ddy-day2day.blog-city.com — December 2004

memorable "jeopardy!" moment

the momentThe "brain" has lost!

Finalis terlama dan tersukses kuis Jeopardy of all time, Ken Jennings, hari ini kalah. Seorang software engineer dari Salt Lake City, yang sejak awal Juni lalu tampil 75 kali di acara kuis adu pintar Jeopardy dan 2700 kali menjawab pertanyaan dengan benar dengan total kemenangan $2,520,700, dikalahkan oleh Nancy Zerg, agen real estate dari California. Setelah memecahkan berbagai rekor Jeopardy : the most one-day-winning [$75,000], the most average daily winning [$34,063.51], the most winning of all time in any quiz show.

Ketika waktunya finalis menjawab pertanyaan final Jeopardy "Most of this firm's 70,000 seasonal white-collar employees work only four months a year", Nancy menjawab lebih dulu dan jawabannya benar, "What is H&R Block?" [the world's largest tax services company]. Dan ketika Ken membuka jawabannya yang ternyata salah, Nancy placed her hands on her mouth and gasped, she had beaten the champion! A giant killer. Dan penonton langsung kasih standing ovation buat dua-duanya....

Dari kemenangannya yang 2.5 juta dollar itu, Ken menyumbang sepuluh persennya untuk gerejanya. Dan H&R Block yang jadi penentu kekalahannya tadi, memberikan jasa tax preparation gratis seumur hidup.

Memorable TV moment.

And surely mas budi bakal berhenti nonton Jeopardy, soalnya dia cuma tertarik nonton sejak Ken Jennings main aja. Ken Jennings udah nggak main, dia nggak nonton lagi...

Published: Tuesday, 30 November 2004

insiden di dapur

Kemarin bu Dahlia nelpon, katanya hari ini ada janji di Wesleyan dan beliau mau ikut sembahyang di rumahku. Jadi hari ini aku beres-beres rumah yang sedang berantakan, sambil agak-agak sebel soalnya di kamar mandi dari tadi malam ada bau nggak enak seperti bau bangkai gitu deh. Aku curiga ada tikus mati di saluran udara atau somewhere, jadinya semprat-semprot pengharum ruangan di sana sini.
Bu Dahlia itu orang Indonesia berusia sekitar 50 tahun, sudah cukup lama tinggal di sini, tepatnya di West Hartford, satu jam naik bis dari sini.

Siangnya sekitar waktu dhuhur bu Dahlia datang, dijemput oleh mas Budi dari Olin library tempat appointment beliau tadi. Mereka datang berbasah-basah, soalnya memang hari ini hujan dan anginnya kencang sekali. Pada saat itu aku sedang di dapur, nyiapin bahan masakan. Hari ini masak ayam kecap [lagi], tapi kali ini ditambahin dua butir telur rebus, dan satu lagi masak sayur tahu cabe hijau yang resepnya aku ambil dari buku tapinya agak dipermak sana-sini. Sayur ini rasanya kayak lodeh.
Bahan masakan yang udah selesai dipotong-potong aku tinggalin dulu untuk sholat dhuhur berjamaah. Setelah selesai sholat, aku ke dapur lagi. Sementara itu mas Budi nemenin bu Dahlia ngobrol di ruang tengah. Bu Dahlia ini seneng banget ngobrol, segala macam bahan obrolan dia punya. Sementara nunggu masakan selesai, aku suguhin aja teh hangat dan bolu lapis kelapa yang dibeli weekend kemarin.

Nggak lama kemudian sayur tahunya masak, dan kita makan siang sama-sama. Ayam kecap yang aku masak di panci tertutup ternyata pas saat itu masih jauh dari masak, jadi terpaksa nggak jadi lauk makan siang kita. Sekitar jam 2 mas Budi pergi ke kampus karena ada seminar, jadi aku nemenin bu Dahlia di rumah. Sambil ngobrol segala macam, ternyata bu Dahlia ada maksudnya juga lama-lama di rumahku. Beliau minta diajarin merajut! Pantas kok bawa-bawa benang wol segala macam, dan aku jadi inget pas tadi malam nelpon itu beliau memang sempat nanya-nanya soal merajut. Katanya sih dulu pernah belajar merajut tapinya udah lupa, jadi mau belajar lagi.

