Kemaren waktu naik subway R menuju Elmhurst dalam rangka nganteri
n Tarlen jalan-jalan ke craftstore Michaels, makan di Minang Asli, dan belanja di Topline, kita ketemu sama salah satu seniman yang sering beraksi di subway-nya New York. Kalau biasanya seniman subway ini berupa pengamen --> nyanyi, main musik, atau kadang-kadang breakdance, kali ini kita ketemu seniman gambar. Seorang pemuda kulit hitam yang ramah.
Dia menawari orang-orang di subway yang duduk di sekitarnya untuk digambar. Menggunakan marker abu-abu, dengan cepat 'sret sret sret' dia mulai membuat sketsa. Waktu kita datang, dia sedang membuat sketsa seorang pemuda bertopi di seberangnya lengkap dengan gitar yang dibawanya. Menarik banget deh ngeliatnya. Sambil menggambar dia ngobrol dengan seorang wanita setengah baya yang sepertinya barusan digambarnya juga, dan cerita kalau sodaranya yang juga pernah digambar sama dia, titip salam.
Setelah gambar si pemuda selesai, si seniman menawari saya dan Aliefya yang waktu itu lagi tidur, untuk digambar. "Ok!" saya bilang. Dia mulai sketsa lagi. Sret sret sret. Saya ngeliat dia ngegambar sambil nggak bisa nahan senyum. Suka sih ngeliatnya. Setelah selesai dan diparaf, dia nulis sesuatu di belakangnya, dan gambar itu dikasih ke saya.
Tulisan di belakangnya ternyata "Please tip if you like". Oooo...tadinya saya pikir dia gagambaran sebagai having fun, ternyata ngamen juga. Tapi ngamen jenis ini saya suka : interaktif, personal, tapi tetep nggak maksa. Si pemuda yang tadi udah kasih tip. Waktu saya mau ngeluarin dompet, eh...si seniman turun "This is my stop," katanya. Sayang juga, padahal saya rela hati banget ngasih tipnya.
Hasilnya? Lumayan.

New York itu menarik.