registry dari pemerintah. Tapi bahkan yang sudah terdaftar di situ pun masih aja ada yang diteleponin telemarketer. Jengkel nggak sih? Sudah bilang nggak mau, masih juga disodor-sodorin.

Hal yang sama terjadi di Multiply. Sejak tahun kemarin sepertinya, booming yang buka toko di MP. Soal itu ya terserah aja sih, bukan urusan saya. Yang jadi urusan saya adalah kalau sudah mulai mampir ke MP saya dan ngiklan sembarangan. Apalagi saya udah terang-terangan nulis dengan font besar merah di halaman depan "Jangan kirim spam. Jangan ngiklan sembarangan. Jangan invite saya kalau sekedar untuk memperluas market jualan". Eh masih juga ada yang ngiklan tanpa permisi. Ya maaf aja, saya kan udah bilang nggak mau, jadi siapapun yang mampir ngiklan di guestbook saya langsung saya hapus.

Saya bukannya nggak menghargai yang jualan, tapi saya minta dihargai permintaan saya juga. Udah dua yang saya blok karena saya anggap tidak menghargai permintaan saya.

Cara jualan seperti itu mungkin memang efektif, nggak tahu lah, saya bukan orang marketing. Tapi mau efektif atau nggak, just please COUNT ME OUT. Kalo memang saya mau belanja, saya browsing sendiri. Kalo saya memang nemu toko menarik, saya invite sendiri.

*ditulis oleh dydy yang lagi super jengkel. Believe me you don't want to deal with the jengkel dydy*

Pages:123
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help