Nah....ini dia bagian insidennya.....

Pas lagi asik kita ngobrol sambi ngerajut....tiba-tiba.....DHUARRRRR!!!!...kedengeran suara meledak dari dapur. Nggak keras banget sih, tapinya lumayan banget bikin kita kaget. Aku langsung ke dapur dan ternyata.....dinding dapur di sekitar kompor udah belepotan kecap, dan tutup panci terbalik di atas panci....Ternyata yang meledak adalah..... TELOR REBUS! Hahahaha....aku langsung ketawa-ketawa ngeliat dapur belepotan sampai ke langit-langit. Habis itu ya kepaksa deh harus ngelap-ngelap sambil semprat semprot kitchen cleaner, habisnya ternyata kecap itu agak susah hilangnya kalo dilap gitu aja. Bu Dahlia juga ketawa-ketawa aja ngeliatnya, dan terus aja ngajak ngobrol sambil aku ngelap dan ngepel... Hahah....pokonya insiden meledaknya telor rebus ini lucu banget deh... kayak gini nih...:

insiden meledaknya telor rebus

Hihihihihi...

Published: Wednesday, 1 December 2004

syukur

Orang baru bisa mensyukuri nikmatnya sehat kalau sedang sakit atau melihat orang lain sakit. Baru bisa mensyukuri nikmatnya segelas air kalau sedang haus-hausnya. Baru bisa mensyukuri nikmatnya tidur kalau sedang insomnia. Baru bisa mensyukuri nikmatnya memiliki panca indera lengkap kalau melihat orang yang cacat. Baru bisa mensyukuri sesuatu yang rutin sehingga dianggap tidak penting, ketika sesuatu yang rutin itu keluar dari ketentuan normal.

Kita diberi segala bentuk kenikmatan, tanpa kita sadari.

Manusia memang makhluk yang mudah lupa.....

Enfin, ce dont j'attendais depuis deux mois est arrivé...

Published: Sunday, 5 December 2004

wanita = belanja?

Baca satu postingan di milis tentang betapa wanita itu [biasanya] hobi berat belanja, kadang-kadang sampai kalap --> nggak niat belanja tau-tau pulang bawa dua kantong plastik, habis sekian ratus ribu...

Banyak karikatur yang menggambarkan bahwa bagian terbesar otak wanita itu memikirkan satu hal : shopping! Haha....apa iya... Tapi mungkin juga. Lihat saja isi pusat-pusat perbelanjaan, isinya pasti sebagian besar wanita, kecuali di pusat perbelanjaan komputer atau elektronik.

Sebagai yang nggak pernah punya uang banyak, aku mungkin nggak pernah sampai "kalap" kalo belanja. Memang sih kadang-kadang beli benda-benda yang nggak begitu perlu gara-gara window shopping, which was often pas masih single dulu..hehe.. Atau kalo pas hujan, berteduh di supermarket, jadi aja beli sesuatu....Kalo pas ada baju diskon, jarang banget ada baju yang aku suka. Jadi lumayan menghambat niat belanja juga. Kalo dipikir-pikir, jaman dulu itu duitku lebih dialokasikan buat bayar hp dan beli makanan dibanding belanja baju dll. Abisnya hobi smsan dan beli gorengan di depan kantor. Enak sih.

Tapi kalo punya kartu kredit dan emang banyak uang, bisa kalap sih memang. Kakakku kalo lagi pulang ke Bandung, diajak ke segala macem mall bisa belanja macem-macem dia. Kesana kemari bilang "Aduh murah..beli ya" "Aduh...murah bangeeet...beli ahh!!"...Waduh..

Aku nggak bisa nawar, jadi nggak suka belanja di tempat-tempat yang harus ditawar. Yang pinter nawar memang jadinya bisa murah, tapi penjual itu tauu aja sama orang-orang yang nggak bisa nawar. Jadi tempat belanja yang paling cocok buatku adalah yang swalayan dan harganya udah pasti. Pokonya kalo harus nawar, hmmm...mikir-mikir lagi deh. Out of the question...

