Ibu saya baru saja pulang dari berhaji. Berbeda dengan
temennya Adhe yang sering kirim berita yang 'menggetarkan hati' dari tanah suci, ibu saya sengaja tidak mau dibekali HP, "Biar khusyuk ibadahnya" katanya. Yah, lagian memang nggak biasa pegang HP sih. Dari satu bulan lebih di Arab, ibu saya hanya satu kali nelpon ke Bandung. Setelah itu blank. Saya sih berdoa aja mudah-mudahan nggak ada apa-apa. No news is good news. Hopefully.
Lalu di media ada berita jemaah haji Indonesia kelaparan karena catering deal gone bad. Lagi-lagi saya sih berdoa aja mudah-mudahan ibu saya nggak termasuk yang kelaparan. No news is good news. Hopefully.
But it wasn't!
Dari cerita ibu saya kemarin waktu saya telpon, beliau termasuk yang tidak makan selama 3 hari. Dan [sialnya?] para pekerja dapur umum di maktabnya [kebetulan?] melakukan aksi mogok, jadi tidak ada makanan sama sekali. Hanya ada peralatan dapur. Selama 3 hari itu hanya makan 2 bungkus snack, air dingin [padahal lagi winter gitu loh], nyemil mie instant mentah. Alhasil, ibu saya jatuh sakit sampai harus diinfus, habis 2 labu. Salah satu ritual haji diwakilkan, lainnya dilakukan dengan kondisi duduk didorong di kursi roda, dan bayar 100 real baydewey.
Salah satu cerita yang bikin saya kesel banget, katanya waktu hari-hari kelaparan itu, orang-orang Indonesia yang bermukim di sana dan berjualan makanan, tahu orang-orang kelaparan dan desperate, malah menaikkan harga-harga makanan berkali-kali lipat. Sigh. Memanfaatkan penderitaan orang lain...apa uangnya barokah?
Tapi alhamdulillah ibu saya bisa menyelesaikan hajinya. Dan di Madinah sudah sehat lagi. Saya bilang sama ibu saya "Kalau berhaji banyak cobaannya, insyaAllah hajinya lebih berkualitas". Ibu saya bilang, "Amiin. Mudah-mudahan.
Tapi mamah mah teu mikir ka dinya. Nu pasti mah eta katering teu baleg!".(*) Hahahahaha...
Jadi no news nggak selalu good news ya.
(*)
Tapi mamah nggak mikir ke situ. Yang pasti itu katering nggak becus!--lagi nunggu news dari seseorang...sebulan nggak ada news. Good apa bad ya?--