Terima pesan di Friendster dari teman yang sedang hamil dan tanya-tanya tentang website nama bayi. Dia lagi nyari nama yang berbau Indonesia - Sansekerta.
Teringat postingan di milis saung LSS [Lingkung Seni Sunda] yang mendaftar nama anak-anak kita dan ternyata hampir semua 'berbau' Arab [3 di antaranya bernama Zahra] sampai salah satu berkomentar "sigana ieu barudak lamun asup ITB, bakal nyieun unit anyar LSA (Lingkung Seni Arab)" [terjemahan : kayaknya anak-anak ini kalo masuk itb bakal bikin unit baru Lingkung Seni Arab].
Memang ya, sejak beberapa tahun ke belakang [10 -15 taun?] nama-nama Arab semakin umum dipakai oleh orangtua untuk menamai anak-anaknya. Banyak alasannya. Ada yang berpendapat nama-nama Arab itu Qur'ani dan Islami, ada juga yang berpendapat karena 'bunyi'nya bagus atau eksotik.
Kalo saya pribadi sih, suka nama Arab, Persia, Ibrani, India, soalnya menurut saya bunyinya bagus, enak didengar. Kalau soal Islami, menurut saya selama artinya baik dan tidak merepresentasikan sesuatu yang berlawanan dengan nafas Islam, nama itu Islami, mau bahasa Arab atau bukan. Qurani? Tidak semua nama dari bahasa Arab bisa sembarang dicomot dari Quran. Seorang teman pernah cerita kalau tetangganya ada yang bernama Hawiyah...padahal itu kan nama neraka. Apa bagus jadi nama orang?
Keeksotisan nama juga tergantung orang yang ngasih nama. Menurut saya nama Arab Persia etc itu eksotis. Orang-orang sini berpendapat nama-nama Afrika itu eksotis. Atau nama Indonesia. Saya pernah ketemu seorang ibu Indonesia yang suaminya orang sini cerita kalau suaminyalah yang memilih nama Dewi untuk anak perempuan mereka, "Padahal kalo buat kita kan nama Dewi pasaran banget,aku sih bosen, pengen nama lain tapi dia suka sekali nama itu. Jadi ya Dewi deh."
Dari pengamatan saya beberapa teman mulai ingin mengangkat lagi nama-nama Indonesia untuk anak-anaknya. Mungkin bosan dengan trend nama asing anak-anak Indonesia jaman sekarang.
dd
*yg masih nyimpen nama Mahalia untuk future daughter...if there is one*