Published: Tuesday, 7 December 2004

for no reason

Dulu pernah nonton film Australia tentang dua orang cowok dan cewek yang somehow ganti posisi --> yang cowok jadi cewek dan yang cewek jadi cowok. Semacam film Freaky Friday deh. Di film itu ada adegan dimana ketika si cowok yang sekarang ada di tubuh cewek, bingung pas saatnya datang bulan. Dia nggak tau alasannya tiba-tiba pinginnya nangis, pingin marah, so very cranky, dll. Sambil nangis-nangis gitu dia bilang "Why am I even crying?".

Ketidakstabilan hormon wanita pada saat-saat seperti ini suka bikin aku penasaran. Kenapa di saat tertentu betul-betul nggak bisa dikontrol, kenapa di saat lain nggak terjadi sama sekali. Kenapa kadang-kadang terjadi pada saat M, dan kenapa sering juga pada saat sebelumnya [PMS]?

Kemarin malem dong, it happened to me. Padahal biasanya sih ini penderitaan pre-menstrual, eh kali ini datangnya during-menstrual. Malem-malem hati ini rasanya kacau banget, sedih, marah, campur aduk deh. Padahal nggak ada masalah apa-apa, biasa aja nggak ada yang perlu di-kacau-kan.  Udah gitu pikiranku nggak bisa fokus, segala macem berkelebat di kepala. Karena udah tengah malem, mas budi nyuruh aku tidur aja. Di tempat tidur, tetep aja kayak gitu sampe mas budi nyuruh dzikir aja biar hatinya tenang. Sambil dzikir dalam hati, tiba-tiba aku jadi nangis [ingsreuk-ingsreukan, basa sundana mah]. Mas Budi kayaknya bingung banget deh...kasian. Aku dzikir terus sampai akhirnya tenang dan bisa tidur...
Pfff....udah lama nggak pernah ngerasa sekacau ini pas M. Why was I even crying....I still don't know.

This is my hat!!!!Besoknya masih sedikit cranky, tapi udah jauh mendingan, meskipun mata jadi sedikit geuneuk gara-gara abis nangis..hahaha. Untungnya habis maghrib mas budi ngajak aku belanja keluar sebagai pengganti belanja weekend [biasanya kita belanja mingguan tiap hari jumat atau sabtu], dan malemnya kakakku ngirim email lucu banget bikin aku keketawaan, dan juga ngirim foto Daniel yang lagi bandel, misting merah dipake jadi topi. Disuruh dilepasin nggak mau "This is my hat!!!" katanya.

***

now I'm feeling okay

Published: Thursday, 9 December 2004

nonton gamelan lagi

Hari Senin yang lalu bu Sumarsam nelfon, katanya dia mau titip jaket milik salah satu keluarga Indonesia yang ketinggalan di rumahnya waktu lebaran yang lalu. Beliau mau pulang ke Indonesia minggu depan dan baru kembali lagi bulan Januari, jadi merasa perlu untuk menitipkan benda-benda itu in case aku ketemu sama orangnya dalam waktu dekat ini. Memang seharusnya sih bulan ini ada pengajian, tapi belum ada jadwalnya. Jadi akhirnya aku setuju untuk dititipi jaket itu.
Di telfon bu Sumarsam sekalian memberitahu kalau hari Kamis ini ada pertunjukan gamelan gratis di World Music Hall Wesleyan. Jadilah kita berdua janjian ketemuan sebelum acara untuk serah terima jaket itu.

Hari Kamis jam 7.45 malam, aku dan mas Budi berangkat dari rumah. Jalan kaki ke World Music Hall nggak sampai sepuluh menit kok. Di luar hujan rintik-rintik, jadi kita ke sana sambil berpayung. Karena suhu mendekati nol, aku pakai sweater yang lumayan tebal. Sampai di sana, tempat duduk penonton sudah hampir penuh, tapi alhamdulillah masih kebagian tempat duduk di baris kedua dari atas. Tempat duduknya berupa undakan-undakan berlapis karpet, jadi orang-orang duduk lesehan di atasnya. Mumpung acaranya belum mulai, aku cari dulu bu sumarsam di belakang [eh..bawah dink] panggung. Untungnya beliau lagi nggak sibuk karena ternyata nggak ikut tampil kali ini, hanya merias para penari aja. Beliau ngasih kantong plastik isi jaket [dan sepatu] yang dititipkan itu. Setelah itu aku balik lagi ke tempat duduk. Tepat pada saat gamelan mulai dimainkan.

