
Nah, ini deh pasti yang ditunggu-tunggu sama
mamacat, cerita tentang knitting cafe.
Akhirnya mampir juga ke
The Point Knitting Cafe di Greenwich Village, Manhattan. Berdua sama
Tarlen, eh bertiga sama Aliefya, kemaren kami pergi ke downtown dalam rangka survey yarn store. Kalo ada temen emang jalan-jalannya lebih enak, meskipun sambil berat gendong Aliefya yang susaaah banget disuruh jalan sendiri.
Yarn store yang bagus di Manhattan paling nggak ada 10. Dari stasiun subway Houston street, ada dua yarn store yang paling deket yaitu The Point dan Purl, dan tujuan pertama kita adalah yarn store yang mengaku nggak sekedar yarn store, melainkan 'knitting cafe', yaitu The Point. Bikin penasaran kan, kayak apa sih.
Sampai di 37a Bedford Street, oh, ternyata tempatnya nggak terlalu besar. Storefront berjendela besar dengan tulisan "knit and be happy". Begitu masuk, 'disambut' sama snack and coffee bar yang mepet banget dengan pintu. Yah wajar lah punya toko di Manhattan, musti pinter-pinter memanfaatkan tempat. Ada 3 set meja-kursi untuk ngupi-ngupi sambil ngerajut. Selebihnya, skeins of yarns in metal baskets, hanks of yarns hanging on the wall... yarn...yarn...yarn...*efek mata terhipnotis*.

Supaya nggak disangka turis nyasar, saya langsung nanya-nanya tentang specific yarn; nanya-nanya tentang bamboo yarn, ngomongin laceweight yarn, dll. Biar 'dianggap'. Heheh. Yah sebetulnya penjaga tokonya ramah-ramah sih, dan very helpful. Mereka juga beneran tau apa yang dijual, bisa ngasih info tentang benang-benang terkait, jadi nggak sekedar jaga.
Di situ juga dijual buku-buku dan majalah knitting & crochet lokal dan impor, dan memajang hasil-hasil rajutan. Yang waktu itu dipajang, rajutan-rajutan dari bukunya Debbie Stoller terbaru "Son of Stitch and Bitch", buku berisi proyek-proyek rajutan untuk laki-laki. Memang lagi jadi feature kali di situ, soalnya bukunya numpuk di depan sendiri, yang lain di rak belakang.
Dari segi harga, yah relatif mahal lah. Terutama buat saya gitu loh, yang biasa bela-beli benang di eBay, bisa dapet bergulung-gulung dengan harga maksimal $10. Ini harga segitu cuma dapet satu gulung kecil aja. Dan waktu liat rajutan yang dipajang, sepertinya yang ngerjainnya bikin tusuk atas (purl)nya kebalik deh.
(foto lebih banyak ada di
tempatnya Tarlen)
Eniwei, saya cukup puas dengan The Point. Cozy dan friendly, biarpun mahal. Di situ saya beli segulung laceweight merino wool berwarna lucu dan beberapa alat bantu knitting. Ga nyoba ngopi sih, soalnya langsung cabut ke
Purl di Sullivan street.
Kirain tokonya mirip-mirip The Point, taunya jauh! Purl tokonya mungkin ukurannya cuma sepertiganya The Point, dengan dinding penuh rak benang. Ruangan yg udah sempit itu dipersempit dengan meja panjang (plus kursi-kursinya) di tengah-tengah ruangan. Ada lagi meja kecil bundar untuk memajang sampel-sampel rajutan berbahan berbagai macam benang yang dijual di situ. Ah saya ga betah lama-lama, di situ cuma beli 2 majalah Vogue Knitting (ada tutorial lace knitting dari Shirley Paden...yay!) sama satu Interweave Knits (ada pembahasan tentang ravelry.com). Terus keluar deh. Sumpek.
Yang menarik, sejak 2006 Purl buka toko Purl Patchwork yang tokonya terpisah 4 bangunan dari Purl yang toko benang. Di sana jualan kain-kain yg dijual per yard juga fat quarters. Mamacat, tertarik?
Yarn store hunt akan berlanjut....dan masih ada
knitting cafe lainnya yang menunggu didatangi....
*semua foto oleh Tarlen, karena kamera saya rusak dibanting si kasep*