
Ya ampun nggak kerasa udah nyampe 10 lagi seri NYC ini. Ternyata kalo emang niat banyak yang bisa diceritain yah :P.
Siapa waktu itu yang minta diceritain tentang tempat sangar dan seram? Yussi ya? Apa Gita?
Yang selalu dapet 'gelar' tempat sangar dan seram, selalu Bronx dan Harlem. Pasti aja itu mah. Tiap denger Bronx atau Harlem, komentarnya, "Nggak serem di sana?" atau "Ih itu kan daerah kumuh, daerah orang item," dll dsb.
Memangnya apa sih indikasi suatu tempat itu serem dan sangar?
Kalo dari segi kondisi lingkungan yang kumuh kotor banyak sampah, bechek (meskipun ga ujan dan jelas ga ada ojek :P), saya bisa nyebut banyak tempat lain selain Bronx dan Harlem (ya, termasuk di sekitar midtown Manhattan) yang masuk kategori itu. Broadway sekitar 30th st itu kumuh lho. Padahal cuma satu blok dari 5th Avenue yang bersih terawat. Daerah situ tempat
nya toko-toko grosir pakaian dan perhiasan, tempat parkir bertingkat, ada bekas hotel yang dijadiin low income apartment, dll.
Salah satu yang bikin banyak bagian kota terlihat kumuh adalah hitam-hitam tetesan aspal di trotoar. Bangunan-bangunan beratap datar kan diberi lapisan aspal di atasnya untuk waterproofing, nah, mungkin pada saat pembangunannya, aspal-aspal itu nyiprat sana sini di trotoar sekitarnya. Dan nggak bisa dibersihin kali. Atau dibersihinnya cuma di tempat-tempat yang banyak turisnya aja kali ya.
Yang juga mengganggu pemandangan adalah tumpukan garbage bags di trotoar pada hari-hari pengambilan sampah. Kalo di tengah kota sih biasanya paling pagi diambilnya, kalo enggak kan malu-maluin. Yang pinggir-pinggiran dinomorduakan, kadang kelewat :P. Ga sering sih, tapi pernah.
Kalo kekumuhan akibat graffiti, wah itu sih tersebar di semua borough. Di mana ada tembok kosong, di situ rawan graffiti. Kasian deh departemen kebersihan yang kebagian ngehapus-hapusnya. Dan nggak jarang juga malah si pemilik bangunan yang apes terpaksa
ngebersihin sendiri. Dari statistik jumlah graffiti yang dibersihkan dalam sebulan terakhir ini aja, di Brooklyn lebih dari 2000 spot, Manhattan seribu sekian, abis itu baru Bronx. Kalo lagi naik kereta yang relnya di atas jalan, keliatan deh graffiti-graffiti di gedung-gedung apartemen.
Oke balik lagi ke Bronx dan Harlem. Seram dan kumuhkah? Di tempat-tempat tertentu memang iya. Seperti yang saya bilang di postingan
Da Bronx dulu, memang ada tempat yang 'males banget deh' soalnya itu daerah industri, prostitusi, dan mafia controlled fish market (males kan...pasar ikan gitu lho...dikuasai mafia pula). Daerah ini namanya Hunts Point. Kalo kekumuhan kayaknya enggak memusat di satu tempat. Menclak menclok di sana-sini.
Kalo Harlem, lagi-lagi tergantung tempatnya. Daerah deket kampus Columbia nggak tuh, terus di avenue-avenue besar nggak kumuh juga. Di beberapa streetnya memang iya, tapi ga semua. Ada bagian-bagian Harlem yang bagus dan asri.

Kalo serem dan sangarnya diukur dari kriminalitas...naaah...ini mah perlu data akurat, berhubung saya bukan NYPD Commissioner yang bisa ngasih gambaran di luar kepala :P. Kebetulan bulan Januari lalu soal kriminalitas di NYC baru
dibahas di New York Magazine, jadi pertanyaan anda bisa terjawab, sodara-sodara. Dan saya sendiri baru tau kalo saya tinggal di salah satu daerah teraman di NYC! Senangnyaaaaa....
(tapi daerah sekitarnya sih ngaco...hahaha)
Klik aja gambar ini buat detailnya.
Jadi kalo mau tinggal di daerah aman di NYC, carilah tempat di Queens atau Staten Island (yang di peta ini bahkan warna birunya hampir transparan saking rendahnya tingkat kriminalitas).
*keterangan foto : bangunan apartemen tempat saya tinggal waktu masih di Inwood. Difoto beberapa hari sebelum pindahan taun lalu*