Eh ternyata di dalam ruangan udaranya hangat....aku yang pake sweater tebal kepanasan karena berkeringat habis jalan kaki dari rumah..dan nggak bisa dibuka deh, abis sweater kan susah dibukanya.

Aku agak heran sebetulnya, kenapa kok banyak anak kecil di area penonton? Padahal biasanya yang nonton gamelan hanya orang dewasa [aku udah beberapa kali nonton acara-acara seperti ini di Wesleyan]. Baru setelah membaca deskripsi acara, yang menyebutkan salah satunya ialah "Youth Ensemble Gamelan", aku tahu kenapa banyak anak kecil. Ternyata mereka itulah para personilnya, yang akan tampil di nomor gamelan kedua.

Ada tiga kelompok pemain gamelan : youth, beginning [atau beginner kali ya maksudnya], dan advanced. Nomor pertama, Tropong Bang, dibawakan oleh beginning gamelan. Setelah selesai, anak-anak kecil yang tampaknya sekitar 8 sampai 13 tahun yang tadi duduk-duduk di baris depan berlarian ke panggung dan mengambil posisi masing-masing. Setelah itu mereka memainkan nomor Lumbung Desa dengan dibantu beberapa pembimbing untuk alat-alat musik tertentu.

Nomor berikutnya adalah tari Gambyong, dengan iringan ladrang Mudha Tama oleh beginning gamelan. Tari ini dibawakan oleh 6 orang gadis. Ada dua anak Indonesia yang ikut nari, Bella dan Mira. Mira dengan wajah khas Jawanya tampak paling luwes. Ada satu penari bule berperawakan kecil yang semangat sekali menarinya. Kalo yang lain kan senyumnya anggun, ala putri solo gitu. Kalo yang ini senyumnya ceria...he he...

Nah...habis ini deh baru Advanced Gamelan main. Kalau sebelumnya para pemain pakai baju bebas, khusus untuk advanced ini semua pemain pakai baju batik. Lagunya yang dibawakan oleh advanced gamelan ini panjang-panjang. Pada nomor gendhing Gambir Sawit, ada bagian dimana lagu dibawakan oleh pesinden laki-laki. To my surprise, pesindennya adalah...orang India. Bagus deh pokonya, beliau ini memang salah satu staf pengajar vokal di departemen musik India Selatan di Wesleyan. Wah pokonya orang-orang asing ini nyindennya bagus-bagus deh. Bu Harjito yang biasanya jadi pesinden utama kali ini malah mendelegasikan posisi main vocalist[s] ke orang-orang lainnya.

Setelah itu kembali ditampilkan nomor tari. Kali ini adalah tari Tani, dibawakan oleh empat orang penari [minus Bella dan Mira]. Tarinya yah...seperti sudah bisa dibayangkan, menggambarkan ibu-ibu petani di sawah. Menanam padi sampai panennya. Cuma lucunya, karena yang membawakan tari bukan orang Indonesia, jadi [menurutku] penghayatannya kurang. Maksudnya gini, dalam tarian itu kan ada penggambaran orang bawa bakul, trus menampi beras/gabah. Kalo orang Indonesia kan tahu bakul itu segede apa, tampian beras itu segede apa dan megang tampian itu seperti apa. Kalo ini jadi rada aneh, soalnya bawa bakul tapi bukaan tangannya lebaar banget. Atau nampi beras tapi tangannya nggak seperti bentuk memegang sesuatu. But all in all, lumayan lah...

Setelah tari selesai, penonton sudah mulai sedikit. Waktu sudah menunjukkan hampir jam 10. Nomor berikutnya, gendhing Bandhilori membawakan ladrang Eling-eling. Temponya masih lambat. Pantas juga sih kalau banyak yang mulai pulang karena mengantuk. Bahkan beberapa penonton sudah mengambil posisi santai ala putri duyung. Bahkan ada yang betul-betul tidur terlentang!! Waduh...
Baru deh nomor terakhir temponya cepat dan menggebrak. Lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu-lagu pendek seperti Warung Pojok dan Gambang Suling. Malah di lagu terakhir, Ayo Praon, mas Budi kesenengan, soalnya katanya dia suka lagu itu dan sering dinyanyiin waktu dia SD/SMP....hahaha...

Acara selesai jam 10.15, baru deh kita pulang. Di luar masih hujan rintik-rintik. Sampai rumah langsung manasin kolak pisang dan dimakan hangat-hangat...hmmmmm...enakkk...

Published: Friday, 10 December 2004

i love blog-city

Kemarin blog ini sempat kena spam by a coward who's been harassing a lot of bloggers. Someone who has nothing better to do. Awalnya nulis komentar ga penting trus langsung aku hapus, eh dia kayaknya kecewa. Trus nulis lagi tulisan yang sama di blogboard trus aku hapus lagi... kasian ya dia nggak berhasil ngeganggu aku.

Setelah itu aku langsung lapor sama walikota blog-city supaya dia di-ban, dan alhamdulillah mereka langsung tanggap dan cepet banget ngejawab complainku, and my blog is now under their watch. Enak juga di blog-city nih....administratornya care banget sama membernya...

Yang kena gangguan orang itu juga, cuekin aja ya. Langsung hapus aja komentar2nya yg gak penting itu, nggak usah diladenin, kesenengan dia nanti. I suspect dia ini anak bandung....

May you find better and worthy things to do beside insulting others....

Published: Tuesday, 14 December 2004

reality shows

Kemaren nonton reality show baru di Fox, Nanny 911, tentang keluarga yang punya anak-anak kecil yang "sulit" sehingga dikirimlah seorang nanny profesional untuk membantu mengajar orang tuanya menghadapi anak-anak tersebut, termasuk mengajarkan disiplin dll. Acara bagus tuh buat orang tua yang punya masalah-masalah yang sama dalam hal ngurus anak.

Acara-acara baru [dari sejak taun kemaren, maksudnya] yang muncul kebanyakan reality shows terus deh. Nanny 911, Love is in the Heir, the Biggest Loser, the Swan, the Apprentice, America's Next Top Model, Extreme Makeover, Trading Spouses, Motormouth, Pimp My Ride, Rebel Billionaire, My Big Fat Obnoxious Fiancee, My Big Fat Obnoxious Boss, the Real Gilligan's Island, Simple Life, Dr. 90210, acaranya Jackie Collins, Significant Others, Project Runway, Big Man in Campus, berbagai acara jodoh-jodohan, dll dsb bisa-bisa nggak berenti nih nyebutinnya. Film seri yang baru-baru cuma sedikit..ato akunya aja yg ga tau ya? Abis sekarang ini nonton tivi cuma buat Jeopardy, Law&Order, Divine Design, sama movies... 

Aku sendiri nggak begitu suka reality shows kecuali acara interior design makeover di HGTV, masak-masakan di Food channel, sama acara-acara di Discovery dan Travel channel. Itu juga kalo kebetulan lagi nggak ada film bagus...

Published: Thursday, 16 December 2004

The Everything Learning Spanish Book


The Everything Learning Spanish Book

Frank H. Zambrano

Date: Adams (July 1, 2002)   —   304 p   —   Book

product page

Rating:

I've been interested in learning languages since I was little. For me learning new languages is fun, and it has been my quest to master at least 5 different languages. In learning new languages, I believe everyone has their own method on how to learn them, which system is best suited for them etc. One particular method may be suited for some people and makes it easy for them to understand, but not for others. That's why it is not easy to find the "right" book if you want to learn new language by self-taught. And this book by Frank Zambrano is my kind of book.  I find this book a great source for learning basic Spanish, and the systematical method it used makes it easy to understand [at least for me]. You'll learn how to pronounce the alphabets, tenses, how to conjugate, full of excercises to practice what you've learned in every chapter. It also provides some Spanish idioms, and also Spanish to English and English to Spanish [mini] dictionary.  I had only 3 weeks to read this book, because that's how long the library gave me ;P. Still a long way to master it, but I've already got the basic ideas, thanks to this book.

But this edition has many errors here and there, be that typographical or editing. Nevertheless, I would recommend this book to anyone who is interested in learning Spanish. I don't guarantee you will have the same opinion, but at least it's worth your time. C'mon, let's learn some Español!
I also borrowed the french   and italian   version from the same series, but I found the french one confusing [see, it's not my kind of book], and the italian one, I haven't read it, but I'm on it..;P..

Published: Sunday, 19 December 2004

freezing cold

Dua hari ini dinginnya minta ampun deh... Tapi segini nggak seberapa yah dibanding yang di Canada atau northern states lain.. he he he...another thing to be thankful for...

Dari Minggu malam sampai Senin pagi salju turun terus-terusan, meskipun nggak deras. Padahal hari Seninnya kita niat mau keluar pagi-pagi tuh ngambil foto di Main Street, soalnya mau dikirim ke mamah di Bandung yang udah nagih-nagih. Si mbak Dian juga tiap nelpon pasti nanyain foto-foto itu, soalnya kan isinya waktu kita barengan ke New York. Dan tiap dijawab, "blom dicetak mbak..hehe.." dia keketawaan aja..habisnya bayangin aja itu kamera isinya dari sejak bulan Agustus nggak dicetak-cetak...ha ha ha lupa melulu.

Hari Minggu malam itu suhunya masih ga terlalu dingin, yah paling juga sedikit diatas 0oC lah.. Eh makin malem makin dingin, padahal heater udah pol di maksimal. Pagi-pagi sambil chatting sama Aching iseng ngecek di Yahoo Wheather, ternyata udah -13oC, ditambah angin kencang jadi feels like -23oC. Waduh, gimana mau keluar nih. Padahal udah niat mau jalan kaki aja ke main street, males sih ngebersihin mobil yang ketutup salju, mana jalanan licin lagih...

Anyway, akhirnya habis sholat dhuhur kita jadi keluar juga, dengan beberapa lapis sweater n jaket for precaution. Dan karena syalku lagi dirajut buat nambahin panjangnya, jadi nggak bisa dipake deh buat nutupin hidung. Alhasil...hidungku merah kayak Rudolph the Reindeer...ugh minta ampun deh dinginnya. Udah gitu di tempat cetak foto ternyata foto kita blom selesai lagih, gimana sih. Katanya tunggu lagi sepuluh menit..uuhhh...

Oya, habis ngambil foto itu, sempet juga ke perpus Wesleyan nunggu mas budi ngerjain sesuatu. Aku nunggu di lantai 2 [art&]science library. Ternyata tepat di belakang kursi yang aku duduki, adalah rak berisi old english literatures. Aku ngambil satu bukunya Frances Hodgson Burnett cetakan tahun 1906, judulnya The Dawn of a To-morrow. Iya betul, to-morrow, pake setrip. Setiap kata tomorrow di buku itu ditulis dengan cara yang sama : to-morrow. Aku aga2 heran jadinya, kenapa ya? Jangan-jangan jaman itu memang begitulah cara nulis tomorrow. Soalnya morrow juga artinya kan besok, the following day. Ada satu tulisan di situ yang aku inget : There would be no To-morrow. To-morrows were at an end. No more nights--no more days--no more morrows.

Pulang dari kampus, perasaan suhunya makin dingin deh. Di rumah pun harus bersweater dan berkaos kaki jadinya. Alhamdulillah mulai maghrib tadi suhunya naik sekitar 10o, jadi sekarang udah lebih nyaman deh...fiuhhh...

Published: Tuesday, 21 December 2004

latihan nggambar lagi

Salah satu yang perlu disyukuri tinggal di sini adalah, akses yang mudah atas buku-buku yang kalau di Indonesia termasuk kategori "buku impor" yang nggak begitu gampang didapat dan/atau terlalu mahal untuk dibeli. Sementara di sini, di kota kecil seperti Middletown, buku-buku tersebut bisa mudah didapat di perpustakaan setempat.

The Art of DrawingThe Complete Drawing and Painting CourseSebulan ini aku pinjem banyak buku-buku tentang painting, drawing, and comic drawing, soalnya pingin latihan lagi nggambar, hobby yang lama nggak dikerjain. Ini dia buku-bukunya : 1. The Complete Drawing and Painting Course by Parramon. Buku ini bagus, mulai dari pengenalan material, berbagai teknik melukis dan menggambar, juga berbagai petunjuk untuk berlatih. 2. An Introduction to Illustration by Brian Lewis. Buku ini lebih cenderung mereview karya-karya illustrasi dengan penggolongan berdasarkan material dan/atau teknik yang digunakan. 3. The Art of Drawing by Willy Pogany. Belajar menggambar, Pogany style yang "klasik", which means kereeeen! Tapi How to Draw and Paint Animalshitam putih sih.. The DC Comics Guide to Pencilling ComicsKalo mau liat gambar-gambarnya klik ini deh. 4. How to Draw and Paint Animals by Linda Birch. Dia ini spesialisasinya memang menggambar binatang. Hasil karyanya sudah menghiasi ratusan buku-buku anak. 5. CyberDesign : Computer Manipulated Illustration. Mereview beberapa karya desain yang menggunakan bantuan komputer. Penjelasannya tidak banyak. 6. The DC Comics Guide to Pencilling Comics by Klaus Janson. Buat yang tertarik belajar bikin komik, buku keluaran komikus dari "raksasa komik" DC Comics ini cukup memberikan gambaran/ garis besarnya. 7. Drawing Cutting Edge Comics by Christopher Hart. Buku ini juga cukup bagus untuk mereka yang tertarik Drawing Cutting Edge Comicsmembuat komik-komik superhero.

Berhubung aku nggak punya banyak alat gambar, cuma ada pensil, penghapus dan pen&ink, aku latihan dengan alat yang ada aja. Kebetulan aku sama mas Budi sekalian ngirim foto-foto ke Kediri untuk keponakan kita, sekalian aku latihan dengan nggambar foto mereka buat kenang-kenangan dari tante dan omnya. Hasilnya liat disini.

Oya, foto-foto di New York yang kita cetak kemaren bisa diliat disini. Ada juga foto-foto baru di album Harbor Park sama album my family.

Published: Wednesday, 22 December 2004

komik

Fiuhh...akhirnya discan juga... Udah lama mau scan lupa terus.

Ini komik hasil karya iseng-iseng. Pada suatu hari di bulan Oktober 2002, aku sama dua temenku lagi ngerjain proyek. Lupa deh apa proyeknya, tapi yang jelas pas waktu itu kita lagi jenuh banget dan butuh refreshing. Aku iseng-iseng corat-coret, sambil ngobrolin "Eh gimana kalo kita bikin komik tentang kita?" Jadilah komik ini. Nggak bener-bener tentang kita bertiga sih, tapi memang kita bertiga yang jadi inspirasi tokoh-tokoh komik ini, dengan spesifikasi karakter tertentu yang jadi ciri khas masing-masing.

Dari judulnya sih udah jelas kalo ceritanya terinspirasi dari Charlie's Angels, tapi isi cerita, berbagai detail dan lain-lain, penuh dengan bodor intern yang cuma kita bertiga yang ngerti. Jadi kalo baca komik ini, orang lain mungkin banyak nggak ngertinya sementara kita bertiga bakal ketawa terbahak-bahak... Yah namanya juga bodor intern...

Tadinya mau diterusin, digambar ulang. Maksudnya sih mau beneran dibikin komik trus ditawarin ke penerbit gitu. Tapi....he he he...sepertinya aku kurang rajin [kurang?? ah masa cuma kurang??] kalo harus nggambar puluhan halaman hi hi hi.... Aku mau nyoba illustrasi buku aja, jumlah halamannya kan nggak terlalu banyak.. Mudah-mudahan motivasiku kali ini cukup besar dengan semangat cukup tinggi supaya nggak setengah-setengah...

Kalo mo baca komiknya yg nggak selesai ini, klik disini...

Published: Tuesday, 28 December 2004

....


Tsunami and earthquake death toll : 55,000 dead in just 2 days.

And if you read the Yahoo! News message board about the tsunami news, you'll be surprised of how some people react to this disaster. One said "I'm glad those non-whites are dead". One said "They are now good people since they're dead". Another said another similar things..... What happened to these people's hearts? Didn't they see the pictures of dead bodies lying on Banda Aceh's streets or the mass graves in Thailand? Didn't they feel anything?

what happened to the world today?

....

One picture says a thousand words..

Published: Tuesday, 28 December 2004




Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help